This Love My Teacher

This Love My Teacher
Eps. 19 - Panik



Setibanya dikantin sekolah Toton dan Nando tampak panik melihat keadaan sahabatnya yang sedang tergeletak dilantai dengan kondisi yang tidak begitu baik. Ibu kantin ingin menolong Lexy tetapi dengan halus Lexy menolaknya dan mengatakan bahwa dirinya tidak apa-apa walaupun kondisinya saat itu cukup parah dan harus segera diobati.


"Den Lexy sebaiknya lukanya diobati dulu"


"Tidak perlu buk, Lexy tidak apa-apa"


"Jangan seperti itu den, kondisi den Lexy sekarang sedang terluka jadi biar ibu yang mengobatinya"


"Bukannya Lexy menolak kebaikan ibu, tapi saat ini Lexy tidak apa-apa. Lexy baik-baik saja"


"Sebaiknya den Lexy duduk disini, biar ibu bantu"


"Jangan buk"


"Biarkan Nando dan toton yang mengangkat Lexy"


"Kalian berdua darimana saja????, aku sudah menunggu kalian dari tadi disini. Kalian berdua kan tau kalau aku tidak suka kalau makan sendirian"


"kamu itu ya Lexy sudah luka-luka seperti ini masih saja marah-marah"


"Betul tuh Nando, kelakuannya memang tidak bisa berubah"


"Sudah-sudah nak, sebaiknya bantu teman kalian dulu biar ibu ambil obatnya dulu"


"Iya buk"


Ibu kantin pergi mengambil beberapa obat yang diperlukan untuk mengobati Lexy yabg sedang terluka.


"Lexy, kenapa kamu bisa luka-luka seperti ini????"


"Jangan mengalihkan pembicaraan ton"


"Siapa yang mengalihkan pembicaraan Lexy, kami berdua sangat panik saat melihatmu tergeletak dilantai" jawab toton


"Cerita semuanya pada kami berdua apa yang sebenarnya terjadi Lexy" jawab Nando


"Iya, ceritakan semuanya Lexy. Kenapa kamu bisa luka-luka seperti ini????, bukannya kamu pandai berkelahi kenapa sekarang penuh luka seperti ini. Cepat katakan apa yang sebenarnya terjadi saat kami berdua tidak ada disini"


"Aku akan menjawabnya asalkan kalian menjawab pertanyaan yang tadi aku berikan kepada kalian berdua"


"Pertanyaan apa Lexy???"


"Jangan pura-pura tidak tau Nando"


"Maksudmu???, aku benar-benar tidak mengerti Lexy"


"Kalau kalian berdua belum mengerti juga, akan aku ulangi apa yang aku katakan tadi"


"Baiklah, tapi sebelum itu bersihkan dulu darah yabg keluar dari hidungmu"


"Nanti akan aku bersihkan setelah kalian berdua menjawab pertanyaanku tadi"


"Dasar keras kepala, kondisi sudah separah ini masih saja membuat banyak alasan"


"Iya Nando, aku setuju. Lexy keras kepala orangnya jadi susah sekali untuk membuatnya menjadi penurut"


"Tadi kamu bilang apa ton???, aku mendengarnya dengan sangat jelas"


"Bukan apa-apa Lexy, iya kan Nando"


"Iya bukan, apa-apa. Lanjutkan saja apa yang ingin kamu katakan tadi"


"Baiklah, dengarkan aku baik-baik"


"Siap" jawab toton


"Lanjut" jawab Nando


Belum sempat Lexy mengulangi pertanyaan yang diberikan terdengar dari pengeras suara ibu Natuna meminta Lexy untuk segera keruangan nya.


"Kenapa kalian..."


"Untuk Lexy Artama diminta segera keruangan ibu Natuna Clara, saya ulangi untuk Lexy Artama diminta untuk segera keruangan ibu Natuna Clara"


"Dasar perusak suasana si tuna itu"


"Apa kamu akan kesana Lexy???"


"Mau bagaimana lagi, kalau aku terus mengabaikan si tuna itu pasti dia selalu mengangguku"


"Tapi kondisimu seperti ini Lexy, jadi kamu tetap disini biarkan aku yang menemui ibu Natuna untuk memberitahu kalau kamu tidak bisa bertemu denganya"


"Jangan ton, biar aku saja. Kamu tunggu disini dan menjaga Lexy, biarkan aku yang menemui ibu Natuna"


"Enak saja, kamu disini saja Nando biarkan aku saja"


"Aku saja ton, kamu tunggu disini saja"


"Kamu saja yabg disini Nando, biarkan aku yabg bertemu ibu Natuna"


"Tidak bisa ton, biarkan aku saja yang pergi kesana untuk bertemu ibu Natuna"


"Aku saja Nando"


"Kamu disini saja ton, biarkan aku saja"


