The Transmigration Of The Goodness Death

The Transmigration Of The Goodness Death
( CHAP 12 )



...HAPPY READING !...


...----------------...


Seorang pria yang menatap nyamuk yang merayap disudut ruangan. Mengalihkan pandangannya dan merogoh sakunya dan mengeluarkan benda persegi panjang yang bermerek apel digigit.


Mencari nomor seseorang yang masih tidak ada namanya dan meletakkan benda itu ditelinganya.


Tut..


' *A**lready satisfied hm* ! ' Ucap pria tersebut dengan nada datarnya.


' Shi.. shizuka ' Ucap seseorang diseberang sana.


...----------------...


" Shi.. shizuka " Ucap pria baya dengan terbata bata karena terkejut. Menyalakan loud speaker nya agar semua orang mendengarnya sembari menatap layar yang menampilkan pria yang sedang bercermin.


' Apa kalian puas melihatnya diam diam ' Ucap Shizuka diseberang sana sembari memutar balikkan badannya dan duduk diatas tehel wastafel.



Kakek Xiao menggerakkan control di depannya membuat benda yang menyamar menjadi nyamuk biasa itu pergi kearah Shizuka, semuanya hanya terdiam sambil menatap layar monitor tersebut. Mereka cukup terkejut karena mereka tertangkap basah memantaunya dalam diam.


" Apa yang kalian inginkan " Datar Shizuka sembari menatap depannya yang ada nyamuk buatan Kakek Xiao.


' Tidak ada hanya saja kita penasaran apa yang kau lakukan dengan penyamaranmu ' Ucap Kenzo.


' Dan ternyata itu diluar dugaan ' Ucap Nenek Crystal sembari terkekeh.


Cklek..


HOSH.. HOSH..


Datang seorang pria dengan terengah engah karena berlari dari lantai 3 ke 1 dan naik lagi ke lantai 4 setelah dari koperasi.


" I.. ini " Kata pria itu sembari memberikan paper bag.


" Dimana kau membelinya " Datar Kenzi.


" Ta.. tadi ada seorang pria berbaju hitam yang memberikannya " Ucap pria itu.


" Hm thanks " Ucap Kenzi datar sembari memberikan beberapa lembar uang.


" Ehh tidak papa aku tulus membantumu " Ucap pria itu tulus.


" Ambil saja untuk membayar tenagamu menaiki tangga dari pada menggunakan lift " Datar Kenzi serta sindiran halus untuk nya membuat pria itu tertegun.


' Bodoh, aku lupa dikampus ini ada liftnya ' Gerutunya dalam hati dan Kenzi mendengarnya hanya diam.


" Te.. terima kasih " Ucap pria itu sedikit gugup.


" Hm, kau boleh kembali " Datar Kenzi, dan pria itupun pergi karena jam istirahat telah usai.


" Apa kalian yang menyuruh seseorang " Ucap Kenzi sembari mengambil kembali ponselnya dan menaruhnya di telinga sebelah kanan.


' Ya agar kau nyaman ' Ucap pria disana dengan datar yang tak lain adalah suaminya.


Membuka paper bagnya dan melihat pakaian lengkap berwarna putih dengan kaos putih lengan panjang dengan celana Cargo berwarna hitam putih, jangan lupa dengan sepatu, kaos kaki serta jam tangan pria untuk remaja sepertinya, dia hanya menghela napas.



" Sepertinya kalian berniat sekali menjadikanku seperti pria " Malas Kenzi dengan airpods yang sudah melekat kedua telinganya.


' Itu Michael yang pilihkan bukan kami ' Ucap mereka serentak kecuali Michael yang hanya diam.


Kenzi berjalan ke salah satu kamar mandi untuk mengganti pakaiannya, tetapi nyamuk itu mengikutinya.


" Kenapa ikut " Datar Kenzi.


' Eee.. kau mau apa ' Tanya Kakek Xiao.


" Mau ganti baju " Datar Kenzi.


' Oh silahkan ' Ucap Kakek Xiao sedikit kikuk.


Kenzi pun berlalu dan menggganti pakaiannya. Beberapa menit kemudian.


Cklek..


Munculah seorang gadis yang terlihat tomboy itu, namun sialnya sangat cantik.



Kenzi telah melepas wig nya dan menampilkan sosok seorang gadis yang sangat cantik dan manis, walau masih menggunakan topeng penyamaran.


Disisi lain, Semua orang yang sedang memantaunya lewat alat itu pun terpesona walau palsu.


" Astaga anakku sangat cantik ๐Ÿ˜ " Seru Kazumi mengagumi kecatikan anaknya yang dalam penyamaran.


" Bagaimana Michael, kakakku cantik atau tidak " Goda Kenzo ke Michael yang hanya terlihat acuh.


" Biasa saja " Ucap Michael dengan nada malas. Tetapi sebenarnya ia terpesona dalam diam, sungguh istrinya punya pesona yang sangat langkah.


" Tapi kenapa kakak tak berkedip menatap kak Shizuka " Ucap Caroline juga menggoda kakaknya, sudah lama ia tak menggoda kakaknya itu.


