
Happy Reading...
πππππππππ
Lanjut....
" Hah... Hah... Hah... " Hening kecuali suara engah dari Shizuka.
Prok...
" ... "
Prok...
Prok...
" Kakak hebat " Teriak Caroline dan Kenzo Riang sembari tepuk tangan dengan heboh.
" Bi... Tolong ambilkan saya air dingin di kulkas, tidak pakai gelas " Datar Shizuka ke bibi yang tak jauh dari ruang keluarga.
" Baik nona " Bibi itu sambil membungkuk dan berjalan ke arah dapur.
" Hah " Helahan napas dari Shizuka sambil duduk di sebelah Michael. Rambutnya yang tadi ikat rapi namun tidak terlalu erat, sekarang rambutnya terlihat berantakan namun terkesanl sexy dan imut dengan pipi yang memerah karena panas saat dance namun Shizuka tak berkeringat entah kenapa.
" Apa kau lelah " Datar Michael sambil melihat Ke arah Shizuka sedetik kemudian mengalihkan pandangannya karena istrinya saat ini sangat sexy dan imut membuat ia yakin kalau tidak segera, ia akan menerkamnya bak mangsa yang enak dan nikmat.
" Bahumu " Bukan menjawab tapi Shizuka menanyakan balik.
" Kenapa ? " Heran Michael sembari menaikkan alisnya sebelah.
" Pinjam bahu mu sebentar " Datar Shizuka tiba tiba langsung menyadarkan kepalanya ke bahu Michael membuat semua orang tertegun melihat mereka. Pipi Michael merona tipis namun berusaha terlihat acuh.
" Minggu depan perusahaan akan mengadakan Konferensi Pers untuk memperkenalkan kau di depan para pekerja dan sedikit media agar para pengusaha tidak terlalu mencurigai kamu sebagai pemimpin karena terlalu tertutup " Jelas Haiden sembari menatap Shizuka.
" Saya tahu " Acuh Shizuka sembari menutup matanya dengan nyaman.
" Permisi, saya mengantar air minum ini untuk nona Shizuka " Ucap bibi datang dengan sopan.
" Terima kasih bi... " Datar Shizuka sembari mengambil botol air mineral dingin dari tangan sang bibi.
" Kembalilah beristirahat " Dingin Shizuka Sembari meneguk air mineral botol ditangannya.
" Terima kasih nona " Lembut bibi sembari menunduk dan berlalu.
" Kau tak pernah berubah kak, tetap baik dengan orang yang lebih tua " Celetuk Kenzo sembari tersenyum.
" Hm " Deheman dari Shizuka.
" Mana kamarku " Ucap Shizuka tiba - tiba berdiri dan bertanya ke semua orang. Para orang tua serta anak kecuali Michael pun saling bertatapan dengan tatapan licik.
" Pemanas dikamarmu sedang diperbaiki dan pin kamarmu hilang karena ulah Kenzo yang biasa kalau rindu padamu, dia akan tidur disana " Ucap Kazumi melas.
Memang benar, semua pintu kamar di rumah itu mempunyai pin masing - masing. Tapi yang tidak diketahui bahwa pintu itu juga bisa menggunakan kode sandi yang tersembunyi disela sela pintu. Dan Kakek Xiao dan Martin mengetahuinya, Michael dan Shizuka atau semuanya pun begitu tapi tidak mau memberitahu kalau sudah mngetahuinya.
" Kenapa bawa bawa nama Kenzo mom " Ucap Kenzo sembari melotot ke arah sang ibunda.
" Diamlah " Bisik Caroline sembari mencubit paha Kenzo dengan keras.
Argh...
Kenzo mengaduh sakit namun tak berani berteriak terlalu keras dan hanya menggeram berusa menahan sakit akibat cubitan maut dari Caroline, mungkin sudah merah atau tidak keunguan karena memar.
" Jadi... " Jeda Shizuka mengerti apa maksud dari perkataan mereka dan hanya menampakkan wajah datarnya.
' Sangat menyebalkan '
" Kakak tidur sama kakak yah " Cepat Caroline.
Byurr...
" What, are you kidding " Hardik Michael.
" Michael jangan sok menolak, padahal dalam hati sudah kesenangan kan " Ucap Kazumi menggoda menantunya.
" Terserah " Ucap Michael sembari memutar bola matanya malas. Padahal dalam hatinya udah berdetak karuan dan merasa senang sendiri.
" Yaudah kalau begitu, dimana kamarnya ? " Datar Shizuka.
" Pintu berwarna hitam " Datar Michael.
" Kalian kembalilah kekamar masing - masing ini sudah malam " Datar Shizuka.
" Baik " Ujar mereka.
Shizuka dan Michael sekarang berada di dalam kamar Michael yang bernuansa gelap.
