This Love My Teacher

This Love My Teacher
Eps. 30 - Serba salah



Karena sedikit kesal, toton melampiaskan semua emosinya kepada Nando.


"Nando, seharusnya itu kamu membantuku bukanya memojokkan ku. Apa kamu masih berpihak kepada Lexy???"


"Aku nggak berpihak dengan siapa pun toton, kamu jangan emosi dulu"


"Kalau kamu nggak berpihak dengan siapa pun untuk apa kamu mendukungku untuk melindungi ibu Natuna. Sebenarnya kamu berniat nggak sih Nando"


"Tenang dulu ton, kamu itu telalu emosi kita bisa bicarakan ini dengan kepala dingin kan. Iya aku tau kamu nggak setuju dengan apa yang ingin Lexy lakukan kepada ibu Natuna dan aku pun setuju untuk membantumu untuk melindungi ibu Natuna. Tapi"


"Tapi apa Nando???, pasti kamu mau berubah pikiran dan mendukung Lexy melakukan hal itu"


"Toton Suroton, kamu itu terlalu terbawa emosi. Untuk apa aku selalu bersamamu walau akhirnya kamu berpikiran bahwa aku akan mendukung Lexy untuk menyingkirkan ibu Natuna dari sekolah ini"


"Kalau memang kenyataannya seperti itu, terus aku harus apa Nando"


"Toton sayang"


"Cukup, hentikan panggilan menjijikkan itu. Kamu itu sekarang kurang waras Nando, situasi seperti ini kamu masih saja bercanda"


"Kamu itu ya gemesin banget kalau sedang marah" mencubit pipi toton


"Nando!!!!, hentikan"


"Iya, maaf sayang. Hahaha"


"Dasar menyebalkan"


"Jangan marah dong sayang, aku selalu mendukungmu kok"


"Cukup Nando, aku nggak butuh basa-basi mu itu. Ini keadaan yang sangat rumit jadi jangan tambah lagi dengan kekonyolan mu itu"


"Aku konyol????, hahahah bercanda mu lucu juga ton"


"Nando!?!!, aku itu serius"


"Iya, oke. Kita serius sekarang, kenapa kamu membawaku keluar dari kelas???. Apa ada sesuatu yang mencurigakan tentang Lexy???"


"Sekarang jangan ada bercanda-canda lagi, ini adalah masalah yang serius"


"Ok sayang"


"Nando!?!!!"


"Hehehe, maksudnya toton Suroton di tampan yang mempesona"


"Iya memang itu aku"


"Kalau dipuji langsung senang, dasar haus pujian"


"Kamu bilang apa tadi???"


"Toton Suroton si tampan yang mempesona"


"Sepertinya bukan itu yang tadi aku dengarkan, coba ulangi sekali lagi"


"Toton, kamu bilang ini masalah yang sangat serius jadi kita fokus saja sekarang. Ok"


"Baiklah"


"Apa yang ingin kamu bicarakan kepadaku saat ini???, cepat katakan. Jangan membuat Lexy curiga kalau kita berdua sedang merencanakan sesuatu untuk menyelidiki kasus ibu Natuna"


Toton dan Nando tidak mengetahui bahwa Lexy sedang mengawasi keduanya dari kejauhan.


"Apa yang sedang dibicarakan oleh keduanya???, aku nggak bisa mendengarkan apa pun. Sial aku harus cari cara bagaimana mengetahui, ayo Lexy berpikir"


Seseorang anak berkacamata tebal menghampiri Lexy yang sedang berdiri didepan pintu kelas.


"Permisi kak"


"Mau apa???, jangan mengangguku sekarang. Pergi sana"


"Tapi kak"


"Kamu tuli ya, aku bilang pergi ya pergi. Sana...sana menjauh dariku"


"Tapi kak"


"Kamu itu menyebalkan sekali, cepat pergi dari sini"


"Tapi kak"


"Sebenarnya mau kamu itu apa???, cepat katakan"


"Bapak kepala sekolah meminta kak Lexy untuk segera keruangannya sekarang"


"Untuk apa Pak tua itu menyuruhku kesana, bilang saja aku sedang sibuk"


"Tapi kak"


"Anak ini memang menyebalkan, kenapa disaat seperti ini Pak tua itu memanggilku keruangannya. Apa si tuna mengadu lagi, awas saja kalau sampai hal itu terulang kembali, habislah kamu tuna. Akan ada pembalasan yang lebih menyakitkan lagi" batin Lexy


"Kak Lexy.."


"Apa lagi sekarang???, aku sudah menyuruhmu untuk pergi dan kenapa kamu masih saja berada disini. Sudah sana pergi dari hadapanku"


"Jangan lupa keruangan kepala sekolah"


"Ok, sudah sana pergi. Menganggu saja kamu"


Disaat anak berkacamata itu ingin pergi Lexy menghentikannya.


