
...HAPPY READING ! π«...
...----------------...
Tit..
Tit..
Tit..
Bell telah berbunyi...
" Baiklah, karena bell jam istirahat telah berbunyi, silahkan kalian lanjut dirumah tugasnya dan beristirahath " Ucap dosen dengan sedikit bumbu desahan, ya dosen itu yang mengajar dikelas Kenzi.
" Baik " Serempak sekelas. Mereka membereskan buku dan pergi keluar kelas. Kenzi mengeluarkan earphone serta ponselnya yang bermerk apel digigit itu dan berjalan keluar kelas.
Berjalan sembari memasukkan ponselnya serta kedua tangannya ke saku dan berjalan dengan cool serta tatapan datarnya tapi sialnya itu yang dapat menjadi daya tariknya sendiri membuat para kaum hawa tak kuat bahkan para kaum adam sudah bersembunyi di sudut karena terkalahkan oleh ketampanannya.
' Ck.. Berlebihan ' Batin Kenzi malas. Sesampainya di kantin...
Kenzi berjalan kearah meja yang sudah ada beberapa orang yang sudah mengisinya dan tersisa satu bangku yang belum terisi, mendudukinya tetapi tak ada yang menyadari kehadirannya.
" Woy siapa yang pesan " Ucap salah satu pria disana, namanya Yuka Ryu Tama.
" Lo aja, kan yang biasanya elo " Ucap pria disebelahnya, yang bernama Aldo Putra Wijaya.
" Biar gw aja, woy temenin gw " Ucap wanita yang bernama Liora Putri Purnama ke Aldo.
" Ck.. iye iye " Malas Aldo sembari beranjak.
" Eh tunggu kalian pesan satu porsi lagi " Cegah wanita dengan datar, Amber Taylor Kimberly.
" Ok " Ucap mereka berdua sembari berjalan ke stand makanan.
" Untuk siapa " Heran Yuka.
" Ck.. apa kau lupa, hari ini si Ketua kampus disini juga. Makanya kau jangan didepan layar terus " Ucap pedas seorang pria yang sangat tampan tapi masih bisa dikalahkan oleh Michael dan Kenzi, Agust Hartigan Smith.
" Ck.. pedas sekali ucapan mu bos " Ucap Yuka nelangsa. Pria yang bernama Agust yang dipanggil Suga itu hanya mengacuhkannya.
" Ekhem " Deheman membuat meja yang disini menatapnya.
" Siapa " Datar Amber. Kenzi tak menjawab, tetapi menatap mata Amber dengan sedikit tajam membuat Amber tertegun.
" Ke.. ketua " Ucap Amber terkejut sama halnya dengan yang ada dimeja.
" What.. " Serentak mereka membuat Kenzi menatap semuanya tajam karena semua penghuni kantin menatapnya dan langsung heboh melihat Kenzi dan orang orang dimeja, karena mereka adalah Mos Wanted di kampus ini + Kenzi melengkapi semuanya bahkan sangat sempurna. Mereka langsung terdiam seperti manekin karena tatapan elang dari Kenzi membuat mereka takut dan hanya diam tetapi tidak dengan kehebohan sekitar.
" Ck.. URUSAI ( Berisik ) " Sentak Kenzi dengan menatap semua nya tajam membuat seisi ruangan langsung hening seperti tak ada bersuara, bahkan mereka lupa bernapas dengan benar.
" Makanan datang " Ucap seseorang tiba tiba dengan riang, mereka adalah Liora dan Aldo.
" Ehh.. Siapa ini " Ucap Liora ringan.
" Ke.. ketua " Gumam Aldo terbata - bata membuat Liora terkejut ingin berteriak tapi mulutnya sudah ditutup oleh tangan Yuka.
" Jangan memanggilku Ketua diluar " Desis Kenzi sembari menatap semua orang orangnya itu.
" Ba.. baik " Ucap mereka terbata bata. Kantin menjadi sunyi bak tak ada kehidupan sesampainya itu.
" HALO - HALO SEMUANYA ! DONG PYO YANG IMUT DAN SEXY INI COME BACK " Teriak riang seorang pemuda dari pintu kantin yang bernama Son Dong Pyo itu sembari berjalan ria ke arah meja tempat Kenzi berada, itu membuat semua langsung bernapas lega karena ada yang memecahkan keheningan dengan heboh, tetapi itu membuat mereka menatap horor ke Dong Pyo.
" Wah.. Ketua sudah datang, bagaimana kabarmu bos " Ucap Dong Pyo tak berdosa sembari duduk dan mengambil makanan yang ada langsung dimakannya.
" Ck tak sopan " Ucap Aldo sembari memutar bola matanya malas.
" Hm.. " Deheman saja dari Kenzi sembari memakan makanan nya.
