
Lanjut...
" Aku Ketua Gangster sekaligus Agent khusus dari Secret Intelligence Service M16, CIA, dan FBI " Ucap Shizuka dengan singkat dan santai.
" APA ! π² " Teriak mereka tercengang.
" Tidak mungkin " Pelan Caroline sembari menyugar rambutnya dan bersandar ke sofa dengan wajah tak berdayanya serta tak percaya.
" Secret Intelligence Service. MI6, yang dikenal juga dengan Dinas Intelijen Rahasia, adalah badan intelijen eksternal Britania Raya. Dinas ini bekerja di bawah arahan Komite Intelijen Gabungan, dan bekerja sama dengan Dinas Keamanan, Markas Komunikasi Pemerintah dan Staf Intelijen Pertahanan.... " Ucap Haiden.
" CIA, Badan Intelijen Pusat adalah salah satu badan intelijen pemerintah federal Amerika Serikat. Sebagai lembaga eksekutif, CIA berada di bawah Director of National Intelligence.... " Lanjut Kakek Xiao.
" FBI, Biro Investigasi Federal adalah badan investigasi utama dari Departemen Keadilan Amerika Serikat. Sekarang ini, FBI memiliki yurisdiksi investigasi atas pelanggaran lebih dari 200 kategori kejahatan.... " Lanjut Martin.
" Dan terakhir kau adalah ketua gangster " Pekik Kazumi. Mereka sungguh tak dapat percaya dengan kejutan besar ini.
" Dan yah saya kembalikan ini " Ucap Shizuka sembari memberikan kartu Black card serta kartu card lainnya yang diberikan oleh ayahnya itu.
" Kenapa kau mengembalikannya " Protes Haiden.
" Hah.. uang ku banyak. Saya tak bisa menghabiskannya kalau menumpuk " Santai Shizuka tapi bukan berniat sombong. Sedangkan Kenzo terdiam seribu bahasa dengan wajah terkejutnya.
" Impossible " Gumam Kenzo yang dapat didengar semua orang.
" Apanya yang tidak mungkin, kau juga salah satu agent di sana kan " Acuh Shizuka sembari meminum tehnya.
" BAGAIMANA KAKAK MENGETAHUINYA " Teriak Kenzo kaget karena ada yang mengetahui identitasnya.
" Eh saya hanya menebak " Acuh Shizuka dan mendapatkan pelototan dari sang adiknya.
" Eh aku keceplosan, ketahuankan " Gumam Kenzo yang tiba tiba bodoh. Kenzo menatap semua orang yang menatapnya tatapan horor membuat ia cengengesan.
" Tenang saja kami sudah mengetahuinya " Ucap Kakek Xiao sembari terkekeh.
" Bagaimana kalian mengetahuinya, sedangkan di Inteligen sudah mengunci akun serta biodata identitas diriku " Ucap Kenzo penasaran ke semuanya.
" Apa kau lupa kami itu mantan mafia " Acuh Martin.
" Bukan, kita ini keluarga besar mafia π " Ucap Kakek Xiao.
" Oh iya, tapi kenapa kalian kaget ketika Kakak menyebutkan identitasnya π " Bingung Kenzo.
" Kami terkejut karena kami mengira Shizuka ke luar negri hanya untuk belajar mengubah diri, dan ternyata hasilnya sungguh beyond our expectations. Kami juga tak pernah memantaunya karena ini permintaannya atau bisa disebut mahar pernikahan " Ucap Kakek Xiao dengan gamblangnya.
" Tidak begitu juga Xiao " Gemas Crystal.
" Iya.. tidak sayang " Goda Kakek Xiao sembari terkekeh.
" Kau sudah tua, tidak cocok dengan umurmu " Hardik Crystal sambil melotot namun tak ayal pipinya merona tipis.
" Ck.. iya iya aku kalah π " Pasrah Kakek Xiao π©.
" Jadi selama 1 tahun belakangan, apa yang kau lakukan " Tanya Michel yang sedari tadi diam.
" Makan minum, tidur, bersekolah untuk belajar, pergi menjalankan misi dan masih banyak lagi " Santai Shizuka yang dapat menjawab semua pertanyaan Michael.
" π " Michael hanya memasang wajah poker facenya mendengar jawaban yang sangat jelas dari istrinya walau bukan itu yang ia dengar.
" Swag " Gumam Caroline dan Kenzo π.
" Suami kau bos mafia kan " Tanya Shizuka dengan datar.
" Kau tahu " Bukan menjawab tapi Michael bertanya balik.
" Karena kita keluarga besar mafia " Ucap Shizuka mengikuti perkataan Kakek Xiao sambil ditekan membuat Kakek Xiao menatapnya dengan garis tiga diwajahnya.
" Terserah " Ucap Michael sembari memutar bola matanya malas.
" Kakak~ " Ucap ragu Caroline.