"Anak kacamata tebal tunggu dulu"


"Ada apa lagi kak???, bukannya tadi kakak menyuruhku untuk pergi dan kenapa sekarang memintaku untuk kembali kak. Aku sedang sibuk sekarang"


"Anak menyebalkan ini berani sekali dia, apa dia nggak tau siapa Lexy Artama" batin Lexy


"Jangan pergi terburu-buru"


"Tadi kakak sendiri yang menyuruhku untuk segera pergi dan sekarang memintaku untuk kembali dan sekarang kakak yang bingung mau apa???. Cepat katakan kak jangan membuang waktuku"


"Ok..ok, ada beberapa pertanyaa yang harus kamu jawab dengan jujur dan aku juga perlu bantuamu"


"Katakan saja apa yang ingin kakak tanyakan dan apa yang aku harus lakukan untuk membantu kak Lexy"


"Dari mana Pak tua itu menemukan anak aneh ini, sikapnya sering berubah-ubah. Apa jangan-jangan anak ini robot???, sebaiknya aku periksa dulu pasti ada kamera tersembunyi" batin Lexy


"Apa yang kakak lakukan???"


"Hanya memeriksa sesuatu"


"Maksudnya kakak???"


"Bukan apa-apa, jangan telalu dipikirkan hanya iseng saja"


"Dasar kakak aneh, kalau begitu aku pergi dulu kak"


"Tunggu dulu, aku perlu bantuan mu"


"Bantuan apa lagi kak???, aku sibuk"


"Hanya beberapa menit saja"


"Baiklah, tapi kakak harus janji segera pergi keruangan kepala sekolah"


"Ok, setelah ini aku juga akan pergi jangan terlalu khawatir. Bantu saja aku dulu"


"Apa yang harus aku lalukan kak???, katakan saja cepat"


"Kamu ada lihat dua orang yang berdiri disana"


"Iya, terus apa yang harus aku lalukan kak???"


"Tolong kamu cari tau apa yang sebenarnya mereka bicarakan"


"Ok, aku segera kesana"


"Apa!!!, semudah ini. Kalau seperti ini aku harus memanfaatkannya" batin Lexy


Anak berkacamata itu pergi menghampiri Nando dan Toton yang sedang sibuk membicarakan sesuatu. Lexy mulai mencari tempat aman untuk mengawasinya. Lexy tampak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh anak aneh itu.


"Permisi kak"


"Iya, ada apa???" Jawab Nando


"Kakak yang disana ingin tau apa yang sedang kalian bicarakan"


"Kakak yang mana???"


"Kakaknya disana"


"Dimana????, nggak ada siapa-siapa disana"


"Tadi kakak itu ada disana, jadi kemana dia sekarang. Kenapa menghilang begitu cepat"


"Apa kamu tau siapa orangnya???" Tanya toton


"Siapa ya namanya???, aku lupa kak"


"Kamu sama sekali nggak ingat siapa namanya" jawab Nando


"Nggak kak"


"Ya sudah, sebaiknya kamu kembali ke kelas saja" jawab toton


"Baiklah kak, aku pergi dulu"


"Apa-apaan anak itu, bukanya diam-diam mencari tau apa yang sebenarnya mereka bicarakan yang dilakukannya adalah menayakannya secara langsung. Benar-benar anak yang aneh" batin Lexy


Anak berkacamata itu pergi menghampiri Lexy yang sedang bersembunyi dibalik tembok.


"Kak"


"Kamu itu benar-benar keterlaluan ya, aku memintamu untuk mengawasinya dari kejauhan tapi kenapa kamu langsung bertanya kepada orangnya langsung"


"Tapi kakak nggak memberitahukan ku untuk melakukannya"


"Kamu bisa berpikir sendiri bagaimana cara melakukannya"


"Tapi kakak hanya memintaku untuk mencari tau apa yang sedang mereka bicarakan dan aku sudah melakukannya kan jadi tepati janji kakak"


"Pasti akan aku tepati, tapi apa mereka tau kalau aku yang memintamu untuk melakukannya???"


"Mereka nggak tau kak, karena aku lupa nama kakak siapa"


"Syukurlah kalau mereka nggak tau, pergi lah sekarang"


"Aku akan pergi tapi sebelum itu aku harus membawa kakak keruangan kepala sekolah"


"Nanti aku akan pergi kesana, kamu nggak perlu khawatir. Sudah sana pergi"


"Aku akan pergi tapi bersama kakak"


"Anak ini benar-benar menyebalkan" batin Lexy


"Ayo kak, kita pergi sekarang sebelum bel berdering"


"Ok"


Lexy Artama hanya bisa menuruti apa yang diminta oleh anak berkacamata itu.