" .... " Michael tak berkutik, ia malu tertangkap basah mengagumi istrinya itu. Tapi ia berusaha terlihat biasa biasa saja.


" Sudahlah dek jika kau menggoda kakakmu ini, kakak buang koleksi album kpop mu " Ancam Michael ke Caroline membuat adiknya tersebut langsung memasang wajah memelas serta cemberutnya. Walaupun Caroline bersifat acuh, dingin, dan kejam di mafia ia sangat suka mengidolakan para artis kpop.


" Ish.. iyadeh tidak lagi ! Tapi kakak belikan album keluaran terbaru BTS itu yah " Ucap Caroline memohon ke kakak tersayangnya itu. Semua yang menatap pembicaraan adik kakak itu pun tertawa terbahak bahak.


" Hah.. astaga ternyata kau bisa memohon juga yah " Kata Kenzo terkekeh lucu.


" Sudah lama aku tak melihat wajah melas serta cemberutmu sayang " Ucap lembut Martin sembari mengelus kepala anak bungsunya itu.


" Iya, sampai sampai aku mau jitak kepalanya karena wajah jeleknya itu " Ledek Michael menggoda balik adiknya tetapi masih dengan nada datar.


" Sudah - sudah kalian jangan berdebat " Lerai nenek Crystal ke 2 bersaudara itu.


Shizuka Pov..


Shizuka menghadap ke cermin sambil menyugar dan mengikat rambutnya untuk memperbaiki tata wig nya agar rapi.


Cklek..


" HALO - HALO... DONG PYO COME BACK GUYS ! " Tiba tiba terdengar suara teriakan yang membahana memenuhi ruangan toilet membuat Shizuka menatap tajam si empu. Dong Pyo merasakan tatapan mematikan menusuk kedirinya itu terpatah patah menatap ke arah orang yang menatapnya dan...


Glek...


Dong Pyo menelan kasar salivanya karena ia mendapat tatapan dari seorang malaikat maut.


" E..e.. eh.. saya.. minta.. sorry boss, tidak lagi he..he.. " Ucap Dong Pyo terbata - bata sembari cengengesan kikuk.


' Aaa.. rasanya ingin sekali mati saja kalau begini huee... ๐Ÿ˜ฃ ' Batin Dong Pyo meratapi nasibnya.


" Haha.. siapa suruh kau selalu berteriak, kan gini jadinya " Ucap seorang pria tiba - tiba di ikuti 2 pria dan 2 wanita dibelakangnya, yang bicara itu adalah Agust.


" Sok - sokan pake bahasa inggris lagi " Ucap Aldo pedas, sepertinya kepedasan Suga menurun ke Aldo.


" Hiks.. hikss.. sakit sekali hatiku " Ucap Dong Pyo nelangsa.


" Cih.. jangan lebay " Ucap pedas Amber.


" ๐Ÿ˜ฉ " Ekspresinya hanya pasrah.


" Tapi wuihh.. kau cantik sekali, walau aku tahu itu hanya topeng ! " Seru Yuka menatap terpesona ke arah Shizuka dari atas sampai bawah tanpa mengetahui ada yang menatapnya seperti mangsa yang enak.


Disisi lain..


' Berani beraninya si bocah ingusan itu mengagumi istriku ๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜  ' Batin Michael menatap Yuka di layar monitor yang sedang menatap dan mengucapkan kagum ke istrinya dengan tatapan serigala menatap mangsanya. Dan mereka menyadari tatapan itu, tatapan seseorang yang sangat mengerikan dan orang yang sedang cemburu.


" Kak.. apa kau cemburu " Ucap santai Kenzo.


" DIAM " Sentak Michael sembari menatap tajam ke arah adik iparnya, dan seketika nyali Kenzo menciut.


' Astaga pengaruh anakku / menantuku / cucuku / kakak ternyata berdampak besar bagi Michael, semoga anak itu beruntung ' Batin mereka kecuali Michael dan mengasihani Yuka.


" Yuka Ryu Tama, adalah seorang anak dari pengusaha terkaya ke 6 di dunia dan seorang anggota inti dari Scorpion Mafia dan seorang Yakuza menggantikan Kazumi di Jepang. Kelahiran di Jepang dengan seumuran dengan Michael " Jelas Kakek Xiao sembari menatap salah satu biodata orang terdekat Shizuka di sana.


Michael mendengar itupun langsung menyeringai seram.


" Jangan kau hancurkan perusahaan nya tanpa izin Shizuka " Ucap Martin tiba tiba dengan nada peringatan.


" Knp " Singkat Michael.


" Karena Yuka juga pasti salah teman ah bukan sahabat terdekat Shizuka, jadi jangan bertindak gegabah " Ucap Martin dengan datar.


" Hm " Michael hanya bergumam membalas perkataan sang ayah.


' Ada apa dengan diriku, kenapa aku tidak suka melihat Shizuka dekat dengan pria ? ' Batin Michael tanda tanya.


Disisi lain..


' Itai.. Dลshite torihadagatatsu no? ' Batin Yuka sembari mengusap tekuknya yang nerasa tiba tiba merinding, seperti ada yang menatapnya seperti daging yang lezat.