
Hari ini Lexy benar-benar menjadi anak yang lebih penurut buktinya saja sekarang Lexy pergi bertemu guru yang tidak disukainya yang tak lain adalah Natuna Clara. Dengan keadaan yang tidak begitu baik Lexy memaksakan dirinya untuk bertemu dengannya, walaupun saat ini dirinya tidak ingin bertemu siapa pun. Lexy pergi dengan perasaan yang sangat kesal karena Natuna memintanya untuk segera pergi keruangannya saat itu juga.
"Lexy kenapa kamu harus menuruti semua yang dikatakan oleh si tuna itu, apa sebaiknya aku pergi saja dan tidak pergi menemuinya.Tapi kalau aku tidak menuruti perkataannya pasti dia akan selalu mengikutiku kemana pun aku pergi, aku tidak ingin hal itu terjadi. Bertemu beberapa menit saja jantungku sudah berdetak sangat kencang apa lagi aku harus bertemu dengannya setiap hari pasti itu tidak akan mungkin bisa-bisa aku pingsan saat didekatnya. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nantinya"
"Hai, kita bertemu lagi"
"Kenapa disaat seperti aku harus bertemu anak menyebalkan itu lagi, gara-gara dia aku tidak bisa menikmati makan siangku" batin Lexy
"Kamu mau pergi kemana????"
"Bukan urusanmu"
"Aku hanya bertanya tapi apa yang aku dapat kamu marah-marah saja bisanya, dasar orang aneh"
"Justru yang aneh itu kamu perempuan menyebalkan, sebaiknya kamu pergi dari hadapanku sekarang juga. Dasar pengganggu" batin Lexy
"Sepertinya hobimu itu melamun ya, buktinya saja dari tadi kamu hanya diam saja tanpa menjawab sedikit pun apa yang aku tanyakan. Apa sekarang kamu menjadi bisu dan tuli???"
"Jangan mengangguku dan pergilah sekarang dari hadapanku kamu membuatku merasa tidak nyaman"
"Tidak nyaman bagaimana???, dari tadi aku tidak melakukan apa-apa. Jadi kenapa kamu merasa tidak nyaman berada didekat ku, apa jangan-jangan sekarang kamu menyukaiku"
"Kamu itu bukan tipe ku jadi jangan telalu berharap aku menyukaimu"
"Hahahaha, aku hanya bercanda. Siapa juga yang mau sama laki-laki yang suka marah-marah seperti kamu"
"Terserah kamu saja, aku juga tidak peduli apa pun yang kamu katakan sekarang. Saat ini aku benar-benar sibuk dan harus segera pergi bertemu seseorang jadi pergi dari hadapanku sekarang dan kembali ketempatmu berada. Sana pergi"
"Tanpa kamu suruh, aku juga akan pergi dasar laki-laki pemarah"
"Tadi kantin kamu mengatakan kalau aku itu sombong dan sekarang kamu mengatakan aku itu pemarah, dasar perempuan aneh pergi sana. Kamu bisanya hanya menganggu saja"
"Yang aneh itu justru kamu, aku dari tadi tidak melakukan apa-apa tapi kamu selalu saja menganggapku penganggu. Lama-lama disini aku bisa menjadi tidak waras"
"Belum dijawab kamu sudah menyadarinya sendirikan"
"Jadi kamu bilang aku itu perempuan yang tidak waras"
"Bukan aku yang mengatakannya tapi kamu sendiri yang mengatakannya, kenapa sekarang kamu menyalahkan ku dasar aneh"
"Tunggu kamu mau kemana, kita belum selesai"
"Sudah kembali sana ketempatmu dan jangan menggangguku lagi"
"Buang-buang waktu saja aku harus mengganggumu, dasar menyebalkan semoga saja aku tidak bertemu denganmu lagi"
"Aku juga berharap begitu perempuan aneh menyebalkan, sudah sana pergi kenapa masih berdiri dihadapku. Melihat wajahmu saja sudah membuatku kesal"
"Aku juga kesal melihat wajahmu"
Gita berlalu pergi tanpa menoleh sedikit pun kearah Lexy berada.
"Dasar perempuan aneh, dia yang jelas-jelas salah kenapa dia yang marah-marah. Sebaiknya aku segera bertemu si tuna, baru setelah itu aku mengobati luka-luka ku ini. Dasar laki-laki pengecut sudah memukulku seperti ini malah melarikan diri. Ntah apa yang dilakukan laki-laki pengecutu itu saat ini. Pasti dia bersembunyi disuatu tempat sambil menangis"
Ternyata dugaan Lexy benar Willy mencari tempat untuk bersembunyi dan menangisi dirinya sendiri atas apa yang telah dilakukan kepada Lexy.
