
Happy Reading...
👉👉👉👉👉👉👉👉
Lanjut...
" Woi, mantan Nyonya Scarlett eh Queen dulu yak hahaha " Seolah mengejek, Martin melotot kearah Killian dan Haiden secara bergantian.
" Killian sialan, kau sudah bosan hidup hah " Ucap Martin keras.
" Emang kenyataan bos " Entah dari mana keberanian itu berasal, Killian mengucapkan kalimat itu dengan sembrono.
" Sial- "
" Papa " Michael menegur papanya agar tidak murka disini. Bisa - bisa perusahaan milik istrinya sekarang menjadi rata hanya amarah papanya itu.
" Hei Killian, kau tak usah mengungkitnya " Haiden terkekeh.
" Baiklah - baiklah, tapi hei bos mana anakmu. Apakah sudah besar ? " Tanya Killian.
Layar kini ada dihadapan Michael.
" Woah... anak mu ternyata sudah besar dan mengalahkan ketampanan anakku yang lucknut ini " Yuka mendelik tak terima.
" Hei otōsan, kenapa kau mengatakan aku jelek. Ini wajah dari duplikat mu yak " Giliran Killian yang mendelik.
" Apa, memang benarkan " Yuka melotot kearah ayahnya.
" Hei, dulu otōsan mu ini adalah orang tertampan setelah Haiden dan Martin yak "
" Sekarang ketampananmu tidak apa - apanya dengan Michael dan pria yang disebelahnya " Desis Killian tajam.
Jleb...
Mereka menatap Yuka dengan belas kasihan yang dibuat - buat kecuali Michael dan Kenzi.
" Otōsan, dōshite musuko ga minikui to iu tsumorina no !" Ucap Yuka dengan aksen Jepangnya dengan raut sedih.
Arti : Ayah, kenapa kau jahat sekali mengatakan anakmu ini jelek.
" Kau mirip Okāsan mu " Acuh Killian.
" Oh, berarti lu ngatain gw jelek gitu " Tiba - tiba terdengar suara wanita dari sebrang sana.
" Ya " Acuh Killian.
" Ck... lu nggak berubah, dingin mulu "
" Tapi sayang kan "
" Sialan "
" Arandra " Wanita yang dipanggil Arandra pun angkat bicara.
" Yak, Michael bagaimana kabar lu. Gw turut berduka cita atas kematian istri lu dan sahabat gw " Terdengar suara itu menjadi sendu.
" Jangan dibahas " Dingin Martin.
" Ekhem... hei Haiden, dimana anak dan istrimu ? " Tanya Killian dan Arandra penasaran.
" Noh anak gw " Layar ponsel pun kedepan Kenzi.
" Weh bukankah ini Jungkook " Ucap Arandra histeris membuat Killian yang ada disebelahnya menutup telinganya.
" Saya bukan Jungkook "
Glek...
Arandra serta Killian meneguk susah salivanya ketika mata elang Kenzi tertuju ke mereka.
" Dan saya bukan pria sejati "
" Apa ! "
" Ka... kau "
" Jangan berpikiran aneh - aneh tentang anakku/menantuku " Desis Haiden dan Martin tak terima yang mengetahui isi pikiran mereka berdua diseberang sana.
Glek...
Sekali lagi, mereka merasa merinding namun mereka langsung mencerna...
" Tunggu, apa maksudmu dengan bukan pria sejati... apa tadi istri ! mandul ! dan menantu "
" Wait... jangan bilang... "
" Anak lo transgender "
" Yak Okāsan, apa kau tak mengingat si ratu tiran itu " Lama - lama bisa jengkel si Yuka gara - gara kebodohan orang tuanya.
" Yuka, tunggu hukumanmu disini "
" Apa salahku "
" Kamu ngatain orangtua sendiri hm "
" Wait... ratu tiran... oh kami mengerti "
" Apa maksud kalian dengan ratu tiran itu " Bingung Haiden.
" Hei, Shizuka bagaimana kabarmu ? " Tak menjawab, Killian menanyakan kabar Shizuka, dia sudah mengerti siapa pria yang mirip sekali dengan Jungkook.
" Kau mengenal anak ku ? " Bingung Haiden.
" *Siapa yang tak mengenal Shizuka, sang ratu yang sangat kejam mengalahkan mendiang istrimu Martin...
" dan mungkin juga mengalahkan kekejaman mu bos* " Lanjut Killian sambil terkikik geli.
" Benarkah " Martin menyeritkan dahinya.
" Kau bahkan belum melihat bagaimana ia menyiksa orang dengan pakaian hitamnya "
" Maksudnya " Semuanya pun merasa bingung dan penasaran termasuk Yuka kecuali Kenzi aka Yuka.
" Hei apa kalian mau melihat penampilannya seperti ketua mafia, pernah gw mendapati dirinya menggunakan pakaian keren ketika gw paksa pake karena gabut " Ucap Arandra terkekeh sembari memeriksa ponselnya.
Semuanya langsung penasaran bahkan Michael yang hanya berpura-pura acuh.
" Ini diambil tahun lalu, masih gw simpen dan cuman badannya doang 😅 " Arandra nyengir dan semua langsung menampilkan tiga garis hitam di wajahnya.
" Soalnya kehapus permanen dan nggak bisa ditemukan bahkan hacker nggak bisa "
" Ini waktu gw suruh pake yang pendek " Mata mereka langsung membelalak.
" Hei, bukankah itu bajuku dulu " Killian melotot ketika bajunya digunakan, pasti ulah istrinya lagi ini. Untung sayang, batinnya.
" Yap, anda benar "
" Dan ini, waktu gw suruh nemenin gw pergi mall "
" Dan ini pakaian dari Mama mertua gw " Mata mereka sedari tadi hanya mampu menimbulkan kekaguman namun Michael memasang aura tiraninya.
" Auranya gitu bro yang pertama beuh... aura - aura ketua bahkan masih gw rasain sampe sekarang " Dramatis Arandra.
Semua menatap kagum kearah layar tersebut namun tak menyadari bahwa sedari tadi Michael sudah emosi. Karena, mereka memuji dan menatap kagum istrinya secara terang terangan didepannya. Tidak ! mereka tidak boleh melihatnya, hanya dirinya saja. karena Shizuka, istrinya adalah miliknya.
Tanpa peduli, Michael mematikan sambungan VC itu.
"Hei, kenapa ka.. u " Ucap Yuka terhenti ketika Michael menatapnya dengan tatapan membunuh dan ia pun meneguk susah salivanya merasa merinding disekujur tubuh.
Michael berjalan dan mendekatkan bibirnya ke telinga Yuka.
" Jangan main - main dengan milik saya "