The Transmigration Of The Goodness Death

The Transmigration Of The Goodness Death
( CHAP 27 )



Happy Reading...


👿👿👿👿👿👿👿


PERINGATAN!!!


Jika tak menyukai berbau Korea, jangan kesal atau merasa tak suka. Fokus aja ke jalan alur cerita!.


Lanjut...


Pulang sekolah...


Kenzi berjalan menuju parkiran, kini sekolah sudah sepi karena waktu pulang dari sekolah sudah sedari tadi.


Drrt...


Drrt...


Drrt...


Kenzi merogoh sakunya dan melihat poselnya ada panggilan.


Tut...


" Hm... "


' ..... '


" Hm... "


Tut...


Entah apa yang dibicarakan mereka, Kenzi menjawab hanya singkat. Kenzi menaiki motornya dan mengendarainya.


Di sebuah tempat...


Kenzi sampai dan memarkirkan motor besarnya di sebuah halaman rumah sederhana dengan arsitektur yang sedikit mewah.



Memasukinya dan tak lama dia keluar dengan pakaian yang berbeda. Dia kembali mengendarai motor ya g berbeda dari sebelumnya dan menuju suatu tempat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



Sudah sedari tadi Kenzi melihat sesuatu didepannya, terlihat sebuah perkelahian yang tak seimbang dari sana. Tawuran, tentu saja... hal aneh yang telah di akibatkan oleh trio loli ini sangat mengesalkan.


" Hei, gadis jelek... beraninya kau memancing kami sialan 💢😤😤 " Ucap salah satu seorang pria disana.


" Terima akibatnya "


Bugh...


" Kenakan, kalian masih bocah mau ngajakin kami tawuran. Cih, etika kalian dimana " Pedas seorang yang menggunakan pakaian tertutup dengan topi dan masker hitam, semua nya pun begitu.


" Kami hanya ingin menarik perhatian seorang pria " Ceplos seseorang membuat temannya di sebelah menabok kepalanya.


" Jangan diberitahu Nata " Trio loli itu, siapa lagi kalau bukan Alessandra, Natalie, dan Andrena.


" Ekhem... " Mereka mengalihkan pusat perhatian kepada seorang pria yang duduk diatas motornya sedari tadi.



" Kenzi " Bagai keindahan yang menghipnotis mereka, trio itu terpesona sedetik kemudian.


Kenzi tak mempedulikan trio tersebut menatap seseorang yang diajak tawuran oleh trio loli itu dengan dingin.


" B-bos " Terbata - bata salah satu dari mereka.



" A, Y, O " Nama samaran berinisial tersebut yang diucapkan oleh Kenzi pun berdiri dengan tegap. Dia mengenal ke tiga pria berbaju hitam ini.


" Apa kau mengenal nya ? " Bingung Nata.


" Wah, ternyata... " Mereka speechless.


' Bodoh ' Umpat Kenzi dalam hati dan menghela napas.


" Kenzi " Ales yang kembali kesadaran nya pun mendekat ke Kenzi.


" Apa kau mencari dan ingin menolongku " Percaya diri sekali anak ini. Sudut mulut Kenzi berkedut ketika melihat wajah Ales sudah bonyok karena bogeman gratis dari anggotanya itu. Dan tindikan hidungnya hmm... nggak bisa dijelaskan pokoknya.


" Kau percaya diri sekali gadis " Ales cemberut yang terlihat menggemaskan namun bagi Kenzi biasa saja seperti plastik tidak ada harganya.



" Hm... kau... " Kenzi mendekatkan wajah nya ke depan wajah Ales membuat sang empu tertegun dan salting.


" You' er Psychopath girl " Ales mematung ditempat membuat Kenzi tersenyum miring dan menjauhkan wajahnya, menatap kedua gadis yang ada di belakang Ales yang sama - sama mematung dengan tatapan misterius.


" Apa saya salah ? "



" Kekeke... ada apa dengan kalian, saya cuman bercanda " Kekehan yang terdengar berbeda ditelinga mereka. Senyuman itupun menghilang digantikan dengan raut yang sangat dingin.


" Lady A, N, and An " Mata mereka terlihat terbelalak.


[ A, N, An... Menggunakan pengucapan dalam bahasa Inggris ! ]


" Siapa kau sebenarnya " Dingin Ales sambil menatap tajam mata Kenzi yang terlihat menyeramkan menusuk kearahnya. Dia diam - diam merasa bergidik ngeri, pesona juga tidak bisa dilewatkan.



Menukik alisnya dan berdecak, Kenzi tersenyum miring sedikit.


" Sebenarnya siapa diriku " Seolah bermain-main akan ucapannya, Ales menggertakkan giginya merasa kesal. Nata dan Andre hanya diam tak ingin melewatkan pesona Kenzi sedikit pun, melupakan bahwa identitasnya diketahui sosok itu.


" Kau cantik tapi sayang sekali... " Kenzi mendekatkan diri ke Ales dan memajukan wajahnya yang tingginya Ales hanya sebatas bawah dadanya, mendekatkan bibirnya ke daun telinga sang empu.


" Kalian sudah tak perawan, expensive ***** but cheap " Bisik Kenzi dan...


Bugh...


Bugh...


Bugh...



Kenzi dengan sadis membogem Ales membuat sang empu terpental kebelakang menabrak Nata dan Andre yang ada dibelakangnya.


Brukh...


Glek...


Ketiga pria itu menelan susah salivanya saat Kenzi menonjok Ales tanpa ampun. Lihatlah, mereka bertiga terpental hampir 5 meter.



Tatapan tajam itu sangat mengerikan, lagi - lagi mereka menelan susah salivanya dan menunduk tak berani lagi mengadahkan pandangannya untuk melihat Kenzi.


Kenzi menurunkan kepalan tangannya dan berjalan mendekati ketiga anggotanya.


" Agus, Yuka, Aldo " Ketiga pria itu mematung.


" Good " Kenzi berjalan membelakangi mereka.


Agus, Yuka, maupun Aldo mendekati bosnya di belakang dan berjalan bersama meninggalkan ketiga gadis loli itu terkapar tidak berdaya dengan hidung yang patah dengan darah yang mengalir di kepala mereka.


Tanpa diketahui, ketiga gadis itu akan melupakan sesuatu dan Michael melihat semua apa yang di lakukan Kenzi alias sang istri pun hanya terdiam karena baru melihat kekuatan sang istri yang sangat mengerikan.


Sepertinya dia akan menjadi suami yang takut akan istri.


" Gila, istriku kenapa sangat mengerikan begini "