
Happy Reading...
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
.
.
.
Michael turun dan mencari Shizuka namun yang dilihat hanya lah seorang pria yang sedang memainkan ponselnya di sofa sana.
" Siapa kau? " Bisik Michael ditelinga Kenzi.
" Itu menggelikan " Risih Kenzi membuat Michael mengetahui siapa pria tersebut.
" Kau menyamar? " Tanya Michael sambil duduk dihadapan Kenzi.
" Hn "
" Saya berangkat " Kenzi yang ingin keluar pun terhenti akan cekalan di tangannya.
" ? " Michael menarik tangan Kenzi ke garansi dan memasuki salah satu mobil dari jejeran mobil lainnya.
Brak...
" ... " Kenzi hanya diam.
Brum...
Critt...
Ternyata sosok lain di dalam Michael pandai mengendarai kendaraan.
" Apa kau memiliki seorang teman? "
" Ya " Singkat Kenzi membuat Michael diam-diam berdecak.
" Datanglah ke perusahaan " Ternyata sudah sampai, tentu karena Michael menaikkan kecepatan lajunya hingga diatas rata-rata.
" Hm... "
Brak...
Brum...
Tanpa basa-basi Michael lekas berlalu dengan Kenzi menatap mobil itu dalam diam.
" Bos! " Kenzi membalikkan badannya dan berjalan dengan anggota dibelakang.
" Astaga bos, entah mengapa kau semakin Handsome aja tapi tak mampu mengalahkan Handsomeku " Lebay Dongpyo tengil tanpa dosa.
" Ilih, makin nyeselin ni anak " Celetuk Liora dan Aldo terkekeh karena merasa lucu.
Agust menatap punggung Kenzi dalam diam.
" Agust " Sang empu tersentak ketika namanya dipanggil untuk pertama kalinya oleh sang bosnya sendiri.
" Y-ya " Cicit Agust.
" Temui saya di ruangan X markas esok " Setelah mengatakan hal tersebut, Kenzi dengan cepat berlari dari sana tanpa mempedulikan teriakan anggotanya.
" Bos " Mereka ingin mengejar pun terhenti akan suara yang mengintrupsi mereka dengan dingin.
" Jangan mengikutinya, dia ada urusan "
" Hah baiklah " Mereka menghela napas pasrah. Amber menatap Agust dalam diam, terbesit dalam pikirannya berbagai pertanyaan.
" Yuka dimana? " Tanya Aldo.
" Jepang, ada misi yang harus ia lakukan " Balas Amber datar yang diangguki mereka.
Sedangkan disisi lain...
Drap...
Drap...
Drap...
Aura dingin memenuhi seluruh gedung, mereka seketika merinding dan ingin berlutut akan aura mengerikan yang keluar dari seorang pria yang tiba itu.
Entah mengapa auranya lebih mengerikan dari sebelumnya, batin mereka ketakutan.
" Justin " Sang empu dengan segera berdiri di belakang sang bosnya.
" Ya tuan? "
" Dimana ruang rahasia perusahaan ini? " Justin tertegun.
Brak...
" Hei, siapa yang be!- "
" Aargkhh... " Terdengar suara pria yang merintik kesakitan akibat batang lehernya dicengkram dengan sangat erat.
" Uhuk... si-siapa kau? " Tao menatap seorang berambut panjang yang ia yakini adalah seorang wanita yang bertopeng dihadapan nya.
" Saya datang kesini hanya memberikan mu peringatan " Bibir itu menyungging dengan miring.
" Zhang Tao Lie "
Degh...
" Ka-kau... "
" Seperti yang kuduga, kau tak sebodoh itu " Melempar Tao tanpa ampun ke kaca gedung pencakar langit itu.
" AAAAKH... "
Tao merasakan tubuh nya terjatuh dari atas dimana ruangan kerja nya berada paling atas gedung perusahaan itu.
Swosh...
Wanita itu kini berada di atas Tao dengan senyuman misterius.
" Saya meratakan beberapa markasmu sebagai peringatan, good luck "
Sring...
Brakh...
...Kyaa!......
...Ada orang jatuh, cepat panggil pertolongan......
...Astaga, bukan kah orang itu adalah pak Tao!?...
...Cepat!......
...Kasihan sekali pak Tao......
Wiuw... wiuw... Wiuw...
Semua orang mengerumuni Tao yang dalam keadaan mengenaskan dengan mata melotot suatu titik.
Ternyata wanita itu berada diatas atap gedungnya yang paling atas sedang menyeringai kepadanya.
" Saya menunggumu " Setelah berkomat-kamit wanita itu menghilang begitu saja meninggalkan sebuah bunga merah yang indah namun...
Bunga itu jatuh tepat berada di dada Tao, orang di sekitarnya terkejut.
" Bu-bukankah bunga ini... "
" Spider lily! " Tao perlahan menutup matanya dengan menggertakan gigi.
Sialan Ming Mayleen, gadis itu...