This Love My Teacher

This Love My Teacher
Eps. 07 - Sapu tangan



Lexy menghampiri ibu Natuna yang berdiri didepan pintu gerbang sekolah.


"Ibu tuna"


"Oh Lexy, ada perlu apa Lexy???. Belum pulang"


"Ini"


Mengeluarkan sapu tangan dari dalam tas.


"Sapu tangan"


"Iya, punya ibu kan. Mau saya kembalikan"


"Darimana kamu tau itu sapu tangan ibu Lexy"


"Ada namanya"


"Iya juga, ibu lupa. Tapi untuk kamu saja Lexy pasti nanti kamu membutuhkannya suatu saat nanti ibu sudah punya banyak sapu tangan ini untuk Lexy saja sebagai hadiah perkenalan dari ibu"


"Saya nggak butuh bu tuna, ambil saja"


"Jadi kamu menolaknya lexy, padahal sapu tangan itu buatan tangan ibu Natuna"


"Saya nggak membutuhkannya"


"Iya sudah, sini sapu tangannya"


"Ini"


Ibu Natuna ingin menyambut sapu tangan itu tapi tangannya kembali ditepis oleh Lexy saat seserorang menghampiri keduanya didepan pintu gerbang sekolah.


"Sayang, maaf aku telat"


"Iya nggak apa-apa sayang, mungkin kamu sibuk"


"Ini siapa sayang???"


Belum ibu natuna menjelaskan siapa seserorang yang berada disampingnya Lexy mulai menjauh.


"Dia itu"


"Saya pergi dulu, lain waktu kita sambung lagi"


"Tapi Lexy"


"Permisi bu"


Lexy pergi menjauh dari ibu Natuna dan kekasihnya.


"Dia siapa sayang???"


"Muridku sayang"


"Kenapa sikapnya cuek begitu???"


"Mungkin malu saja sayang, jangan berpikiran yang aneh tentangnya"


"Bukan begitu sayang, hanya sikapnya nggak sopan gitu. Seharusnya sebagai murid itu harus selalu bersikap sopan kepada gurunya bukannya seperti ini nggak sopan banget ditanya langsung kabur saja"


"Mungkin jemputannya sudah datang makanya dia buru-buru pergi, jangan berpikiran yang aneh-aneh tentangnya sayang"


"Kamu itu ya sayang terlalu baik banget sama murid-murid"


"Itu harus kan sayang, sebagai guru itu harus bisa menyesuaikan diri nggak semua murid punya kepribadian yang sama"


"Iya juga, semoga saja kamu bisa betah mengajar disini"


"Ini berkat kamu makanya aku bisa mengajar disekolah sebagus ini, terima kasih ya sayang"


"Iya sayang, kita pulang sekarang"


"Ayo"


Dari kejauhan tampak Lexy masih memperhatikan keduanya.


"Sial, rupanya dia sudah punya pacar. Gagal...gagal...gagal total"


"Apa yang gagal Lexy???"


"Toton, kamu kebiasaan ya datang nggak ada suaranya"


"Nggak ada suara bagiamana, dari tadi aku panggil-panggil kamu tapi nggak ada respon. Kamu sudah mulai tuli ya Lexy"


"Sembarangan saja kalau ngomong telingaku masih sehat ton"


"Sehat sih sehat tapi kok tiba-tiba suka tuli begitu"


"Hai...hai..." Sapa Nando


"Ini satu lagi" jawab Lexy


"Ada apa nie, lagi bagi-bagi uang ya"


"Dasar mata duitan nie si Nando"


"Setuju Lexy"


"Ya ampun serius banget cuma bercanda kalik, jangan seriusan dong kalian berdua. Nggak seru nie"


"Lexy"


"Kok belum pulang, tadi kemana???"


"Nggak kemana-mana???"


"Kamu nggak pulang kerumah lagi Lexy" tanya toton


"Nggak"


"Mau menginap lagi???"


"Iya"


"Kemana lagi???" Tanya Nando


"Belum tau"


"Kerumah ku saja Lexy, mama sama papaku lagi dinas diluar kota beberapa hari jadi dirumah cuma ada aku dan bibi Mariah" jawab Nando


"Aku nggak mau merepotkan kalian, kalau orang tua ku tau aku menginap dirumah mu lagi bisa-bisa kedua orang tua mu di cepat dari perusahaan"


"Jangan pikirkan soal itu, mama sama papaku sudah menggapmu sebagai keluarganya. Apapun resikonya asalkan kamu bahagia mereka rela jadi jangan berpikiran yang aneh-aneh lagi, menginap saja kalau kamu nggak mau pulang kerumahnya lagi"


"Pasti ada wanita penyihir itu lagi kan dirumahmu Lexy, makanya kamu nggak mau pulang" jawab toton


