
Nando dan toton berpamitan kepada dokter Derin karena ketiganya akan kembali kekelas.
"Dokter Derin maaf menganggu waktunya sebentar"
"Tidak apa-apa ton, memangnya ada apa???"
"Kami bertiga akan kembali kekelas dan ada beberapa camilan untuk dokter Derin sebagai tanda terimakasih karena telah menolong teman kami ini"
"Tidak perlu repot-repot ton, itu sudah menjadi tugas dokter Derin bukan begitu Lexy"
"Sadar diri juga"
"Lexy!?!!"
"Apaan sih ton, sakit tau kamu itu kasar sekali ya"
"Itu karena kamu berbicara tidak sopan"
"Dasar toton menyebalkan"
"Lexy, jangan memperpanjang masalah ini. Diamlah"
"Benar apa yang toton katakan, diamlah sebentar"
"Ok...ok, aku diam sekarang"
"Anak pintar" jawab Nando sambil mengelus rambut Lexy dan hal itu membuat Lexy risih
"Nando hentikan itu, aku bukan anak kecil yang bisa kamu perlakukan seperti itu"
"Maaf, habis kamu lucu sih"
"Nando!?!!, aku sedang tidak ingin bercanda sekarang"
"Ok..ok.., santai jangan marah dong"
"Jangan diulangi lagi"
"Siap"
"Dokter Derin tolong diterima pemberian dari kami dan jangan menolaknya"
"Tolong terima saja dok"
"Iya nie, terlalu banyak basa-basinya. Buang-buang waktu saja"
"Lexy!?!!"
"Ok..ok, aku diam"
"Baiklah, dokter akan terima. Terimakasih ya"
"Sama-sama dokter, kalau begitu kami bertiga pamit dulu"
"Kalau obat yang dokter berikan sudah habis dan lukanya masih terasa sakit cepat bawa kemari lagi. Akan dokter resepkan lagi obat yang lain"
"Baik dokter"
"Kamu pikir aku akan meminum obatnya, aku tidak akan mau meminum satu obat pun. Setelah Toton menyerahkan obat itu aku akan segera membuangnya. Aku tidak perlu obat apa pun untuk bisa sembuh, karena dalam beberapa hari aku juga akan sembuh tanpa obat apa pun" batin Lexy
Ditengah perjalanan menuju kelas ketiganya bertemu ibu Natuna.
"Ton, ibu cantik kita"
"Iya Nando, sepertinya keadaannya sudah membaik"
"Kamu benar ton"
"Kalau sudah bertemu si tuna, tingkah mereka berdua selalu berlebihan. Sebaiknya aku kembali ke kelas sendirian saja" batin Lexy
"Lexy kamu mau kemana???, kami berdua akan mengantarmu sampai ke kelas"
"Tidak perlu ton, aku bisa melakukannya sendiri"
"Tapi Lexy keadaanmu saat ini belum stabil kalau terjadi sesuatu bagaimana???"
"Tidak akan tejadi apa-apa, kalian temui saja guru kesayangan kalian itu. Aku pergi"
"Tapi Lexy, kamu itu salah paham" jawab Nando
"Sudahlah temui saja sana, jangan basa-basi seperti itu. Aku pergi"
"Bagaimana ini ton???, Lexy akan pergi ke kelas sendirian kalau nanti Lexy bertemu dokter Derin kita harus bagiamana ton???"
"Kamu tenang saja Nando, Lexy tidak akan mungkin bertemu dokter Derin. Arah kelas kita itu tidak melewati uks jadi kamu tenang saja"
"Benar juga ya, kenapa aku tidak kepikiran. Tapi aku kasihan melihatnya ton, sebaiknya kita menyusulnya saja"
"Kamu saja Nando, aku masih ingin melihat wajah ibu cantik kita. Sebentar lagi di mendekat"
"Toton..toton, dasar sahabat keterlaluan bukanya menolong"
"Lexy itu keras kepala jadi biarkan saja, dikasih pertolongan pasti dia menolaknya"
"Benar juga, semoga tidak terjadi apa-apa"
Ibu Natuna sudah berdiri tepat dihadapan keduanya.
"Toton"
"Iya buk"
"Kenapa Lexy berjalan seperti itu???, apa Lexy sedang sakit???"
"Ibu Natuna yang ditanya selalu tentang Lexy" batin toton"
"Toton, kenapa kamu hanya diam saja"
"Nando, apa kamu tau kenapa Lexy berjalan seperti itu???"
"Lexy baru saja keluar dari uks buk"
"Uks???, apa yang terjadi dengannya Nando???"
"Tadi Nando menemukan Lexy tidak sadarkan diri dikoridor sekolah buk, karena kepalanya luka jadi Nando segera membawa Lexy ke uks untuk segera diobati"
"Jadi begitu, tapi kenapa kalian berdua membiarkan Lexy berjalan sendirian menuju kelas???"
