The Transmigration Of The Goodness Death

The Transmigration Of The Goodness Death
( CHAP 40 )



Happy Reading...


๐Ÿ‘ฟ๐Ÿ‘ฟ๐Ÿ‘ฟ๐Ÿ‘ฟ๐Ÿ‘ฟ๐Ÿ‘ฟ๐Ÿ‘ฟ


.


.


.


Crit...


Crit...


Crit...


" Eungh... " Memegang kepalanya yang terasa pusing.


" ... "


Sial...


Trak..


Srak...


Suara irisan dan bunyi talenan memenuhi ruang dapur itu.


Apa dia sudah bangun?...


Srssh...


Seseorang menatap punggung seorang wanita yang sedang sibuk dengan alat dapur nya.


Greb...


" Michael? "


" ... " Seseorang itu tidak bersuara.


" Duduk lah " Ucap Shizuka.


" Apa kau menganggapku manusia itu " Suara berat memenuhi pendengaran Shizuka, suara yang lebih berat dan serak dari Michael.


" Lepaskan " Dingin Shizuka. Seseorang itu mengeratkan pelukan nya dan tambah merapatkan tubuh nya dengan Shizuka.


" ? " Shizuka merasakan berat di kepalanya dan seuntai rambut jatuh didepan matanya.


" Kau.. "


Shizuka membalikkan badannya dan menatap sosok mengerikan itu.


Bagaikan penghalang, pandangannya menggelap gulita.


" Jangan melihat tampilanku dulu "


" Heh... " Shizuka tersenyum remeh.


" Kau belum mandi, memalukan " Shizuka kembali memegang dapur.


" ... " Sosok itu memandang punggung Shizuka yang tegap itu.


" Apa kau sudah waras? "


" Ada apa dengan pertanyaan itu? " Sosok itu mendengar ucapan Shizuka bagai sindiran untuk nya.


" Kau puas meminum darah ku? " Shizuka menyanggul rambutnya dan memperlihatkan leher jenjangnya yang berbekas.


Sosok itu sedikit terkejut seperkian detik ia menyeringai.


" Darahmu- "


" Jangan menungkit hal itu "


" Cih... "


Greb...


" Kau berani seperti itu kepada ku, darahmu akan aku habisi " Sambil menjilat leher Shizuka.


" Apa Saya harus takut "


" Cukup berani untuk perempuan seperti mu "


" Ke meja lah, Saya sudah menyiapkan menu sarapan pagi " Shizuka ingin berlalu merasakan tubuh nya tertarik dan menubruk dinding dengan keras.


Kedua tangannya dipegang oleh sosok itu untuk di tahan atas kepala Shizuka.


" Apa kau mengenalku? " Tanya sosok itu.


" Siapa kau? " Tanya balik Shizuka.


" Jangan membuat ku kesal manusia " Geram sosok itu. Shizuka tak dapat bergerak karena sosok ini fisiknya lebih kuat dari nya.


" Saya saja tidak mengenali anda kecuali pemilik tubuh yang anda kuasai itu "


" ... " Sosok itu melepaskan dan menyugar rambut panjang nya, berlalu dari sana.


" Aneh " Gumam Shizuka memandang punggung kekar itu, walau ia tak dapat menatap bagian kepalanya yang bagaikan buram baginya.


" Hah... " Sosok itu sekarang berada di bawah guyuran air shower.


" Apa yang terjadi? " Gumamnya.


Cklek...


" Apa yang kau lakukan disini? " Dingin sosok itu.


" Hmm?... ini sudah tugasku sebagai wanita rumah tangga " Cuek Shizuka.


" ... " Sosok itu terdiam.


" Saya tak bisa melihatmu, kau ada dimana? " Sosok itu menatap Shizuka.


Greb...


Telapak tangan besar itu menutup kedua mata Shizuka, melepaskan dan Shizuka membuka mata menyesuaikan pencahayaan.


" Kau sudah bisa melihatku "


" Mmm?... rambut panjang? "


Kenapa ia tidak terlalu terkejut?...


" Pakaian mu " Memberikan pakaian setelan kerja Michael.


" ... "


" ? " Menaikkan alisnya sebelah.


" Pakaikan "


" Seperti yang kau lakukan kepada suamimu itu "


Shizuka hanya menurut.


" Menunduk " Dengan jari telunjuk yang mengintropeksi dirinya. Sosok itu menunduk kan badannya, Shizuka mengambil handuk dan menggulung rambut panjang sosok itu.


" Sudah gunakan underwear? " Tanya Shizuka.


" ? "


" Pakaian dalam "


" Sudah " Tidak ada rasa malu?...


Memakaikan kemeja lalu celana berwarna senada, menarik pelan tangan sosok itu dituntun ke meja rias.


" Duduk "


Shizuka menggosok rambut panjang dan memberikan minyak rambut miliknya.


" Ini bukan milik manusia itu "


" Ini punyaku "


" ... "


" Sayang sekali jika rambut indahmu harus menggunakan pomade " Sosok itu hanya diam.


Aroma mawar bercampur aroma mint...


Memijit pelan kepala sosok itu agar sedikit tenang dengan minyak aromaterapi. Menyugar rambut panjang itu dan... sempurna.


" Jas dan sarung tanganmu ada di sofa, saya juga harus bersiap ke sekolah " Shizuka pun ke kamar nya dan bersiap, sedangkan sosok itu menatap pintu itu dengan seringainya.



" Gadis yang menarik "


Jangan macam-macam dengan istriku b*jin**n