
Ibu Natuna hanya terus saja tersenyum melihat tingkah lucu ketiganya. Hal itu membuat Lexy tanpa kesal karena usahanya untuk membuat ibu Natuna pergi gagal total.
"Mau pesan apa?, nanti ibu traktir deh. Mau makan apa"
"Tadi kita sudah pesan kok bu Natuna, sebentar lagi juga datang pesanannya"
"Yakin nie sudah pesan"
"Iya ibu cantik" jawab toton
"Kalau Lexy sudah pesan makanan?"
Lexy hanya terdiam tanpa berbicara kearah ibu Natuna.
"Lexy kamu ditanyain tuh sama ibu Natuna, kok diam saja"
"Iya nie Lexy, ibu secantik ini malah dicuekin"
"Berisik kalian berdua"
"Sudah-sudah"
"Tapi ibu cantik" jawab toton
"Mungkin Lexy sudah pesan kan"
"Iya bu"
Ibu Natuna tersenyum kembali. Hal itu membuat Lexy bertambah kesal.
"Ibu cantik"
"Iya ton"
"Ibu tau nama saya"
"Tadi dikelas kita sudah kenalan kan jadi ibu bisa ingat nama-nama murid ibu"
"Wah tersanjung sekali"
"Kamu berlebihan ton"
"Kalau nama saya bu" Nando mengangkat tangannya
"Nando kan"
"Iya bu"
"Senangnya ibu cantik tau nama kita"
"Iya ton"
"Biasa aja tuh, apanya yang hebat coba"
"Iri saja nie Lexy"
"Setuju Nando"
"Siapa juga yang iri"
"Terserah deh"
"Sudah-sudah kenapa bertengkar lagi"
"Lexy tuh bu yang duluan"
"Iya bu"
"Kok sekarang aku yang disalahkan"
"Sudah-sudah, nggak apa-apa kok"
"Tapi bu"
"Ibu nggak apa-apa ton"
"Ibu yakin"
"Iya"
"Jangan tersinggung ya bu, Lexy memang begitu orangnya"
"Bu ngerti kok ton, jangan diperpanjang lagi masalah ini. Ibu baik-baik aja"
"Syurlah kalau ibu nggak tersinggung"
"Ibu Natuna mau pesan apa, nanti Nando pesankan untuk ibu"
"Iya, toton juga mau mengambilkan pesanan makanan dan minuman yang mau ibu Natuna makan"
"Apa tidak merepotkan kalian berdua??. Bukanya tadi kalian sudah memesan makanan, kalau nanti makanannya keburu dingin gimana"
"Nggak apa-apa bu, kami berdua suka makanan dingin kok, iya kan ton"
"Iya bu, apa yang dikatakan Nando itu benar. Jadi ibu Natuna mau pesan apa?"
"Kalau begitu ibu mau pesan bakso sama air putih dingin saja"
"Kenapa nggak teh es saja bu pasti segar tuh"
"Ibu nggak suka minum teh"
"Kok bisa sama seperti Lexy si bu, Lexy juga nggak suka minum teh"
"Benar begitu Lexy" tanya ibu Natuna
"Sebagian orang pasti nggak suka minum teh bukan si tuna itu saja"
"Lexy jangan bicara nggak sopan begitu"
"Iya nie Lexy, merusak suasana saja"
"Orangnya nggak protes kok kalian berdua yang repot"
"Jangan berdebat lagi, ibu mohon. Disini kita mau makan kan"
"Tapi bu, Lexy itu keterlaluan"
"Ibu nggak apa-apa ton. Jangan khawatir Sepeti itu. Ibu sudah terbiasa kok"
"Jangan hiraukan apa yang dikatakan Lexy, anggap saja ibu nggak mendengarkan apa pun yang Lexy katakan"
Ibu Natuna hanya tersenyum saja tanpa berbicara sedikit pun.
"Senyumnya manis banget"
"Iya ton, manis banget"
"Biasa saja tuh"
"Jangan hiraukan Lexy ton"
"Ok"
"Kalau begitu kami berdua pesankan makanan dan minumannya dulu ibu cantik"
"Ibu cantik ditinggal dulu nggak apa-apa kan"
"Iya nggak apa-apa"
"Lexy kamu mau ikut kita atau nggak"
"Disini saja"
"Tapi"
"Tapi apa lagi ton"
"Jangan membuat ibu Natuna nggak nyaman ya"
"Berisik"
"Janji dulu Lexy"
"Iya, iya ton. Sudah pergi sana"
"Mau pesan apa?"
"Sepeti biasanya, masa kamu lupa"
"Apa Lexy??"
"Bakso dan air putih dingin"
"Ok"
"Ibu cantik"
"Iya ton"
"Saya pergi dulu"
"Jangan rindu ya bu"
"Iya"
"Tapi"
"Tapi apa ton"
"Saya yang akan merindukan ibu Natuna"
"Jangan hiraukan si toton bu"
Ibu Natuna kembali tersenyum.
"Ibu Natuna, tunggu disini secepatnya kami berdua akan kembali"
"Iya"
"Lexy"
"Apa lagi sekarang?"
