
Happy Reading...
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
.
.
.
Crit...
Crit...
Crit...
" Eungh... " Memegang kepalanya yang terasa pusing.
" ... "
Sial...
Trak..
Srak...
Suara irisan dan bunyi talenan memenuhi ruang dapur itu.
Apa dia sudah bangun?...
Srssh...
Seseorang menatap punggung seorang wanita yang sedang sibuk dengan alat dapur nya.
Greb...
" Michael? "
" ... " Seseorang itu tidak bersuara.
" Duduk lah " Ucap Shizuka.
" Apa kau menganggapku manusia itu " Suara berat memenuhi pendengaran Shizuka, suara yang lebih berat dan serak dari Michael.
" Lepaskan " Dingin Shizuka. Seseorang itu mengeratkan pelukan nya dan tambah merapatkan tubuh nya dengan Shizuka.
" ? " Shizuka merasakan berat di kepalanya dan seuntai rambut jatuh didepan matanya.
" Kau.. "
Shizuka membalikkan badannya dan menatap sosok mengerikan itu.
Bagaikan penghalang, pandangannya menggelap gulita.
" Jangan melihat tampilanku dulu "
" Heh... " Shizuka tersenyum remeh.
" Kau belum mandi, memalukan " Shizuka kembali memegang dapur.
" ... " Sosok itu memandang punggung Shizuka yang tegap itu.
" Apa kau sudah waras? "
" Ada apa dengan pertanyaan itu? " Sosok itu mendengar ucapan Shizuka bagai sindiran untuk nya.
" Kau puas meminum darah ku? " Shizuka menyanggul rambutnya dan memperlihatkan leher jenjangnya yang berbekas.
Sosok itu sedikit terkejut seperkian detik ia menyeringai.
" Darahmu- "
" Jangan menungkit hal itu "
" Cih... "
Greb...
" Kau berani seperti itu kepada ku, darahmu akan aku habisi " Sambil menjilat leher Shizuka.
" Apa Saya harus takut "
" Cukup berani untuk perempuan seperti mu "
" Ke meja lah, Saya sudah menyiapkan menu sarapan pagi " Shizuka ingin berlalu merasakan tubuh nya tertarik dan menubruk dinding dengan keras.
Kedua tangannya dipegang oleh sosok itu untuk di tahan atas kepala Shizuka.
" Apa kau mengenalku? " Tanya sosok itu.
" Siapa kau? " Tanya balik Shizuka.
" Jangan membuat ku kesal manusia " Geram sosok itu. Shizuka tak dapat bergerak karena sosok ini fisiknya lebih kuat dari nya.
" Saya saja tidak mengenali anda kecuali pemilik tubuh yang anda kuasai itu "
" ... " Sosok itu melepaskan dan menyugar rambut panjang nya, berlalu dari sana.
" Aneh " Gumam Shizuka memandang punggung kekar itu, walau ia tak dapat menatap bagian kepalanya yang bagaikan buram baginya.
" Hah... " Sosok itu sekarang berada di bawah guyuran air shower.
" Apa yang terjadi? " Gumamnya.
Cklek...
" Apa yang kau lakukan disini? " Dingin sosok itu.
" Hmm?... ini sudah tugasku sebagai wanita rumah tangga " Cuek Shizuka.
" ... " Sosok itu terdiam.
" Saya tak bisa melihatmu, kau ada dimana? " Sosok itu menatap Shizuka.
Greb...
Telapak tangan besar itu menutup kedua mata Shizuka, melepaskan dan Shizuka membuka mata menyesuaikan pencahayaan.
" Kau sudah bisa melihatku "
" Mmm?... rambut panjang? "
Kenapa ia tidak terlalu terkejut?...
" Pakaian mu " Memberikan pakaian setelan kerja Michael.
" ... "
" ? " Menaikkan alisnya sebelah.
" Pakaikan "
" Seperti yang kau lakukan kepada suamimu itu "
Shizuka hanya menurut.
" Menunduk " Dengan jari telunjuk yang mengintropeksi dirinya. Sosok itu menunduk kan badannya, Shizuka mengambil handuk dan menggulung rambut panjang sosok itu.
" Sudah gunakan underwear? " Tanya Shizuka.
" ? "
" Pakaian dalam "
" Sudah " Tidak ada rasa malu?...
Memakaikan kemeja lalu celana berwarna senada, menarik pelan tangan sosok itu dituntun ke meja rias.
" Duduk "
Shizuka menggosok rambut panjang dan memberikan minyak rambut miliknya.
" Ini bukan milik manusia itu "
" Ini punyaku "
" ... "
" Sayang sekali jika rambut indahmu harus menggunakan pomade " Sosok itu hanya diam.
Aroma mawar bercampur aroma mint...
Memijit pelan kepala sosok itu agar sedikit tenang dengan minyak aromaterapi. Menyugar rambut panjang itu dan... sempurna.
" Jas dan sarung tanganmu ada di sofa, saya juga harus bersiap ke sekolah " Shizuka pun ke kamar nya dan bersiap, sedangkan sosok itu menatap pintu itu dengan seringainya.
" Gadis yang menarik "
Jangan macam-macam dengan istriku b*jin**n