
Toton dan Nando membawa ibu Natuna ke uks untuk mengobati lukanya.
"Apa ibu yakin bisa berjalan???, biarkan toton dan Nando membantu"
"Tidak apa-apa ton, ibu masih kuat kok"
"Tapi buk, kaki ibu terus saja mengeluarkan darah. Pasti lukanya cukup benar bagiamana kalau harus dijahit buk"
"Lukanya tidak akan sebesar itu ton, setelah dioleskan obat juga akan berhenti lukanya"
"Apa ibu yakin???, sepertinya luka nya cukup besar buk"
"Tidak ton"
"Ton"
"Apa???"
"Kita gendong saja ibu Natuna, aku khawatir kalau lukanya semakin banyak mengeluarkan darah"
"Bagaimana caranya???"
"Kamu tahan lukanya dan aku yang menggendong ibu Natuna"
"Enak saja, aku saja"
"Apa kamu yakin bisa menggendong ibu Natuna????"
"Bisa kok"
"Jangan memaksakan diri ton, ikuti saja apa yang aku katakan ini juga demi ibu Natuna ton"
"Tapi Nando"
"Apa yang sedang kalian berdua bicarakan???"
"Bukan apa-apa buk"
"Ayo ton, tunggu apa lagi"
"Iya..iya"
Tanpa sepengetahuan ibu Natuna keduanya mulai melakukan aksinya.
"Sekarang ton"
"Siap"
"Apa yang ingin kalian berdua lakukan???"
"Maaf buk, bukannya kami lancang. Tapi kalau terlambat sedikit saja luka ibu Natuna akan semakin bertambah parah"
"Benar apa yang dikatakan oleh Nando buk, ini juga untuk kesembuhan ibu Natuna. Maafkan kalau kami melakukannya tanpa sepengetahuan ibu Natuna"
Natuna Clara tidak berbicara apa-apa, hal itu membuat Nando dan toton paham dengan apa yang ingin ibu Natuna katakan.
"Ton"
"Apa???"
"Sepertinya ibu Natuna sejutu dengan ide kita"
"Benar sekali Nando, sebaiknya segera kita bawa ibu Natuna ke uks"
"Tentu saja ton, ayo"
Tidak berapa lama toton, Nando, dan ibu Natuna tiba diuks.
"Terimakasih sudah membantu ibu untuk bisa sampai kesini"
"Iya buk, tanpa ibu minta bantuan pun kami berdua siap membantu"
"Benar buk, kalau ibu perlu bantuan panggil saja toton dan Nando"
"Iya ton, kalau begitu kalian bisa menurunkan ibu sekarang"
"Jangan dulu buk, kami berdua akan membawa ibu sampai kedalam ruangan"
"Tapi ibu bisa melakukannya sendiri ton, kalian berdua bisa kembali ke kelas karena sebentar lagi pelajaran akan segera dimulai"
"Kami berdua akan kembali ke kelas setelah membantu ibu Natuna"
"Iya buk, izinkan toton dan Nando membawa ibu Natuna sampai kedalam baru setelah itu kami berdua kembali ke kelas. Kami janji buk"
"Baiklah kalau seperti itu, maaf kalau saat ini ibu merepotkan kalian berdua"
"Jangan berkata seperti itu buk Natuna, ibu sama sekali nggak merepotkan. Benar kan nando"
"iya buk, ibu Natuna sama sekali nggak merepotkan kok"
Mereka pun masuk ke ruangan uks untuk memberikan pertolongan pertama kepada ibu Natuna.
"Dok, tolong ibu Natuna"
"Apa yang terjadi Clara???"
"Hanya luka kecil biasa dokter Derin"
"Luka kecil nggak akan mengeluarkan begitu banyak darah Clara"
"Nando"
"Apa???"
"Sepertinya dokter Derin sangat mengenal ibu Natuna"
"Mungkin saja, panggilannya saja berbeda pasti keduanya sangat dekat"
"Nando, toton. Sepertinya kalian pensaran tentang kedekatan ibu Natuna dan dokter Derin"
"Ton, apa ibu Natuna mendengarkan pembicaraan kita"
"Sepertinya begitu Nando, apa suara kita terlalu keras sampai-sampai ibu Natuna mengetahuinya"
"Toton"
"Tolong lukanya jangan ditekan terlalu nanti akan semakin membesar"
"Toton nggak menekanya tetapi menghentikan pendarahannya"
"Derin, apa luka ini perlu dijahit"
"Apa!!!, dijahit. Pasti akan sakit sekali ibu Natuna"
"Nando, nggak akan terlalu sakit karena ada biusnya"
"Iya Nando tau tentang itu buk, tapi setelah dijahit dan obat biusnya sudah nggak berkerja lagi pasti akan terasa sakit"
"Apa kamu pernah mengalaminya Nando???"