( Hiraukan patung jika kalian melihatnya )
" Kau punya handuk atau kimono " Datar Shizuka sembari menatap sekelilingnya dan berhenti di salah satu sudut dinding namun mengalihkan pandangannya dengan tenang.
" Gerah " Singkat Shizuka dan bisa di mengerti oleh Michael.
" Nih... " Tiba tiba sebuah kimono berwarna hitam melayang ke arah Shizuka dan dengan tanggap ia menangkapnya.
" Milikmu " Datar Shizuka.
" Ya... kimonomu ada di kamarmu " Datar Michael. Sungguh mereka pasangan yang unik.
" Hm " Shizuka berjalan ke arah kamar mandi sambil menenteng pakaiannya meninggalkan Michael yang sedang duduk di sofa sambil menutup mata.
( Tambahkan TV juga )
Cklek...
' Ouff... malam ini sangat dingin ' Batin Shizuka sebari berjalan ke sofa sebelah Michael.
Michael menatap Shizuka yang sudah keluar dari kamar mandi.
' Aku belum pernah melihat Shizuka memakai pakaian terbuka, dia selalu tertutup bahkan ia masih penampilan cupu dan penyamarannya ' Batin Michael yang dapat didengar Shizuka.
Michael yang sedari tadi diam pun membuka suara.
" Apa kau penyuka hoodie " Tanya Michael.
" Yah " Singkat Shizuka.
" Apa kita tidur seranjang " Michael mengutuk mulutnya yang tidak bisa diam ketika berbicara dengan Shizuka.
" Hei ada apa denganmu, apa kau ingin saya tidur dimana. Yang penting nyaman " Datar Shizuka sembari mengambil hpnya yang kehabisan daya.
" Kau seranjang dengan saya " Titah Michael tak terbantah kan.
" Baiklah " Pasrah Shizuka.
" Apa kau tak mengantuk " Entah pertanyaan yang keberapa keluar dari mulut Michael.
" Apa kau mengantuk " Tanya balik Shizuka.
" Saya sudah mengantuk " Datar Michael dan berjalan ke arah tempat tidur. Shizuka ikutan berpindah dan duduk di sebuah kursi dekat ranjang.
" Selamat malam " Ucap Michael.
" To " Singkat Shizuka sembari membaca sebuah buku yang ia ambil dari rak buku Michael. Michael menutup matanya.
Shizuka mengalihkan penglihatannya dan menatap Michael yang sudah memejamkan matanya.
' Bagaimana keadaan pria itu ' Batin Shizuka sambil menatap Michael dengan tatapan tak dapat diartikan.
Michael bergerak gelisa karena tidak bisa tertidur tanpa meminum obatnya. Ya, Michael mengidap insomnia dikarenakan kurangnya tidur dengan disibukkan oleh kertas - kertas dan jangan lupa dengan urusannya didunia mafia.
Penyakit ini sudah berlanjut saat berusia 15 tahun saat ia mulai menguasai perusahaan dan pemimpinan mafia milik ayahnya. Untung saja ia belum diangkat sebagai raja di kerajaan bisnis,sementara ayahnya yang mengurus kerajaan yang sudah ia bangun sendiri dengan jerih payah.
Shizuka melihat Michael yang nampak gelisa pun menghela napas pelan karena ia tahu apa yang membuatnya seperti itu. Menaruh bukunya di atas meja dan berjalan ke sisi Michael.
" Kau insomnia " Tanya Shizuka.
" Hah... iya " Ucap lemas Michael sambil duduk dan memijit kepalanya yang terasa sedikit pusing.
" Apa kau mengkonsumsinya ? " Tanya Shizuka datar.
" Apa itu ? " Tanya balik Michael dan masih memijit kepalanya.
" Obat tidur " Datar Shizuka.
" Ya, tapi isinya sudah habis. Saya lupa mengambilnya di apotek " Ringis Michael.
" Kau tidak boleh mengkonsumsi obat itu lagi " Datar Shizuka.
" Kenapa ? " Heran Michael pelan.
" Tidak baik untuk kesehatan kalau kau terus menerus mengonsumsinya " Ucapan Shizuka membuat Michael tertegun. Ada perasaan hangat menjalar di hatinya jangan lupa debaran yang selalu membuatnya gila setia saat.
" Bagaimana saya mau beristirahat ? " Lesu Michael.
" Berbaring " Suruh Shizuka dan dituruti oleh Michael. Menaikkan selimut hingga kedada Michael.
Shizuka berjalan ke sebelah ranjang dan naik.
" Kemarilah " Datar Shizuka membuat Michael menyeritkan dahi. Namun Michael tetap diam dan dengan ragu mendekat ke arah Shizuka.
Grepp...
Michael terbelalak merasa terkejut.