
Happy Reading...
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
" Rencana selanjutnya di mulai " Ucap seseorang misterius itu sambil menyeringai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Maafkan aku " Ucap seorang pria yang duduk bersimpuh dihadapan seorang wanita yang menatap nya tanpa minat.
" Edrea "
" Diamlah, aku tidak mau mendengarkan suara mu " Tajam Edrea membuat Zafier terdiam.
" Bawa mereka " Perintah Michael.
" Siap " Mafioso Michael pun mengunci dan membawa Edrea yang terlihat suka rela dengan Zafier yang memberontak.
" Lepaskan Edrea, bawa saja aku " Kata Zafier tak terima dan memberontak.
" Diam! " Sentak mafioso itu tak membuat Zafier gentar.
" Sialan hei lepaskan dia " Mereka perlahan menjauh.
" King, ini jubah anda " Michael mengambil jubah hitamnya seperti nama mafia mereka, namun milik Michael berbeda dari yang lainnya.
" Apa kau tdk menghubungi istri mu? " Tanya gadis itu sambil memperbaiki seragam nya.
" Nanti saja " Acuh Michael.
Gadis itu diam-diam menyeringai.
Klik...
Telinga tajam mereka pun mendengar jelas suara itu.
Dor...
Tembakan beruntun untuk mereka, mereka dengan segera menghindar dengan gesit. Michael terkadang menggunakan senjata nya dengan tenang dan menembak ke segala arah namun tepat mengenai sasaran nya.
Suara jerit kesakitan memenuhi ruangan tersebut. Gadis itu yang tidak memegang senjata apa pun hanya menghidar dengan rencana yang sudah tersusun di otaknya.
" Gunakan ini " Michael melemparkan pistol Glock 17 milik nya dengan enteng, gadis itu menangkapnya.
" Sy tdk membutuhkannya " Datar gadis itu.
Michael acuh namun diam-diam merenggut kesal tapi tertutup dengan aura nya.
Hingga pertarungan itu pun berhenti ketika suara seseorang yang berasal dari arah utara yang dimana itu adalah arah pintu keluar masuk berada.
" King Black Cloaked Mafia "
Drap...
Drap...
Drap...
Langkah kaki itu terdengar jelas ditelinga mereka, mereka menatap sang empu dengan raut masing-masing. Gadis terutama Michael menatap dingin pria yang datang dengan angkuhnya itu, sedangkan pria itu terlihat menyeringai sombong ke Michael.
" Halo king, maaf tapi hari ini adalah hari yang sudah aku tunggu selama bertahun-tahun ini jadi. Rencanaku di mulai dari sekarang jadi berhati-hatilah " Kata pria itu sambil mengangkat kepalanya angkuh.
" Ah tapi aku tdk akan meninggalkan jejak sebelum... "
Boom...
Ssshh...
" Gawat, ini gas yang mudah terbakar " Pelan mafioso milik Michael yang masih memasang wajah datarnya.
Sedangkan pihak Michael hanya diam tidak merasa panik atau terganggu sedikit pun namun hanya santai.
Namun...
Brrsshh...
Awas!!!...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Bajingan itu ternyata licik " Kata Michael dengan suara rendahnya.
" Cih, seharusnya kau yg harus aku tanyakan " Sinis pria yang terlihat perawakan itu.
" Ada apa dengan dirimu? " Tanya Michael yang tak mengerti karena sejak awal dia mendapat aura yang tidak bersahabat dari pria ini.
" Apa kau tdk sadar "
" Tdk " Singkat Michael.
Pria itu menghela napas.
" Papa menuntut penjelasan mu Michael " Setelah mengucapkan itu Martin keluar dari ruangan yang steril itu.
Michael yang mengerti itu pun paham mengapa papa nya seperti itu.
" Hah, mungkin dia akan membenciku " Gumamnya tak berdaya.
Flashback...
Awaaass!!!...
Kaget? Tentu saja mereka kaget. Ruangan ballroom yang tadi nya mewah dan elegan kini terbakar habis.
Jagoan merah memenuhi ruangan tersebut dan jangan lupa ternyata gedung yang ditempati oleh perkumpulan para mafia kini terbakar hangus. Ternyata pria itu telah lancang dan berani membakar kerajaan turun temurun itu, mungkin dunia akan gempar akan hal ini.
Keadaan pihak Michael pun sedikit mengkhawatirkan. Tapi ada hal aneh yang terjadi, para mafioso dan anggota lainnya yang berada di dalam ruangan kini berada di sebuah hutan yang tak jauh dari kawasan Istana itu.
" Heh, bagaimana bisa!? " Pekik salah satu mafioso secara tak sadar.
Yang lain pun merasa sama terkejutnya, fenomena yang menimpa masih berbekas dipikiran mereka dengan jelas.
Michael pun sama terkejutnya dengan yang lainnya, dia yang tadi nya berada di dalam kini sudah berada diluar dengan jarak yang sangat jauh dengan kerajaan terbakar itu.
Namun ada satu yang ada dipikirannya.
" NONA!... " Michael mendengar teriakan itu pun berbalik dan membola kan matanya.
" Oh tidak " Bisik Michael panik dan segera mendekat.
Bahkan ada yang menjadi korban tetapi tidak parah namun mereka lagi-lagi terkejut dan merasa aneh.
Gadis itu...
Ya!...
Hanya gadis itu yang terluka lebih parah dari yang lainnya. Bahkan membutuhkan penanganan yang lebih lanjut.
Michael terlihat kalang kabut.
" Siapkan helikopter, kita langsung terbang ke markas " Kata Michael datar menyembunyikan kekhawatirannya.
" Baik "
Flashback off