"Pernah ton, makanya aku tau bagaimana rasanya"
"Kapan itu???, kenapa aku nggak tau"
"Itu sudah lama sekali ton, waktu aku masih kecil. Jadi sampai sekarang aku sangat takut sekali melihat orang-orang yang lukanya dijahit"
"Pantas aku nggak tau, ternyata dari kecil kamu itu sudah nakal ya Nando"
"Namanya juga masih kecil ton, memangnya waktu kecil kamu nggak pernah nakal"
"Pernah, tapi nggak separah kamu Nando"
"Oh begitu"
Dokter Derin meminta toton dan nando untuk membawanya ke atas tempat tidur supaya dokter Derin bisa mengetahui seberapa besar luka yang berada dikaki maupun tangan ibu Natuna saat ini.
"Toton dan Nando tolong bawa ibu Natuna kesini"
"Baik dok" jawab keduannya serempak
"Clara, apa yang sebenarnya terjadi????"
"Dokter Derin bisakah toton saja yang menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi???"
"Apa salah satu diantara kalian yang melakukan hal ini???"
"Jangan menuduh mereka berdua seperti itu dokter Derin, justru mereka berdua lah yang telah menolongku dan membawaku sampai kesini. Jadi tolong jangan menuduh mereka seperti itu, mereka berdua nggak tau apa-apa"
"Bukannya aku menuduh Clara, hanya mencari tau kebenarannya saja"
"Kalau dokter ingin tau bagaimana kebenarannya, toton bisa memberitahukan dokter Derin"
"Baiklah kalau begitu, coba jelaskan apa yang sebenarnya terjadi"
"Tentu saja dokter"
Toton mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Tadi ibu Natuna pergi bersama teman kami dan setelah itu keduannya terpisah. Toton dan Nando mulai mencari keberadaan ibu Natuna tapi nggak juga ditemukan sampai pada akhirnya kami mendengar langkah kaki dari arah gudang sekolah"
"Apa yang kamu lakukan di gudang kosong itu Clara???"
"Dengarkan saja apa yang ingin dikatakan toton, nanti kamu juga akan mengetahuinya dokter Derin"
"Apa toton bisa melanjutkannya lagi dokter Derin???"
"Baiklah, silahkan ton"
"Setelah mendengarkan suara langkah kaki itu, kami berdua lansung mencari dimana suara itu berasal dan kami berdua menemukan ibu Natuna sudah luka-luka seperti ini"
"Apa yang ibu Natuna katakan kepada kalian berdua???"
"Ibu Natuna mengatakan bahwa dia sedang menolong sedekat kucing yang terjebak"
"Kucing????, disekolah ini???. Nggak mungkin, apa kamu mengatakan semua kebenarannya ton"
"Awalnya kami berdua nggak percaya dok, tapi setelah melihat buktinya kami berdua baru percaya dengan apa yang dikatakan oleh ibu Natuna"
"Sejak kapan ada kucing berkeliaran disekitar sekolah ini, atau jangan-jangan kamu menyembunyikan sesuatu Clara"
"Dokter Derin, kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu????. Apa kamu nggak percaya dengan apa yang sudah aku katakan???"
"Bukannya aku nggak percaya Clara, hanya saja luka seperti ini nggak bisa menjadi alasan cuma karena kamu menolong seekor kucing yang terjebak. Pasti terjadi hal lain yang membuatmu luka-luka seperti ini"
"Sepertinya Derin nggak percaya dengan apa yang aku katakan, kalau dia sampai tau kalau Lexy yang menjadi penyebabnya bisa-bisa lexy akan terkena masalah. Natuna jangan sampai kejadian ini diketahui Derin, semuanya akan kacau. Ayo berpikir Natuna buatlah Derin percaya bahwa apa yang kamu katakan itu adalah kebenarannya" batin Natuna
"Clara, kamu sedang memikirkan apa???"
"Dokter Derin tolong percayalah dengan apa yang telah aku katakan dan sebaiknya kamu obati dulu lukamu ini"
"Baiklah aku akan percaya semua yang kamu katakan Clara"
"Syukurlah Derin akhirnya percaya"
"Ibu Natuna"
"Iya ton"
"Kamu begitu kamu berdua pamit pergi dulu, nanti kami berdua akan menjenguk ibu Natuna setelah jam istirahat"
"Baiklah ton"
"Cepat sembuh dan lain kali lebih berhati-hati lagi supaya hal seperti ini nggak terjadi lagi"
"Tentu saja Nando, terimakasih atas perhatian kalian berdua"
"Sama-sama buk, kalau begitu Nando dan toton kembali ke kelas lagi"
"Iya"
"Permisi buk"
"Ayo Nando"
"Iya ton"
Nando dan toton kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran yang akan segera dimulai.