" Wuihh bos kau sangat tampan, But I'm sorry boss, I feel I'm the most handsome " Ucap Dong Pyo dengan narsis, membuat mereka memitar bola matanya malas. Handsome apanya, mereka merasa Dong Pyo itu masih kecil dengan wajah imutnya tapi mereka tidak merasakan ketampanan sedikit pun dari wajahnya, hanya imut dan manis seperti orang loly.
Dibanding dengan wajah bosnya, wajahnya memang imut tetapi ada juga dewasa dan tampannya itu membuat wajahnya semakin unik sebagai orang tampan walau mereka tahu bahwa ketua mereka ini seorang emm gadis.
" Kampret lu, wajah begitu dibilang tampan " Ucap Aldo malas.
" Hikz.. Hati adik sakit, huaaa.. mami " Ucap Dong Pyo nelangsa dan lebay, membuat mereka semakin malas melihat kelebay an nya.
" Ck.. Kumat dah tu jurus lebaynya " Ucap Liora.
" Hai " Ucap seseorang dengan ketiga antek anteknya dibelakang membuat mereka mengalihkan perhatiannya kecuali Kenzi yang sedang duduk bersandar di Kursi sembari menutup matanya tenang karena ia telah selesai dengan makanannya.
" Ada apa " Ucap Amber dengan Datar dan malas melihat orang didepannya ini, seorang ratu Bully ing di kampus ini.
" Dimana kau mau duduk, disini kursi sudah penuh " Ucap Yuka datar.
" Emm kita akan menggeser kursi yang disana dan menggabungkannya " Ucap Ratu itu dengan menunjukkan tempat kosong yang sudah mereka duduki sedari tadi agar bisa duduk dengan para Most wanted kampus ini dan ingin mendekati Pria yang sedang duduk dan menutup mata disana. Mereka hanya memutar bola matanya malas, dasar cabe cabean. Suga ingin berkata tetapi tertelan begitu saja karena...
" Hm silahkan " Ucap Kenzi dengan datar membuat mereka semua menatap Kenzi dengan terkejut. Ratu Bullying yang bernama Cabemirah ini ( Maaf saya tak bisa biat nama karena bukan keahlian, jadi kasih nama haram itu aja yak! Maafkeun author ini! Tapi lucu juga namanya π ) dengan para antek anteknya itu pun merasa senang dan berjalan cepat kearah meja mereka tadi dan mengambil 3 kursi saja karena ingin membuat alasan lain.
Meletakkan kursinya dan duduk disebelah para lelaki dan duduk. Orang yang dimeja itupun menyeringai tipis.
' Sepertinya akan ada pertunjukan yang seru ' Batin mereka.
Hal yang nekat membuat semua orang terkejut adalah, Cabemirah itu duduk di paha Kenzi membuat perempuan orang yang ada dikantin diam diam iri, ya semua penghuni kantin menatap kearah meja most wanted tersebut.
Kenzi membuka matanya melihat siapa yang berani duduk dipahanya.
" Apa yang kau lakukan " Desis Kenzi dengan nada rendah dengan wajahnya menggelap dengan napas memburu.
Disisi lain...
" What.. Lancang sekali dia " Teriak Kazumi.
" Astaga jalang itu " Gumam Caroline malas.
" Hohoho.. ada sepertinya akan ada adegan seru " Ucap Kenzo cengengesan sembari menatap layar itu tanpa kedip.
" Kurasa Shizuka terlalu sempurna untuk jadi pria " Ucap Papa Martin sembari terkekeh menyeramkan, tak suka melihat jalang itu duduk dipangkuan menantunya.
" Sungguh tak terduga " Ucap Kakek Xiao dan Crystal sembari menggelengkan kepalanya, kasihan. Lihatlah wajah cucunya itu sudah gelap dan menyeramkan, apakah wanita itu tak menyadari dan takut dengannya ?.
Michael hanya diam dengan dengan wajah gelapnya dan aura tiraninya yang sudah pekat pun membuat yang ada di ruangan pun merasa takut kecuali Martin, Haiden, dan Kakek Xiao karena ini baru sedikit aura yang dikeluarkan belum semuanya jadi syukur aja.
' Sialan! berani sekali Jalang itu duduk dipangkuan istriku, apakah dia sudah bosan hidup ' Batinnya menggeram murka karena ada yang menduduki paha kesayangannya yang sudah ia pakai jadi bantal yang nyaman untuk ditiduri, dan sekarang jalang itu berani beraninya! .
Kembali ke Kenzi...
' Apakah si ***** ini sudah siap masuk dunia lain ' Batin Yuka.
' Beraninya si Jalang itu duduk di pangkuan Ratuku ' Batin Dong Pyo dan Amber.
