The Transmigration Of The Goodness Death

The Transmigration Of The Goodness Death
( CHAP 29 )



Happy Reading...


👿👿👿👿👿👿👿


Saat ini Shizuka berada di ruang keluarga, dia setiap hari duduk disana hanya ingin bersantai-santai walau hanya duduk dan memainkan ponsel nya sesekali.


Seperti biasa, dirinya duduk di sofa dengan kaki yang duduk bersila. Dia terlihat memegang sebuah benda berwarna hitam ditangannya.


" Bibi " Panggil Shizuka.


" Ya nona ? " Sahut Bibi yang datang.


" Saya ingin bermain PS " Datar Shizuka.


" Silahkan nona, anda tidak perlu mengatakannya kepada bibi " Lembut Bibi.


" Hanya ingin memberitahu " Senyum Bibi terbit.


" Yaudah, silahkan nona. Bibi mau membersihkan halaman milik ibunya tuan besar, permisi " Bungkuk dan Bibi berlalu.


Menyalakan TV dan PS nya, dia mulai memilih permainan nya dan bermain. Dia bermain hingga sore hampir menjelang senja.


Michael yang sudah pulang melihat sang istri nya yang sedang memainkan PS miliknya, dia mendekati. Seolah tak sadar, Shizuka hanya fokus bermain dengan tangan yang terlihat cekatan dan lincah dengan tenang.


Shizuka merasakan pundaknya disentuh pun refleks menarik dan mau membanting, tapi Michael lebih cepat memutar balikkan keadaan.


Bruk...


Mereka terjatuh diatas sofa dengan posisi yang sangat elit.


" Saya pulang! " Datar Michael, Shizuka hanya diam.


" Mau makan? " Tanya Shizuka datar.


" Ya " Jawab Michael yang hanya menatap Shizuka lekat, seketika rasa lelah nya hilang hanya berada disisi Shizuka.


" Makan apa? "


" Makan kamu " Pelan Michael hampir tak bisa didengar, sambil memeluk Shizuka yang berada dibawahnya.


" Apa yg kau bilang? " Bingung Shizuka pura-pura tidak mengetahuinya.


" Terserah " Sambil menelusup kan wajahnya di rambut halus Shizuka dan menghirupnya. Sudut mulut Shizuka berkedut. Jawaban wanita, batinnya.


" Bisakah kau tdk menindih ku! " Michael menggeleng tak mau.


" Hah " Hela napas, Shizuka bangun sambil mengangkat Michael dalam posisi duduk. Sedangkan Michael terkesiap, tercengang saat istri nya bangun dan mengangkatnya bagai tanpa beban.


Mendudukkan nya dipangkuan dalam posisi kaki Michael dikalungkan di pinggang nya karena tahu, suaminya akan cemberut jika dipindahkan. Dia pasrah jika pahanya akan kram nanti. Mengalungkan tangan Michael di lehernya dan membuat sang empu bersandar di badannya.


Jatuhlah harga diri Michael sebagai pria sejati. Namun dia tak menyesal, karena tidak ada yang melihat nya. Dia butuh Shizuka sekarang, mengusap rambut Michael sambil menyugarnya.


" Apa tidak berat? " Tanya Michael yang berpikir kalau betapa rapuhnya paha istrinya, dia takut dan ingin turun.


" Duduklah disini sebentar, jika kau tdk mau tak apa " Michael tak jadi bergerak dan duduk sambil memeluk Shizuka dengan nyaman.


Michael melihat ke arah TV, suara bogeman dan suara karakter disana banyak terdengar. Dengan darah dimana-mana.


" Kenapa kau memainkan game seperti itu "


" Lumayan seru " Singkat Shizuka. Shizuka main dan menghiraukan Michael yang sudah bosan dan ingin Shizuka memerhatikannya.


" Pergilah mandi " Ucap Shizuka, Michael menuruti dan pergi mandi. Sedangkan Shizuka diam namun tangannya diam-diam memijit pahanya yang terasa sedikit kram.


Lanjut main PS, disisi lain Michael selasai mandi.



Dia memeriksa ponselnya, sebuah pesan dari seseorang membuat senyum miring nya terlihat. Sedangkan Shizuka yang juga memeriksa ponselnya pun sama hal nya namun lebih misterius.


" Shizuka " Panggil Michael.


" Y " Tanpa berbalik dan hanya fokus kembali ke televisi.


" Temani saya pergi ke acara sebentar malam " Seringai tipis muncul dibibir Shizuka tanpa disadari Michael.


" Baiklah " Sebuah seringai terbit dibibir Michael dan berjalan ke rak-rak mengambil stik juga.


" Saya main juga " Ucap Michael yang diangguki Shizuka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam hari...


Suasana agak dingin dengan nuansa gelap, seorang pria menatap kedepannya sambil memakai sarung tangan kulitnya yang berwarna hitam.



Semua yang ia lakukan memiliki arti, entah kejadian apa yang akan terjadi kedepannya.


Seorang wanita keluar dari salah satu dari ruangan disana. Suara derap alas kaki membuat sang pria itu membalikkan badannya kemudian membolakan matanya.



" Apa ada yg aneh? " Wanita itu adalah Shizuka yang nyatanya adalah seorang gadis. Michael menatap istrinya dari atas sampai bawah tanpa melewatkan sesuatu, sungguh perubahan yang sangat luar biasa.


" Kau mirip perempuan " Shizuka mendelik ketika Michael mengucapkannya tanpa sadar.


" Jadi selama ini sy mirip dengan siapa hm " Tenang Shizuka.


" Mirip Shizuka " Kenapa jawaban pria ini tidak masuk akal. Sebenarnya Michael sedang termerenung, bagaimana caranya dia membawa istrinya yang dalam keadaan sangat cantik ini. Dia tak ingin jika istrinya ditatap oleh banyak mata ranjang, dia tidak rela. Salahkah dirinya membawa istrinya?.


" Michael " Panggil Shizuka membuat Michael tersadar dan berdehem.


" Kau sangat jelek " Ketus Michael dan berjalan duluan. Sedangkan Shizuka hanya menaikkan alisnya sebelah sambil menghela napas. Bagaimana dia mempunyai suami yang gensinya yang sangat tinggi, kalau dia berdandan seperti laki-laki saja dia muji tapi kalau dia dandan dengan wujud aslinya dia akan mengatakan dirinya sangat jelek.


Apa sih maunya dia, batinnya sabar dan ikut Michael.