The Transmigration Of The Goodness Death

The Transmigration Of The Goodness Death
( CHAP 8 )



Hari pun senja, Michael serta Shizuka kembali pulang ke manshion utama.


Diruang keluarga...


" Pergilah mandi dan siapkan aku makan malam " Ucapnya acuh tapi masih dengan tatapan lembut mengarah ke istrinya itu dan Di balas dengan gumaman olehnya. Mereka segera kekamar masing masing.


Beberapa menit kemudian!


Shizuka telah selesai membersihkan diri dan sekarang telah berada didapur dengan memakai celemek melindungi pakaiannya..



Ia memasak dan menatanya dimeja yang sudah ada suaminya yang sedang berkutat dengan laptopnya.



Cuaca hari ini dingin, mereka menggunakan hoodie agar tetap hangat. Memasak Cryspi Sesame Chicken dan sup rumput laut agar membuat tubuh hangat.




Mereka berdoa sebelum makan, Michael pertama tama mencoba makanan tersebut dan hasilnya memuaskan.


" Cobalah juga sup rumput laut ini akan membuat tubuhmu terasa hangat Jika dimakan saat ini " Datar Shizuka memajukan mangkuk yang isinya sup itu milik Michael dan di tolak mentah mentah oleh nya. Dengan sabar Shizuka meminta agar dirinya memakannya.


" Makanlah ini enak kok karena ini masakan ku bukan orang lain " Ucap Shizuka datar namun bangga dengan hasil makanannya.


Sudut mulut Michael berkedut, istrinya ini mencoba merayunya agar memakan sup bercampur dengan makanan hijau yang sangat dihindarinya ' Sayur '. Dengan terpaksa ia mengalah karena saat istrinya merayunya sekali membuat dia tidak kuat, karena bahkan sekali rayuannya itu membuatnya tergoda dan membuat didalam dirinya panas. Matanya membulat, ternyata sayur hijau ini tidaklah terlalu buruk, jika makanan buatan istri tentunya menurutnya.


" Tidak terlalu buruk " Gumamnya sembari menyeruput kuah rumput laut yang asapnya masih mengepul menandakan itu masih hangat, menggunakan sendok. Makan nasi dan ayam di perpadukan dengan kuah sup rumput laut yang masih panas memang cocok untuk musim dingin seperti ini, menurut Michael dan emm author tentunya πŸ˜‚πŸ˜‚.


Shizuka hanya diam sambil memakan makanannya dengan tenang sembari melihat suaminya yang menggumamkan sesutu tapi didengarnya hanya tersenyum kecil dan sang empu didepannya tak menyadari karena ia hanya fokus pada makanan masakan istrinya yang sangat enak tentunya.


Mereka pun keruang keluarga. Saat ini mereka sedang sibuk dengan laptop masing masing, Shizuka sedang mengurus data data perusahaan untuk mengetes apakah ia pantas menjadi CEO atau tidak oleh keluarganya sedangkan Michael mengerjakan sesuatu dilaptopnya, mencari data data mahasiswa/i agar ia mengetahui identitas yang mengganggu atau mendekati Shizuka.


Hening menyelimuti mereka. Setelah beberapa menit kemudian, Michael mendekati diri ke Shizuka dan duduk disebelahnya untuk melihat hasil kerja istrinya itu.


*KLIK..


SEND*..


Saat Michael duduk, Shizuka telah selesai pada pekerjaannya membuat Michael kaget tak menyangka istrinya sangat cepat mengerjakan data data perusahaan tersebut dengan beberapa menit saja seperti dirinya, namun ia ingin memeriksa apakah itu benar atau tidak.


" Biar saya lihat pekerjaan kamu, siapa tahu ada yang salah " Michael mengejek Shizuka tapi masih nada datar. Shizuka menghiraukan ejekan tersebut dan memberikan laptopnya agar suaminya melihat hasil kerjanya.


Michael men scroll dari atas sampai bawah dan mengangguk puas, istrinya memang sangat cerdas dan pintar.


" Bagus, saya bangga dengan hasil kerjamu " Ucap Michael datar sembari menatap Shizuka. Shizuka hanya menekuk sedikit alisnya, dia ini bos atau suaminya, kenapa tutur katanya seperti seorang bos yang memuji hasil kerja karyawannya.


" Hm.. kalau begitu ambil ini, dan pergilah tidur. Ini sudah malam " Datar Michael sembari memberikan kembali laptopnya.


" Kau juga pergilah tidur dan jangan terjaga dimalam hari " Ucap Shizuka sembari beranjak dari tempat duduknya.


" Selamat malam " Ucap datar Michael.


" To " Singkat Shizuka dan berlalu meninggalkan Michael yang termenung sembari bersandar pada sofa.


' Dia semakin menarik saja ' Batinnya sembari menyeringai tapi bukan niat membunuh dan menyeramkan tetapi seringai yang tak pernah terbit pada bibirnya, seringai nakal.


' Aku baru tahu kalau dia irit bicara yak, wah bisa gawat ini ! ' Batinnya berperang dengan pikirannya entah apa yang dimaksudnya.


" Hufftt.. lebih aku pergi beristirahat dari pada harus memikirkan ini membuatku menjadi gila rasanya " Gumamnya dan berlalu kekamarnya.


Malam ini adalah malam yang sunyi, dan semua orang sudah terlelap dalam tidurnya.