' Astaga rasanya gw mau mutilasi jalang itu karena menduduki pangkuan si bos ' Batin Aldo dan Liora.
BRUKK..
AKH...
Kenzi menghempaskan Cabe tersebut membuat nya tersungkur dengn tidak elitnya.
" Bwuahahahks ngakak njirr " Ucap Aldo sembari tertawa membahana melihat pemandangan tersebut, Yuka langsung menabok kepala Aldo karena masih sempat sempatnya tertawa diwaktu yang tidak tepat.
" Astaga Bosku pahamu tak suci lagi, ayo kita pergi bersihkan pakai bunga 7 kembang rupa " Heboh Dong Pyo dan Lagi lagi Yuka menabok kepala cantik si Dong Pyo itu membuatnya meringis karena pukulannya tidak main main, sedangkan antek anteknya juga sudah terkapar barsama dengan Cabemirah itu.
Suga, Amber, dan Liora hanya diam dan menggeram marah. Kenzi merasa sangat marahpun menendang meja disampingnya membuat meja itu patah serta hancur seketika. Dengan aura tiraninya ia berjalan mendekati Cabe yang sudah berani menduduki pahanya itu dan jongkok mensejajarkan dengan wajah jalang itu. Mencengkram rahangnya dengan kuat membuat Cabe itu meringis dan bergetar takut menatap mata yang menghunus kepada dirinya itu.
" Kenapa tante melakukan itu " Ucap Kenzi dengan nada rendah membuat seluruh kantin diam diam menahan tawanya bahkan guru yang sedari tadi melihatnya pun sama dan memilih tak ikut campur dengan masalah anak sombong itu.
" A.. apa ma-ksu..dmu, ken-apa k..au mem-anggil...ku sep-erti it-u " Ucap Cabe itu terbata bata karena merasa takut, tetapi ia memberanikan diri untuk menanyakan kenapa dipanggil seperti itu pada pria yang menurutnya seumuran dengannya.
" Anda lebih tua dari saya, saya berumur 19 tahun " Ucap Kenzi dengan nada rendah tetapi bisa didengar semua orang membuat semua yang ada dikantin pun terkejut tak percaya dengan kenyataan ini, pria dengan wajah yang sangat tampan ini ternyata memiliki umur yang masih mau masuk fase masa dewasa, pantas saja badannya seperti anak remaja dan ramping tapi sedikit kekar.
Dan secara tidak langsung dia dilecehkan oleh tante tante itu membuat seluruh isi kantin menyoraki jalang itu, karena berani sekali dia melecehkan anak dibawah umur 20 dan pangeran kampus mereka.
Plak..
Plak..
Krak..
Bugh..
Suara tamparan, retakan tulang serta bogeman itu membuat seluruh kantin semakin menyorakinya. Kenzi yang melakukan itu tapi tidak dengan membunuhnya dan sekarang wajah jalang itu sudah bonyok dengan rahang yang miring itu dan Kenzi kembali Mencengkram rahangnya.
" Jangan sampai saya melakukan hal yang lebih dari ini dan jangan mengusik kami jika tak ingin ke alam tanah, ingat ini hanya peringatan untukmu sekaligus kalian semua " Ucal Kenzi dengan nada yang mengerikan tapi itu cukup membuat Cabe serta antek antek nya yang sudah diberi pelajaran oleh Suga dan Amber itu pun pingsan karena terkena serangan mental, bahkan penghuni seluruh kantin pun sebagian menjauh karena ketakutan.
Kenzi melepaskan cengkramannya dan berjalan keluar kantin dengan aura yang masih menggelap dan pergi ketoilet pria karena masih dalam penyamaran. Mengambil ponselnya, dan menghubungi salah satu nomor yang ia ketik secara acak dan menghubunginya...
' Halo dengan siapa ya ' Ucap seseorang pria di seberang sana.
' Cepat belikan saya celana panjang pria berukuran M dan bawa ke toilet pria lantai 4 selama 5 menit jika kau terlambat, keluargamu lenyap dalam detik ini juga ' Ucap Kenzi mengancam ke sang pria itu membuat pria yang diseberang sana berlari kearah koperasi kampus secepat kilat karena ia mengenal suara yang sudah membuat seluruh Kampus heboh.
Berjalan sembari menahan jijik pada pahanya yang sudah diduduki oleh tante tante menurutnya . Ia sangat tidak suka jika orang menyentuhnya, kecuali orang orang tertentu saja. Masuk ke toilet pria yang sepi tiada kehidupan, menghadap kecermin depan wastafel sembari bertumpu pada pinggiran dan menatap sudut kamar mandi dan melihat nyamuk yang sedang merayap didinding, dia menyeringai seram dan mulutnya mengkomat kamit...
' Kalian tertangkap basah '