The Transmigration Of The Goodness Death

The Transmigration Of The Goodness Death
( CHAP 36 )



Happy Reading...


👿👿👿👿👿👿👿


Cklek...


Mereka menatap dua insang yang saling berpelukan itu, terlihat mereka tidak sadar apa yang mereka lakukan.


" Ekhem... " Killian berdehem.


Brukh...


" Kau hampir membuat gadis ini terjatuh Michael " Aditya berucap dengan nada yang tidak biasa membuat orang-orang disana kaget dengan sang empu.


Ya, Michael dan gadis itu terlihat berpelukan dengan nyamannya hingga tak menyadari kehadiran mereka. Namun saat tersadar, Michael segera mondorongnya tanpa sadar membuat gadis itu hampir lengah dan terjatuh.


Beruntung Aditya menangkapnya.


" Michael " Aditya mendekati Michael dan menarik kerah anak bos nya dan memojokkannya ke dinding.


Puk...


" Jangan main-main dengan istrimu Mike " Dingin Aditya.


" Bukan urusanmu " Balas Michael dengan rendah.


" Jauh-jauh dari ku sialan " Jijik Michael mendorong kasar Aditya membuat sang empu oleng dan terjatuh.


" Haha, Aditya jangan ajak anak King bercanda. Kau kan sudah tahu dengan rumor yang beredar " Ucap Abraham sambil membantu Aditya berdiri.


" Haha... iya-iya " Senyuman khas Aditya pun terbit.


Mereka merasa sedikit aneh dengan Aditya.


" Terima kasih " Ucap gadis itu sambil menundukkan kepalanya sedikit.


" Haha, nggak papa " Aditya menepuk kepala gadis itu, sedangkan gadis itu menatap Aditya tanpa ekspresi.


" Ya udah kamu ganti pakaian dulu, ini dari papa nya Michael " Ucap Alandra memberikan sebuah paper bag.


" Terima kasih, sy permisi " Setelah gadis itu berlalu mereka menatap Michael dengan intimidasi tanpa sadar.


" Heh tuan muda, jika kau masih sayang Shizuka jangan dekat-dekat wanita seperti prinsipmu itu " Judes Alandra.


" ... " Michael nampak acuh dan berjalan keluar ruangan tanpa mempedulikan teman ayah nya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Semua nya sdh hadir? " Kini mereka berada di ruangan konferensi.


" Gadis itu belum ti- "


Cklek...


" Maaf membuat kalian menunggu "


Outfit...



Drap...


Drap...


Drap...


Gadis itu belum duduk ditempat nya dan berdiri di depan meja konferensi. Berbagai pasang mata menatap nya menusuk.


" Maaf jika setelan sy membuat kalian sakit mata " Gadis itu sadar jika pakaian nya kurang sopan dimata mereka mungkin.


" ... "


" Tapi jika berkenan, tuan Martin ah maksudku King memberikan ku pakaian yang layak suatu saat nanti " Datar gadis itu.


" Ah maaf jika anda merasa tersindir " Gadis itu membungkuk setengah derajat dan menyembunyikan seringainya.


Mereka tercengang...


Sedangkan Martin hanya menggeram beserta Killian, Alandra maupun Abraham. Kecuali Michael dan Aditya yang hanya diam namun Martin menatap gadis itu entah apa artinya kemudian menatap sang ayah nya tajam dalam diam.


Gadis itupun duduk...


" Baiklah kita mulai " Layar monitor berteknologi tinggi muncul dihadapan mereka masing-masing dengan layar yang paling besar di tengah mereka.


" Seperti yang kita tahu... kejadian hari ini adalah kejadian yang pertama kali dalam dunia permafiaan karena mengikutlibatkan kerajaan "


" Dan kejadian tadi itu yang kita ketahui disimpulkan mungkin memang disengaja "


" Tapi yg menjadi pertanyaannya, mengapa banyak orang yang terkait dan terlibat dengan dengan masalah ini? " Kata Martin.


" ... " Mereka berpikir keras.


" Sy ingin bertanya " Martin menatap gadis itu.


" Silahkan " Dingin Martin.


" Mengapa anda menyimpulkan dengan cepat jika banyak orang yang terlibat akan masalah ini? " Tanya gadis itu serius membuat mereka tercengang.


" ... "


" Dan terkait... ? "


" Apa maksud anda dengan terkait itu? "


" Apakah... "


" Anda mengetahui sesuatu? " Gadis itu menatap lekat Martin dan dibalas dengan tatapan mematikan.


" ... "


" Siapa kau sebenarnya? " Ucap Martin dengan nada mengerikan menandakan dia benar-benar dalam keadaan mood yang tidak baik.


" Saya... " Terbit senyuman sinis di bibir gadis itu yang dapat di lihat semua orang.


" Apa anda penasaran " Sambil tersenyum miring. Terdengar sedikit sembrono dan sedikit gamblang di telinga mereka.


" Jangan main-main gadis muda " Rendah Martin.


" Ay! Dimana sikap tenang anda itu " Suasana semakin memanas ketika gadis itu dengan sengaja menambahkan api.


" Sialan " Geram.


Brakk...


Cring...


Krak...


Meja itu retak akibat pukulan Martin sebagai pelampiasan kekesalannya karena dipermainkan dengan gadis yang tidak dikenalinya apa lagi terlihat sekali jika gadis ini sangat dekat dengan anak nya.


" Jangan keterlaluan kamu " Marah Alandra.


Nampak mereka emosi.


" Ouw... tahan emosi kalian. Sy akan menunjukkan wajah dibalik topeng ini "


Gadis itu pun memegang topengnya...


Semua menunggu dengan rasa penasaran...


Hingga...


" KAMU! "


" Hehe... "