"Lexy itu keras kepala buk, jadi apa pun yang ingin dilakukannya tidak ada yang bisa mencegahnya"
"Tapi walau bagaimanapun Lexy itu butuh bantuan dari kalian berdua"
"Ibu Natuna tenang saja setelah ini toton dan Nando akan menyusul Lexy"
"Lain kali jangan meninggalkan teman yang sedang sakit"
"Baik buk, toton dan Nando tidak Alan mengulanginya lagi"
"Ini semua gara-gara toton, kalau dia tidak memaksaku untuk terus bersamanya pasti aku akan mendapat pujian dari ibu Natuna" batin Nando
"Nando kamu itu sekarang menyalahkanku, aku tidak memintamu untuk tetap bersamaku tapi ini atas kemauanmu sendiri" batin toton
"Toton kenapa kamu bisa tau isi hatiku???"
"Tentu saja aku tau, karena author kita yang membuatku bisa tau apa isi hatimu saat ini" batin toton
"Author???, jangan bercanda ton. Disini hanya ada aku, kamu, dan ibu Natuna tidak ada orang lain lagi" batin Nando
"Kalau kamu tidak percaya ya sudah" batin toton
"Ton tingkahmu itu sangat aneh sebaiknya kamu cepat pergi dari isi hatiku" batin Nando
"Ok, tentu saja aku akan pergi sekarang. Tapi ingat satu hal kalau sampai kamu menuduhku yang tidak-tidak aku akan kembali kedalam isi hatimu"
"Aku tidak akan melakukannya lagi dan bilang ke author mu itu jangan ikut campur kalau aku sedang memikirkan sesuatu karena semua itu adalah pribadi"
"Nando, author itu adalah penulis cerita ini. Kalau kamu bicara seperti itu bisa-bisa author kita mengeluarkmu dari cerita ini, apa kamu maunya seperti ini"
"Tentu saja tidak mau ton, sekarang itu aku sedang populer dikalangan pembaca novel"
"Populer????, jangan mengada-ngada Nando"
"Aku serius ton"
"Apa buktinya kalau kamu populer saat ini???"
"Lihat saja sekarang ada wanita cantik yang membaca novel saya ini"
"Oh iya, aku tidak melihat siapa pun disini"
"Tentu saja kamu tidak bisa melihatnya karena kamu tidak menggunakan hatimu untuk melihatnya"
"Berhentilah bicara omong kosong seperti itu Nando"
"Aku tidak bicara omong kosong ton, pasti diluar sana banyak wanita cantik yang sedang membaca novel kita ini"
"Oh iya, tapi menurutku author kita yang paling cantik. Buktinya saja dia dengan susah payah membuat cerita ini menjadi menarik dan sekarang saja novel ini banyak peminatnya"
"Kamu benar juga ya ton, seharusnya kita juga harus berterimakasih kepada author kita yang sudah berjuang dengan susah payah untuk membuat cerita ini jadi dimohon untuk semuanya tolong jangan plagiat. Kasihan para author yang sudah susah payah membuat cerita ini menjadi novel, kalian pasti bisa membuat karya kalian sendiri tanpa harus mengambil atau mengaku karya orang lain"
"Kamu benar sekali Nando"
"Terimakasih untuk author dan semangat terus membuat novel ini sampai selesai"
"Semangat author, kamu pasti bisa menyelesaikan novel ini. Kami percaya Padamu"
Keduanya mulai melakukan aktivitas seperti biasanya. Toton tidak menyadari bahwa ibu Natuna telah pergi dari hadapannya.
"Ibu Natuna, bagiamana keadaan ibu Natuna saat ini"
"Ton, kamu bicara dengan siapa???"
"Ibu Natuna"
"Tapi ibu Natuna sudah pergi ton"
"Jangan bercanda kamu Nando, justru ibu Natuna masih disini"
"Kamu itu keras kepala sekali ibu Natuna sudah pergi, lihat saja dengan teliti tidak ada ibu Natuna disini"
"Kalau ibu Natuna sudah pergi, tadi aku bicara dengan siapa????"
"Mungkin saja itu hantu yang pernah kamu temui waktu itu"
"Jangan bicara sembarangan Nando, kalau hantunya tau bagaimana"
"Hahahaha, kamu itu penakut sekali ya ton. Mana ada hantu"
"Sekarang kamu menjadi pemberani ya Nando, bukannya dulu kamu penakut"
"Seiring berjalannya waktu seseorang pasti berubah toton"
"Iya aku tau itu, tapi dari dulu sampai sekarang kamu tidak ada berubahnya sama sekali Nando "
"Aku sekarang sudah berubah ton"
"Iya, tapi wajahmu tidak ada perubahannya sama sekali"
"Dasar toton"
"Kabur!!!!!!"
Setelah mengatakan hal itu toton pergi meninggalkan Nando yang sedang mengejarnya.