"Willy, sekarang kamu harus apa???. Pasti sekarang guru-guru sedang mencarimu dan memintamu untuk keluar dari sekolah ini karena kamu melakukan kesalahan yang tidak bisa diampuni. Kalau aku keluar dari sekolah ini, bagaimana aku mengatakan semuanya kepada orang tua ku. Kamu itu memang gegabah elit seharusnya Lexy yang memukulmu bukan sebaiknya. Sampai kapan aku harus bersembunyi disini"
"Untuk apa kamu harus bersembunyi seperti laki-laki pengecut Willy, pergi dan minta maaflah pasti masalahnya akan segera selesai dengan mudah"
"Nando, aku tidak bisa melakukannya"
"Kenapa tidak bisa???, kamu yang salah kamu yang harus minta maaf"
"Tapi itu semua memang pantas Lexy dapatkan jadi untuk apa aku yang harus minta maaf"
"Kalau itu yang kamu inginkan siap-siap saja keluar dari sekolah ini"
"Aku tidak mau keluar dari sekolah ini, apa yang harus aku katakan kepada orang tuaku kalau aku sampai keluar dari sekolah ini"
"Kalau kami tidak ingin dikeluarkan dari sekolah ini, pergi dan minta maaflah kepada Lexy sebelum semuanya terlambat Willy"
"Benar apa yang dikatakan Nando, lebih cepat kamu minta maaf lebih cepat masalahmu selesai"
"Baiklah aku akan segera bertemu Lexy dan minta maaf padanya"
"Pergilah keruangan ibu Natuna, Lexy sekarang ada disana"
"Cepat Willy, sebelum terlambat dan menyesalinya"
"Aku akan kesana sekarang ton"
"Pergilah sebelum terlambat"
"Tentu Nando"
Willy akhirnya menuruti perkataan Nando dan toton untuk menemui Lexy.
"Ternyata kamu hebat juga Nando"
"Tentu dong sayangku, jadi kamu tidak perlu meragukannya lagi kan. Aku bisa menjagamu dan melindungimu"
"Nando hentikan drama menjijikkan ini, aku masih normal"
"Jangan begitu sayang, lama-lama kamu pasti menyukaiku"
"Nando hentikan sekarang juga"
"Memangnya kenapa sayang???"
Toton tidak menjawab dan pergi begitu saja meninggalkan Nando sendirian ditempat itu.
"Sayang kamu mau kemana???"
"Sayang, tunggu aku"
Nando begitu senang bisa menganggu toton. Toton tampak kesal dengan apa yang dilakukan Nando kepadanya.
"Aku bilang jangan mendekat, jauh-jauh sana"
"Toton sayang"
"Nando!!!!, dasar menyebalkan. Menjauh dari ku sekarang!!!!!!!"
"Hahahaha"
"Dasar aneh"
"Hahahaha"
"Sekarang sahabatku kurang waras"
"Aku waras kok ton"
"Waras bagaimana???, tingkahmu saja aneh"
"Mungkin karena aku terlalu sayang sama kamu ton makanya aku menjadi tidak waras seperti ini. Memang benar ya kalau cinta itu buta"
"Terserah kamu saja"
"Sayangku tunggu aku"
"Kenapa tingkah anak itu menjadi aneh begini???,lihat saja nanti akan aku balas kamu Nando. Tunggu saja"
Lexy tiba diruangan ibu Natuna. Lexy mengetuk pintu ruangan itu.
"Silahkan masuk"
"Lexy kamu pasti bisa, ayo Lexy tenangkan dirimu. Ini hanya beberapa menit saja" batin Lexy
Lexy masuk keruang itu dan ibu Natuna tampak terkejut melihat kondisi Lexy saat ini.
"Lexy kamu kenapa???, ayo duduk disini biar ibu bersihkan luka-lukanya"
Lexy tidak berkata-kata dan hanya menurut saja dengan apa yang diperintahkan ibu Natuna.
"Lexy, kenapa bisa seperti ini???. Apa kamu berkelahi lagi???"
"Tidak, hanya terjatuh saja tadi"
"Jangan bohong Lexy, luka parah seperti ini bukan karena terjatuh tapi dipukul seseorang. Jujur saja Lexy"
"Aduh, pelan-pelan tuna sakit"
"Iya maaf, ibu akan pelan-pelan mengoles obatnya"
Melihat apa yang dilakukan ibu Natuna saat ini mengingat kan dirinya tentang kenangannya bersama mama tercinta.
"Mama"
"Kamu kenapa sayang???"
"Lexy jatuh dari sepeda ma"
"Sini mama akan mengobati lukanya,
Lain kali kalau bersepeda itu pelan-pelan saja"
"Iya ma, Lexy minta maaf lain kali kalau bersepeda lebih berhati-hati lagi"
"Anak pintar, ini sudah mama obati jadi besok pasti sembuh"
"Terimakasih ma, Lexy sayang mama"
"Mama juga sayang kamu"
Karena terhanyut dalam lamunan tanpa disadari Lexy sedang memeluk ibu Natuna sambil memanggil-manggil mamanya.
"Lexy sayang mama"
"Kamu kenapa Lexy, ini ibu Natuna"
"Jangan tinggalin Lexy lagi ya ma, tanpa mama Lexy selalu sendirian"
"Lexy sadar ini ibu Natuna"
"Tuna!?!!"
"Kamu kenapa Lexy???"
"Bukan apa-apa"
"Ibu sudah membersihkan luka-luka mu dan mengobatinya, setelah itu kamu ganti pakaian"
"Tapi saya tidak membawanya"
"Pakai saja pakaian ini dan berikan pakaian kotor mu"
"Untuk apa???"
"Biar nanti ibu yang mencucinya"
Lexy hanya bisa menurut saja, perhatian yang diberikan ibu Natuna mengingatkannya kepada perhatian yang diberikan oleh ibu kandungnya. Hal yang selalu dirindukan akhirnya bisa dirasakannya lagi.