The Transmigration Of The Goodness Death

The Transmigration Of The Goodness Death
( CHAP 44 )



Happy Reading...


👿👿👿👿👿👿👿


.


.


.


Tap...


Tap...


Tap...


" Apakah kita bisa mulai? " Raebin menyeringai ketika melihat Michael yang juga menyeringai disana.


" Ya, tunggu apa lagi "


Sring...


" Baiklah, mari kita bersenang-senang " Raebin mengulurkan tangannya dan mengeluarkan cahaya yang membuat Michael sedikit terkejut.


" Portal? " Raebin tanpa aba-aba mendorong Michael membuat sang empu tersadar dan terlambat, ia sudah memasuki portal tersebut bersama Raebin.


Perlahan-lahan portal itu pun menghilang.


Sunyi...


Tap...


" ... " Menatap kejadian tadi tanpa ekspresi, kemudian menatap seorang gadis yang terkapar ditanah tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Brukh...


" Bisakah kau melemparku secara lembut? " Sinis Michael ketika merasakan ia berada di dimensi lain.


Diam-diam banyak pertanyaan timbul dipikirannya, bagaimana manusia biasa dapat membuat portal yang sungguh tak masuk akal untuk seorang manusia biasa seperti mereka?...


" Selamat datang di dunia ku, kau pasti bingungkan kenapa aku memiliki hal seperti ini "


" ... " Michael hanya diam.


" Kami memiliki teknologi serta kecerdasan melebihi batas kecerdasan manusia biasa lainnya " Apa maksudnya itu?...


" Dan seperti nya aku sudah tak tahan lagi "


Mata Michael menajam ketika Raebin berjalan mendekati nya, tunggu dulu...


DUARR!!!...


" ... "


SWOSH...


" !!! "


" Apa kau mengira kalau saya akan mati semudah itu hm... " Raebin mematung, tak mungkin...


Michael hampir saja menginjak jebakan ranjau jika instingnya tidak menajam.


Duagh...


BUGH...


" ARGH... "


BRUKH...


" Uhuk... "


" Apa kau tak memikirkan berapa potensi yang kau miliki untuk melawanku, keke... sungguh disayangkan " Raebin ketakutan ketika mata merah darah itu menghunus laser kematian kepadanya.


" Lemah "


Sring...


Mata Michael menyiratkan cahaya sedikit terkejut namun ia menyeringai lagi.


" Mau bermain permainan bersembunyi ternyata "


" Hehe... ternyata kau begitu menyenangkan "


Tap...


Tap...


Tap...


" Raebin. Apakah kau belum mendengar nama itu? "


" Seperti nya tidak " Raebin tertawa miris ketika melihat keterdiaman Michael.


" Harga diriku terluka loh "


" Saya tak peduli " Cuek Michael.


" Haha... menarik! "


Cklek...


Skrrk...


" ! "


Rantai...


" Sial, apa yang kau lakukan " Ucap Michael dengan suara rendahnya.


" Beberapa tahun yang lalu aku mempelajari teknik penyegel yang turun temurun dari klanku. Awalnya aku tak mempercayai hal-hal berbau spiritual yang tak masuk akal itu tetapi... " Raebin mengangkat tangan kanannya sembari mencengkram tangan nya dengan kuat membuat Michael meringis karena segel rantai ini semakin membelenggunya.


Deg...


" Ternyata semenyenangkan ini, AKU MENYUKAINYA! SANGAT KUAT HAHAHAHA...!!! " Bak orang gila, Raebin tertawa keras dengan raut nya yang sungguh sangat menyebalkan.


" Klan Jiāsuǒ grrr... bahkan bukan di dunia lampau maupun disini, benar-benar merepotkan uhuk... " Michael terbatuk akibat tubuhnya dicengkram begitu kuat, mengingatkan tubuhnya ini hanya manusia biasa membuat ia mengumpat sial dalam hati.


Sedangkan Raebin masih saja tertawa dengan gila, tanpa menyadari ada serangan dengan kecepatan diluar nalar menubruknya.


BRUKH...


AARGH!!!...


BRAKH...


" Angkuh sekali kau semut kecil " Raebin memekik ketika dadanya diinjak tanpa ampun.


Deg...


" B-bagaimana... "


" Cih, rantai itu benar-benar menyakiti tubuh manusia bodoh ini " Suara rendah itu benar-benar terdengar mengerikan bagai melodi kematian.


A-apa maksudnya...


KRAK...


" Uhuk...argh... "


" Aneh, kenapa kau tak memuntahkan darah? "


" Uhuk... khekhekhe... k-karena a-aku s-sudah mati uhuk... "


" ... "


" Pfft... k-hahaha! " Michael tak dapat menahan tawanya pun tertawa, begitu mengerikan.


" Sombong sekali kau mengatakan jika dirimu sudah mati " Ucap nya dengan nada seolah-oleh membuat lelucon membuat Raebin menggeram.


Greb...


" ! "


**Duagh...


Brukh**...


" HAHA! benar-benar lemah, kukira kau seperti yang dirumor... bom, ranjau... kekeke... pandai sekali kau membuat lelucon untuk semut kecil sepertimu yang gampang mati hanya sekali jentik saja "


" S-sial, pria ini benar-benar monster b-bukan tapi iblis " Raebin benar-benar ketakutan sekarang.


" Hmm... apa kau mau tahu... " Jari-jemari Michael mengangkat kepala Raebin dan menatap tajam Mata Raebin.


" Identitasku sebagai raja iblis tak boleh diketahui, dan jantung buatan ini... "


ZRASH...


Deg!...


" Aku pinjam ya " Bisik Michael dan tanpa aba-aba menarik tangan nya.


" ARRGH!... "


Brukh...


" ... "


Pukh...


Srak...


Brugh...


" Oi... oi... oi... apakah kau mau menjadi duda? "


" Shizuka!? "


Shizuka memutar bola mata nya malas.


Prok..


Prok...


Prok...


" Benar-benar pertarungan menakjubkan "