"Jaga ibu canti untuk kami"
"Lexy"
"Iya, iya ton"
"Gitu dong"
"Pergi dulu ibu cantik"
"Iya ton"
"Kalian berdua masih disini saja, sudah cepat sana. Kalau kelamaan seperti ini keburu bel masuk lagi. Cepat sana"
"Bawel banget nie si Lexy"
"Setuju"
"Cepat sana, berisik banget kalian berdua"
"Iya, iya Lexy"
"Ibu cantik tunggu disini, kita berdua nggak bakalan lama kok nanti kita lanjutkan lagi"
"Jaga baik-baik ibu cantik kami Lexy"
"Berisik kalian berdua, sudah cepat sana"
"Lexy"
"Iya, iya"
"Pergi duku ibu cantik"
"Ok"
Setelah kepergian toton dan Nando tak ada pun satu percakapan yang terdengar dari keduanya. Karena suasana semakin canggung ibu Natuna membuka percakapan.
"Lexy"
"Apa?"
"Cuek begitu jawabnya"
"Terus harus jawab apa lagi"
"Apa ibu boleh tanya sesuatu?"
"Mau tentang apa"
"Tapi maaf jika kamu tersinggung"
"Tersinggung bagaimana"
"Iya, ibu cuma menebak saja"
"Mau tanya apa"
"Kenapa kamu nggak suka minum teh?"
"Iya nggak suka saja"
"Pasti ada alasannya kan"
"Nggak ada"
"Yakin nggak ada alasannya"
"Iya"
"Ok"
"Mau tanya apa lagi"
"Nggak ada lagi"
"Ok"
Keduanya kembali terdiam tanpa ada hal yang akan meraka bicarakan lagi. Tak berapa lama toton dan Nando menghampiri mereka berdua.
"Kami datang"
"Maaf ya ibu canti kalau kami berdua lama"
"Nggak apa-apa"
"Apa Lexy menganggu ibu cantik"
"Nggak kok ton, Lexy orangnya baik kok"
"Apa????"
"Kenapa ton?"
"Ibu nggak salah kan"
"Salah apa"
"Nggak jadi"
"Ini bu cantik pesanannya"
"Makasih Nando"
"Sama-sama ibu cantik"
"Punya Lexy"
"Ini punya kamu"
"Nggak salah nie"
"Memangnya kenapa lagi Lexy"
"Nggak jadi"
"Ya ampun Lexy, terima saja deh soalnya ini yang tersisa tadi banyak yang beli jadi cuma sisa ini doang"
"Iya, iya"
"Ada apa?"
"Toton lupa kalau Lexy nggak suka makan mie yang ini, tapi yang tersisa cuma mie ini saja ibu cantik"
"Oh begitu, tukar sama ibu Natuna saja, nggak apa-apa kok"
"Jangan bu cantik"
"Nggak apa-apa ton"
"Tapi bu"
"Sini makanan punya Lexy, biar ibu Natuna yang makan dan yang ini untuk Lexy"
"Tapi bu"
"Jangan paksakan Lexy kalau dia nggak mau makan itu"
"Iya ibu Natuna"
"Ini tukar saja"
"Iya bu"
"Ya ampun ibu Natuna baik banget toton jadi terharu"
"Setuju"
"Lexy"
"Apa?"
"Terima kasih dong sama ibu cantik"
"Iya nie Lexy, nggak ada terimakasih nya sama ibu cantik"
"Makasih"
"Apa tadi Lexy, kok pelan banget ibu Natuna nggak dengar tuh"
"Iya nie Lexy, yang nyaring dikit dong"
"Cerewet banget sih kalian berdua, cuma gini doang"
"Harus dong, kebaikan itu harus dibalas dengan kebaikan juga"
"Setuju"
"Berisik kalian berdua, ganggu aku mau makan saja"
"Ayo Lexy, cepat bilang terimakasih"
"Iya, iya"
"Lexy, mana terimakasih nya"
"Iya sabar dong"
"Nggak pakai lama"
"Iya nie Lexy, cuma ngomong terimakasih doang lama banget. Toton sudah laper banget nie"
"Setuju"
"Sudah jangan dipaksa"
"Harus dipaksa ibu cantik"
"Cepat Lexy"
"Iya, ini juga mau ngomong jangan berisik dong"
"Ok, ok"
Dengan berat hati Lexy harus mengikuti apa yang diperintahkan kedua temannya untuk mengucapkan terimakasih kepada ibu Natuna. Hari ini adalah hari terburuk untuk seorang preman sekolah, karena baru kali ini Lexy harus mengucapkan kata terimakasih untuk kesekian kalinya. Karena hal itu tak pernah dia ucapkan lagi setelah ibu kesayangannya meninggal dunia. tidak akan ada lagi orang yang peduli terhadap dirinya lagi setelah ayah kandungnya memutuskan untuk menikah kembali. Kasih sayang yang dulu selalu dimilikinya kini semuanya sirna. Tak ada lagi keceriaan dan kebahagiaan yang selalu mewarnai setiap harinya. Kini tak ada lagi satu orang pun dirumahnya yang peduli terhadapnya termasuk ayah kandungnya sendiri.