The Transmigration Of The Goodness Death

The Transmigration Of The Goodness Death
( CHAP 32 )



Happy Reading...


๐Ÿ‘ฟ๐Ÿ‘ฟ๐Ÿ‘ฟ๐Ÿ‘ฟ๐Ÿ‘ฟ๐Ÿ‘ฟ๐Ÿ‘ฟ


Lanjut...


Kyaaa...


Teriakan memenuhi seluruh ballroom dance yang luas itu, semua saling menyiapkan senjata masing-masing dan para wanita pun berlarian ke sana kemari untuk menyelamatkan diri. Rata-rata di dunia bawah, para wanita hanya di jadi kan pemuas nafsu dan kekasih, hanya sedikit wanita yang bekerja dengan tugas dan memimpin di perkemafiaan.


Michael sedikit terkejut ketika pandangan nya menjadi gelap gulita, dia menjadi panik ketika mengingat istrinya yang tadi nya sangat dekat dari nya kini pun tak merasakan kehadirannya.


"... " Hampir saja dia berteriak memanggil nama istrinya, bisa membuat dunia gempar dan Shizuka akan memarahinya jika menyebutkan namanya di tempat seperti ini. Dia berusaha tenang dan perlahan memasang insting dan telinga nya dengan tajam, berjalan perlahan agar bisa merasakan keberadaan istrinya.


" Shizuka " Gumam Michael khawatir. Hingga dia merasa ada sesuatu didepan nya yang mungkin akan membuat dia jatuh pun berhenti.


Pukh...


Sebuah tarikan keras membuat Michael hampir limbung pun segera menyeimbangi seseorang yang menarik tangannya.


Deg...


Jantungnya berdetak tak karuan, dia tak merasa asing dengan orang yang menarik tangannya namun dipikaran nya kenapa jantung dia berdetak sama seperti berada didekat sang istri. Perasaan yang sama, tapi kenapa...


Brukh...


Michael merasa badannya tertarik pun langsung jatuh terduduk, terasa sempit dan seseorang dan dia harus saling berdempetan.


" Siapa kau? " Bisik Michael, namun terdengar suara yang berasal dari atas sana. Michael mengadah dan melihat atap ballroom terbuka men perlihatkan langit di malam hari. Sinar bulan pun menyinari seluruh ruangan, ruangan pun menjadi sedikit terang namun masih remang-remang.


Michael menatap dan terkejut, seorang gadis menggunakan setelan atasan kemeja hitam dengan celana panjang yang sedikit ketat namun masih longgar yang berwarna senada. Menggunakan sepatu boots pantofel mengkilap berwarna senada juga, menggunakan kalung simple dan anting yang berwarna perak dengan rambut terurai. Tatapan gadis itu terlihat lebih mendominasi dari sebelumnya, Michael sedikit tertegun.


" It's ready, boy " Ucapan itu tertuju kepada Michael yang sedari tadi menatap nya entah apa arti nya.


" ... "


Gadis itu men perlihatkan seringainyan, topeng setengah wajah itu membuat air wajahnya tak dapat dikenali. Namun hanya Michael yang sangat mengenal gadis itu


Sedangkan disisi lain...


" Bos besar! " Panggil seorang pria yang tiba-tiba datang dari belakang seorang pria yang menggunakan setelan jasnya. Punggung tegap itu berhenti tanpa berbalik menatap sekertaris anak nya, tatapan nya yang datar namun menyimpan sesuatu hal yang mengerikan itu tak mengurangi ketampanannya yang usianya bahkan lebih tua dari keawetan nya.


" Terjadi penyerangan di tempat perkumpulan mafia, negara London. Tuan bos muda dan istrinya berada disana, kami memberitahu atas perintah Tuan Michael! " Martin melanjutkan jalannya dan diikuti Justin, sekertaris pribadi Michael.


" ... " Martin tak mengucapkan sepatah katapun, Justin maklum. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, bahkan sikap Michael lebih dari sang ayah.


" Tuan muda sudah menyiapkan semua nya, tolong anda memantaunya karena ini permintaan Tuan muda " Martin mengangguk samar dan pergi ke ruang IT bersama Justin di belakangnya.



Di setiap jalan, langkah Martin bagai langkah kematian. Tatapan dingin dan tajam menusuk ke siapa saja yang menatap nya dengan lancang.



" Selamat datang bos besar " Ucap orang-orang IT sambil menunduk. Terlihat mereka sibuk dengan layar monitor yang menampilkan letak maupun angka-angka rumit.


" Perlihatkan kejadian di Gedung kelima, letak di London bagian utara " Di angguki salah satu dari mereka yang bertugas memantau tempat-tempat yang hampir di seluruh dunia.


" Ini bos " Martin menatap monitor itu sambil melipat tangannya kedada. Dahi nya berkerut, siapa gadis yang bersama Michael itu. Tidak mungkin jika menantunya memegang senjata walau sifat nya keras dan jago bela diri, jangan-jangan...


Martin menajamkan pandangan nya dan membuang napasnya kasar, jika seperti itu mungkin diri nya harus menghukum anak yang bagaikan duplikatnya. Martin sangat tidak suka jika ada penghianat walau pun mempunyai hubungan darah dengan nya.


Di keluarga Jung diajarkan untuk setia kepada pasangan nya. Walau mereka tak mencintainya, mereka harus menjaga nya dengan segenap hati dan memperlakukan mereka lembut. Yah, berbeda dengan anak nya yang satu ini. Mirip sekali dengannya, acuh, tidak peduli, dan paling utama adalah sangat kasar melebihi diri nya.


Tapi mengingat anak nya yang sangat tidak suka dekat dengan wanita lain selain adik dan istrinya sendiri. Membuat dia harus berpikir keras, siapa gadis itu? Mengapa dia terlihat agung dan sedikit terasa asing! baru kali ini dia mengalami kesulitan untuk mengenal seseorang. Biasa nya dia yang mempunyai insting yang tajam kini menjadi lembek tak mendapat kan jawaban nya. Apa jangan-jangan...


' Apa karena pengaruh usiaku yang sudah tidak muda lagi? '