
Happy Reading...
πππππππ
Yang tak suka keuwuan, jangan lihat... mengandung konten sedikit vulgar !
Jung Corp... !
Sudah waktunya jam makan siang, itu tidak membuat Michael beranjak dari duduknya.
Tok...
Tok...
Tok...
" Permisi pak, saya ingin memberikan dokumen " Suara yang terdengar dari luar.
" Masuk " Tanpa ba bi bu seseorang membuka dan menampilkan sosok wanita yang berpenampilan cukup sopan namun terbuka di bagian dada dan pangkal paha. Sepertinya saya tidak bisa memikirkan pakaian ini sopan atau tidak π π .
" Ini dokumen nya pak, silahkan ditanda tangani " Michael hanya acuh akan kehadiran wanita itu.
Michael menatap dingin dan tajam kearah Karyawatinya yang masih berdiri disana.
" Ada yang bisa saya bantu " Mengerti akan tatapan Michael ia berucap dengan sopan.
" Tdk " Dingin Michael dan lanjut mengerjakan dokumennya. Wanita itu merenggut tapi menyeringai licik diam diam. Maju dan menduduki paha Michael sekali hentakan agar pria itu tera*gs*ng.
Bugh...
" What are you doing ! " Suara Michael menjadi lebih mengerikan sekarang dengan aura tiraninya muncul dan menyeruak diseluruh ruangan. Dan wanita itu tak menyadari nya dan hanya terus menggoda dengan tatapan polos dan butuh belas kasih.
Brukh...
Akh...
Michael menyentak kasar karyawatinya ke lantai tanpa ampun.
" Apakah bapak tidak menyukai saya, saya itu cinta sama bapak "
" Saya bukan bapak kau j*l*ng " Bentak Michael membuat wanita itu menangis.
" Kenapa, apa ada salah kalau karyawan cantik sepertiku menyukai bosnya sendiri hiks " Tangis nya dengan pede.
" Kau jelek " Mata wanita itu melotot dengan mata yang basah.
" Benarkah "
" Hm... make up kau luntur_- " Datar Michael.
Segera mengambil kaca kecilnya dan bercermin.
" Kenapa wajahku menjadi seperti ini " Teriak nya tanpa sadar dan lebih fokus ke cerminnya.
Canda luntur πππ...
Gini aja, nggak tau mau kyak gimana π .
Michael melihat tingkah karyawatinya hanya menggeleng kepalanya kesal. Kenzi yang sedari tadi bersandar dibalik pintun hanya terkekeh sinis.
" Pak, kau mencintaiku kan. Belikan aku make up " Gila wanita itu tak tahu diri sembari memegang tangan Michael berharap, nggak tahu diri emang π. Michael menepisnya sebelum tangan menjijikan itu memegang tangannya.
" Jangan harap dan kembali sana, kau menjijikan " Michael menatap ilfil wanita itu dengan dibuat buat.
" Bodyguard " Masuklah dua pria berbadan sangat kekar dan menunduk menunggu perintah.
" Bereskan " Michael berjalan keruangan pribadinya tanpa memedulikan mereka, yang pasti dia sampai ke WC dan membersihkan dirinya dari kuman.
Dibawah air shower, Michael menahan tubuhnya dengan tangan kedepan dinding dan menutup matanya.
" Wanita sangat menjijikan, aku membencinya " Itu yang ada dipikirannya dan menggosok badannya kasar hingga kulitnya memerah.
Keluar dari kamar mandi dan menemukan pakaiannya sudah ada dikasur. Menaikkan sebelah alisnya dan menatap sekitarnya.
" Bagaimana kau mengetahui ruangan ini ? " Bingung Michael dan mengganti pakaiannya ditempat tanpa mempedulikan tatapan larangan dari Kenzi. Perempuan itu menghela napas dan menutup mata dan menaruh kedua tangannya ke belakang kepala.
" Saya mengikutimu dari belakang " Gumamnya.
Michael terkekeh kecil dengan tingkah menggemaskan Shizuka. Mendekat dan mengangkat Shizuka dan sedikit melemparkan Shizuka untuk memindahkannya dikasur.
Shizuka tersentak ketika merasakan tubuhnya dilempar dan rambut alias wignya dilepas begitu saja membuat rambutnya berhamburan menutupi wajahnya.
" Kenapa kau melakukan ini " Gerutunya sembari menyugar rambutnya.
" Ah... peluk saya " Michael memeluk Shizuka tanpa memakai pakaian atasnya dan dibiarkan telanjang, tanpa tahu apa efek sampingnya.
" Biarkan saya membuka ini dulu " Mata Michael melotot.
" Eh apa yang kau lakukan " Michael menjadi gelisa ketika melihat Shizuka yang membuka jas nya dan kemejanya.
" Disini panas, kau tak menyalakan ac nya "
" Apa kau tidak menyalakan ac saat saya mandi "
" Saya tidak tahu dimana remotnya " Oh Michael mengingat ia pernah melempar remot ac itu keluar jendela belum lama ini. Entah kemana sekarang remot itu berada.
" Saya sudah membuangnya "
" Benarkah " Michael menatap Shizuka dengan bungkam.
Glek...
Ghibran susah payah menelan salivanya melihat betapa sexy nya Shizuka saat ini.
Namun tak ayal dia meledek Shizuka.
" Dada kau rata " Shizuka menatap tajam Michael membuat sang empu meneguk susah salivanya ketika melihat garis diantara ' nya '. Kenapa Shizuka sangat menggoda, ingin rasanya dia menerkam Shizuka sekarang.
Bukannya tidak rata, hanya saja dadanya juga tertutupi oleh sebuah korset agar meratakan dadanya.
" Apa kau ingin melihatnya " Remeh Shizuka sembari memperbaiki sport br* nya.
Michael sudah sangat susah menelan salivanya, ia berkeringat karena api mulai naik.
" Saya pinjam wc sebentar " Tanpa menunggu jawaban Shizuka berlalu meninggalkan Michael yang mencoba mengatur napasnya yang tiba tiba memberat dan memburu.
" D*mn " Michael mengacak rambutnya.
Cklek...
Michael menatap Shizuka yang sudah menggunakan baju kaos oblong miliknya. Nampak besar hingga sebelah bahunya kelihatan.
Tin...
Tersadar akan suara, Michael menatap Shizuka yang memegang ponsel dan mengarahkannya ke ac. Sepertinya dia menggunakan aplikasi untuk menyalakannya.
Shizuka menaruh poselnya disamping nakas dan baring disamping Michael dengan nyaman.
" Apa kau lelah " Tanya Michael sembari menyisir rambut Shizuka.
" Hm " Menutup mata tanpa tahu Michael mendelik.
" Peluk " Shizuka tanpa ba bi bu menarik Michael masuk kedalam dekapannya.
" Berisik " Ketus Shizuka.
" Cih " Decih Michael tak peduli dan hanya memeluk Shizuka dan meneggelamkan kepalanya di ceruk leher, tempat ter favoritnya ketika ingin tidur, ah tidak tapi semuanya.
" Kau harum, aku suka " Gumamnya serak.
" Tak peduli " Michael tak peduli dan hanya memeluk dengan nyaman.
" Balas dong " Ketus Michael.
" Ck... iya - iya " Lama - lama bisa kesal ini Shizuka.
Tangan kecil itu perlahan menelusup di pinggang kekar Michael. Michael seketika menegang dan menggeram hampir mendesah, sial lagi - lagi dia terkena dampaknya.