"Iya ton, aku nggak mau bertemu dengannya juga ayahku. Semuanya akan sia-sia lebih baik aku menjauh saja dari pada memperpanjang masalah"


"Tapi kalau kamu terus menghindar akan memerpanjang masalah Lexy, bukannya aku menasihati mu bukannya lebih baik kamu berkata jujur tentang apa yang kamu rasakan selama ini, mungkin saja hal itu bisa membantumu" jawab toton


"Percuma ton, apa yang aku jelaskan semuanya nggak pernah dianggap. Jadi untuk apa buang-buang waktu untuk hal yang belum tentu jelas"


"Jangan dipaksa kalau Lexy belum bisa menerima kehadiran wanita penyihir itu, kamu belum pernah bertemu dengan wanita penyihir itu kan ton. Lihat saja nanti kalau kamu sudah bertemu dengan wanita jahatnya itu"


"Apa seburuk itu ya Nando, kok jahat banget ya. Nggak mau ketemu deh"


Tak berapa lama wanita penyihir yang diceritakan Nando muncul dihadapan mereka bertiga.


"Lexy, apa yang kamu lakukan disitu. Cepat masuk, papa mau bertemu denganmu sekarang juga"


"Aku nggak akan pulang"


"Lexy!!!, jangan keras kepala cepat masuk ke mobil sekarang juga"


"Kamu tuli ya aku bilang nggak akan pulang kerumah"


"Dasar keras kepala ya kamu Lexy, gara-gara kamu kita nggak bisa shopping-shopping mewah iya kan ma"


"Cepat masuk sekarang Lexy, jangan membantah. Pak cepat paksa anak itu"


"Baik bu"


"Kalau Lexynya nggak mau jangan dipaksa tante" jawab Nando


"Iya tante jangan dipaksa" jawab toton


"Kalian berdua jangan ikut campur urusan saya pergi saja dari sini jangan buat saya tambah marah dengan kelakuan nggak sopan kalian ya"


"Ya ampun tante, siapa juga yang mau ikut campur urusan tante. Kita berdua cuma mau kasih tau tante kalau teman kita ini nggak mau ikut tante pulang"


"Iya nie, tante marahan mulu. Ntar cepat tua lo tante" jawab toton


"Dasari kurang ajar ya kalian, nggak sopan sama orang tua"


"Nggak sopan gimana nie tante, kita ngomongnya nggak marah-marah kok"jawab Nando


"Tante baperan nie" jawab toton


"Jangan diladenin ma, Lexy sama teman-temanya sudah nggak waras. Cepat paksa saja si anak keras kepala itu kedalam mobil. Kalau kelamaan disini nanti tas yang mau Kelly beli habis lagi"


"Iya benar juga apa yang kamu katakan, Pak cepat paksa anak keras kepala itu"


"Tuan Lexy sebaiknya pulang saja dulu, kasihan bapak dirumah selalu mencari tuan Lexy"


"Untuk saat ini Lexy nggak bisa pulang Pak, sebaiknya bapak bawa wanita-wanita ini menjauh dari saya. Kalau mereka menyakiti bapak bilang saja saya, akan saya patahkan tulang-tulang mereka berdua"


"Tapi tuan, kalau saya dipecat bagaimana???"


"Pak Ramin jangan khawatir, setengah saham perusahaan orang tua saya adalah bagian dari mendiang mama saya dan saham itu bagian saya Pak, kalau nanti bapak dipecat oleh wanita aneh itu balak bisa berkerja dengan saya. Bapak jangan khawatir. Percaya sama saya"


"Pak Ramin cepat paksa anak keras kepala itu, suruh dia masuk mobil sekarang juga. Cepat Pak saya sama anak saya buru-buru ini"


"Iya bu"


"Ini rahasia kita Pak, ayah nggak tau soal saham ini. Jadi bapak ikuti saja perintah dari sana, bawa dua wanita aneh itu kembali kerumah"


"Baik tuan, akan saya laksanakan perintah tuan Lexy. Saya juga nggak suka dengan sikap sombong ibu"


"Pak Ramin cepat Pak, kok malah bengong sih"


"Iya nie Pak Ramin, cepetan dong nanti tas yang mau saya beli keburu habis lagi" jawab Kelly


"Baik...baik..."


"Pak Ramin pulang saja, nanti saya akan menghubungi ayah memintanya untuk bertemu. Bapak jangan khawatirkan tentang ini"


"Baik tuan Lexy, kalau begitu saya pulang dulu"


"Pak, kenapa nggak bawa anak itu kesini"


Pak Ramin tidak menjawab apa yang dikatakan oleh keduanya dan masuk kedalam mobil membawa kedua wanita itu pulang kembali kerumahnya kembali.