
Happy Reading...
👿👿👿👿👿👿👿
Dirumah utama Michael...
Brukh...
" APA KAU GILA! " Kenzi menajamkan sedikit matanya ketika suara Michael memekakkan telinga.
" Apa kau sudah senang dengan gender palsumu itu, hingga kau melamar seorang gadis " Kecewa Michael.
Setelah mendengar apa yang diucapkan Vanya sebelumnya, Michael menarik paksa Kenzi untuk pulang.
" ... " Kenzi hanya mendatarkan wajahnya.
" Saya kecewa dengan dirimu " Setelah mengatakan hal tersebut Michael pun berlalu meninggalkan Kenzi dengan yang masih dalam menatap nya dengan datar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam hari...
Shizuka keluar dari kamar nya, dan berjalan ke depan pintu kamar milik Michael. Mendekatkan daun telinga nya ke dinding pintu, mendengar apa yang Ada di dalam sana.
Mata dia tiba-tiba menajam dan terlihat mengerikan, namun dalam sekejap berubah menjadi datar. Menjauh dan perlahan berlalu dari sana.
Sementara didalam kamar Michael...
Terlihat seseorang yang sedang tertidur diatas tempat tidurnya dengan cahaya rembulan menyiraminya. Tiba-tiba matanya terbuka dengan cahaya kemerahan, perasaan aneh dan tidak asing menyelimuti perasaan Michael.
Perasaan ini?...
Deg...
" Akh... " Ringis nya sambil mencengkram dada nya.
" AAAKH...! " Histeris Michael.
Aura dalam ruangan berubah dalam sekejap, bersamaan dengan perubahan Michael dengan rambut panjang nya yang terlihat mencolok. Berubah menjadi sosok yang tak terduga.
Cklek...
Criit...
Shizuka merasa dingin di belakangnya pun berbalik.
" ... "
Tidak ada seorang pun dibelakangnya, dia membalikkan badan nya dan kembali memakan pisang ditangannya.
Aku lapar... Monolog Shizuka.
Sesuatu mendekat...
BRAK!..
Shizuka dengan cepat menghindar, tatapan nya mendatar ketika melihat seseorang yang nampak tidak asing di matanya.
Dia...
Shizuka berkedip sekali karena sesuatu masuk dalam matanya, kemudian bayangan itu pun menghilang.
Feeling nya berkata...
Dibelakang...
Srak...
Brak...
" Aku tidak menyangka ada yang bisa menghindari seranganku " Sosok itu pun muncul dari asap yang bertebaran dimana-mana, dia berjalan ke hadapan Shizuka.
" Kau... "
" Apa kau mengenalku? "
" Hmm... Aku merasa kamu tidak asing, tapi... " Tangan berurat itu perlahan mengelus pipi lembut Shizuka.
" Kamu nampak lezat " Sosok itu menyeringai sambil menjilat bibir nya yang nampak menggoda.
" Ngh... " Tangan itu mencekik leher Shizuka tanpa aba-aba.
" Biarkan saya mencicipi leher mu itu " Seringai itu menampakkan taringnya. Bibir itu mendekat dengan tatapan lapar nya. Namun...
" Akh... " Sosok itu menggigit tangannya sendiri entah kenapa.
" Apa kau tipe berbasa-basi " Ucap seorang gadis yang berasal dari atas sana.
" Hhh..., aku tidak yakin " Kekeh sosok itu.
" Hhm... " Sosok itu mencul tepat disampingnya.
" Apa kau mau bermain kejar-kejaran " Setelah mengatakan hal tersebut, gadis itu pun menghilang di telan asap yang ia buat sendiri.
Sosok itu menggeram, dan mulai bergerak dengan kecepatan yang tak dapat di lihat oleh mata telanjang.
" Xixixi... kau nampak menggemaskan " Kekeh gadis itu seram.
" Sial " Dengan gerakan slow, sosok itu muncul dibelakang gadis itu dengan tangan terbuka.
Brukh...
" Hah... " Gadis itu duduk diatas sosok itu.
Tak...
Srup...
" Ah "
Cuih...
Muncul sebuah sinar emas yang berasal dari batang leher sosok itu.
" Apa kau mau minum darah? " Tanya gadis itu.
Angguk sosok itu...
" Gigit " Dingin gadis itu.
Tak...
Srup...
Perlahan mata itu meredup...
Gadis itu menjauh, menatap sosok itu yang berada di atas ranjang.
" Maafkan aku "
Pendengaran sosok itu berdengung...
" Michael "
Mata itu benar-benar tertutup, Shizuka menatap langit di atas sana.
" Di mulai "