"Sudah-sudah kenapa hal seperti ini kalian berdua ribut kan, jadi aku tau sekarang kenapa kalian tidak datang tepat waktu kesini pasti kalian berdua bertemu si tuna itu kan. Ayo jawab yabg jujur"


"Namanya Natuna Clara, buka tuna Lexy"


"Ton, jangan menambah masalah"


"Tapi apa yang dikatakan Lexy itu salah Nando, jadi aku harus memperbaiki kesalahannya"


"Iya aku tau itu ton, tapi bukan saatnya kamu tau bagaimana kondisi Lexy sekarang ini kalau kita berdua membuat masalah nya semakin banyak itu sama saja kita membuat Lexy semakin menderita ton. Jadi turuti saja apa yang Lexy katakan"


"Tapi Nando"


"Aku mohon ton, untuk kali ini saja kamu jangan berdebat akan hal ini"


"Baiklah, tapi untuk kali ini saja"


"Anak pintar"


"Jadi benar kan dugaanku kalian berdu tadi bertemu si tuna"


"Dan ibu Natuna juga menyentuh..."


"Ton, jangan dilanjutkan"


"Kenapa????"


"Ikuti saja apa yang aku katakan dan jangan banyak bertanya lagi"


"Baiklah"


"Ton, kenapa kamu diam???. Lanjutkan apa yang kamu katakan tadi"


"Yang mana ya, aku lupa Lexy"


"Si tuna menyentuh apa???"


"Oh itu"


"Iya apa, jangan banyak alasan ton cepat katakan si tuna tadi menyentuh apa???"


"Ton jangan katakan" berbicara dengan suara pelan


"Tenang saja Nando, kamu tidak perlu khwatir"


"Awas saja kamu salah bicara ton"


"Tidak akan Nando percaya saja padaku aku tidak akan mengecewakanmu sayang"


"Jangan lakukan hal menjijikkan seperti itu ton aku masih menyukai perempuan"


"Kenapa memangnya sayang???, bukannya kamu yang tadi mengatakan bahwa kamu mencintaiku jadi kenapa sekarang hatimu berubah sayang. Aku kecewa"


"Ton, hentikan sekarang juga"


"Iya sayang"


"Toton Suroton!?!!!"


"Ok..ok"


"Ton, kenapa kalian berdua sibuk sendiri???. Apa setiap pertanyaan yang aku berikan itu sulit untuk kalian jawab??"


"Sabar Lexy, ini juga mau aku jawab kok jangan terlalu emosi nanti kamu..."


"Cepat tua kan, itu yang mau kamu katakan"


"Wah, nilai 100 untuk kamu Lexy jawab yang tepat sekali"


"Ton, kenapa kamu bercanda???. Ini masalah yang sangat serius kalau Lexy bertambah marah bagaimana???"


"Maaf..maaf, terbawa suasana"


"Toton..toton, buat masalah tambah rumit saja"


"Hehehe, maaf"


"Ton cepat katakan tadi si tuna menyentuh apa"


"Hanya menyentuh..."


"Jangan katakan kebenarannya ton, aku mohon"


"Iya menyentuh apa ton, cepat katakan sekarang juga"


"Jangan katakan kebenarannya ton"


"Nando, bisa tidak kamu jangan mengganggu saat aku sedang berbicara kepada toton"


"Aku sama sekali tidak mengacu Lexy"


"Kalau kamu tidak menganggu kenapa mulutmu selalu mengeluarkan kata-kata"


"Tidak, mungkin kamu salah lihat"


"Mataku ini baik-baik saja Nando jadi apapun yang kamu lakukan terlihat jelas jadi jangan membantah lagi"


Nando tidak menjawab lagi dan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan.


"Ayo ton lanjutkan"


"Ok, tadi itu ibu Natuna hanya menyentuh buku miliknya"


"Apa!!!!, jadi yang ingin kamu katakan hanya omong kosong seperti ini. Buang-buang waktuku saja"


"Kalau buang-buang waktumu kenapa kamu ingin mengetahuinya Lexy"


"Ton!?!!"


"Iya Nando"


"Sudahlah, lebih baik aku segera menemui si tuna itu. Lama-lama aku disini bersama kalian berdua membuatku sakit kepala"


"Kalau kamu sakit ya minum obat dong Lexy, iya kan Nando"


"Toton, kamu itu ya tidak mengerti situasi dan kondis asal bicara saja tanpa berpikir dulu"


"Memangnya apa yang aku katakan itu salah ya Nando"


"Terserah kamu saja ton, aku capek"


"Apa ada yang salah dengan apa yang aku katakan Lexy???"


"Ntah lah kamu pikir saja sendiri, aku harus pergi sekarang"


"Tapi bagaimana dengan lukamu Lexy???"


"Jadi juga sembuh sendiri, aku pergi dulu Nando"


"Baiklah" jawab Nando


"Kalau terjadi sesuatu beritahu kamu berdua" jawab toton


Lexy pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh toton.