" Iya " Datar Shizuka sembari menatap adik iparnya itu.
" Bisakah kau membuatkan dessert untuk kami. Kami ingin merasakan kue buatanmu " Ragu Caroline dan semua menatap Shizuka dengan tatapan berharap.
" ... " Shizuka diam.
" Ka.. kalau kau tidak mau yasudah, kami tak ingin merepotkanmu " Ucap Caroline sedikit terbata sambil tersenyum tipis sedikit paksa.
" Kenapa " Ucap Shizuka setelah diam beberapa saat.
" Hah " Bingung Caroline dengan perkataan singkat singkat dari Kakak iparnya begitu juga yang lainnya yang penasaran akan itu.
" Kenapa, apa kau ngidam " Ucap Shizuka sembari menatap Caroline penuh selidik. Sedangkan semua sudah menampakkan ekspresi tiga garis diwajahnya dan ingin melemparkan bantal sofa namun mereka urungkan dan harus berpikir dua kali untuk itu.
" Kakak aku tidak ngidam " Gemas Caroline.
" Terus " Datar Shizuka.
" Saya akan kedapur " Singkat Shizuka berdiri dan mulai melangkah.
" Mau apa ke dapur " Pertanyaan bodoh dari Kenzo.
" Berak " Ketus Shizuka dan berjalan ke dapur meninggalkan semua orang di ruang keluarga yang sedang menertawakan kebodohan Kenzo.
" π " Kenzo hanya diam dengan wajah tiga garis.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
10. 56 p. m.
Shisuka telah kembali dari dapur selama beberapa jam berkutat dengan alat dapur untuk membuat kue sekalian dengan minumannya.
Shizuka menaruh semua makanannya di meja tanpa disadari oleh orang orang karena sibuk dengan urusan masing - masing.
" Ekhem " Suara batuk dari Shizuka membuat mereka mengalihkan perhatiannya.
" Wow " Ucap mereka dan segera berkumpul ke meja.
" Apa ini tidak ada sianidanya " Selidik Kazumi.
" Apa kau meragukanku " Datar Shizuka ke ibunya itu.
" Entahlah tapi kelihatannya enak " Kata Kazumi sembari cengengesan.
" Apa sudah boleh dimakan " Tanya Caroline.
" Silahkan " Ucap Shizuka dan mereka berterima kasih dan makan.
" Kalau diet makan ini " Kata Shizuka sembari menunjuk mousses rasa stroberi dengan topping berri dan cream yang sudah di di panaskan menggunakan alat pembakar makanan.
" Kau terlalu banyak membuatnya " Ucap Martin sembari menyantap buah buahan dengan yogurt sebagai topping pemisahnya.
" Gulanya pas " Ucap Crystal sembari menyantap salah satu dessert box disana.
" Agar tidak membuat gula darah kalian tidak naik dan diabetes " Ucap Shizuka.
" Hei kak, dessert ini dari mana kau mendapatkan resepnya " Ucap Kenzo sembari mencicipi dessert dengan rasa coklat itu.
" Tidak dari mana - mana, hanya saja saya tertarik membuat itu karena sedang trending di China " Ucap Shizuka.
" Benarkah " Ucap serempak Kakek Xiao dan Martin yang tadinya mendengar semua apa yang dibicarakan tentang tanah airnya.
" Hm " Gumam dari Shizuka.
" Enak " Gumam Michael sembari menyantap Dessert box rasa tiramisu.
" Ini minumnya " Ucap Shizuka.
" Baiklah " Ucap mereka serempak dan lanjut makan.
Ok Skip....
" Bagaimana " Tanya Shizuka.
" Ini sungguh enak dan kadar gulanya pas " Riang Kenzo karena suasana hatinya sedang baik setelah merasakan dessert buatan dari kakaknya itu.
" Iya, aku tidak menyangka anakku pintar memasak. Karena dulu aku tidak pernah mengajarimu, sempat aku khawatir kau tak bisa memasak untuk suamimu tapi karena suamimu meyakinkanku kalau mempekerjakan koki disana membuat kami bernapas lega " Jelas Kazumi terharu dengan perubahan anaknya yang dulunya culun, dekil, berpenampilan nerd, kutu buku karena suatu kejadian. Dan sekarang anaknya sekarang sudah seperti gadis yang sangat istimewa. Semua disana pun merasakan hal yang sama.
" Jangan khawatir, saya sudah bilang kan kalau saya ingin mengubah diri untuk kalian agar tidak membuat kalian repot " Ucap Shizuka.
" Kami tak merasa direpotkan " Sanggah Mereka.
" Terima kasih " Ucap Shizuka tulus sembari tersenyum sangat tipis tapi terlihat membuat mereka melihat sesuatu yang sangat mengejutkan sangat sangat kaget, termasuk Michael.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
...Maaf Gaje... !...
Jangan lupa Like, comen, vote, serta dukungan yak π