
Happy Reading...
👉👉👉👉👉👉👉👉
Salam dari Caroline Laven Jung !
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" OK, today's meeting is over, thank you for working together ! " Datar Kenzi mengusaikan rapat.
Arti : Baiklah meeting hari ini selesai, terima kasih sudah bekerja sama.
" Hei Kenzi, apa kau mau ikut ke kantin " Ucap Michael sembari merangkul leher Kenzi.
" Permisi tuan " Ucapan Kenzi terhenti ketika Somi memotong pembicaraan keduanya. Kenzi dan Michael menatap datar Somi namun didalam hati menggeram.
" Ada apa " Datar Kenzi.
" Emm... apa tuan berkenan untuk makan siang bersama " Ucap Somi sembari tersenyum manis untuk memikat Kenzi.
' Jangan bilang... ' Jeda Michael dalam hati sembari menatap Somi dengan pandangan yang tak dapat diartikan, Kenzi mengerti akan hal itu.
" Saya menolak " Singkat Kenzi membuat Somi sedih namun ia tersenyum paksa.
" Baiklah kalau begitu kami permisi dulu " Ucap Somi dengan sopan dan berlalu dengan sekertarisnya.
" Tunggu " Somi dan sekertarisnya berhenti dan berbalik.
Seorang pria yang sedari tadi menatap pembicaraan mereka pun mencegah wanita itu keluar. Pria itu mendekat kearah Kenzi dan merangkul seperti Michael membuat pria itu melotot.
Kim Mingyu adalah seorang pengusaha muda seperti Michael. Ia adalah teman sekolah Somi di negara kincir, namun tidak terlalu dekat. Berumur 24 tahun dengan tinggi 1, 81 cm.
" Tuan Kim " Datar Kenzi.
" Tuan Kenzi saya mengundang anda untuk makan siang bersama nona Somi dan tuan Michael " Ucap Ramah Mingyu.
' Mingyu ' Batin Somi.
Kenzi menatap Michael yang mengalihkan pandangannya karena ia salting tanpa sebab.
" Kami tidak menolak " Kenzi melepas rangkulan Michael dan berjalan ke arah Somi. Menggandeng tangannya sembari memasukkan tangan sebelahnya ke dalam saku.
" Come on " Tekan Kenzi dan berjalan duluan tanpa tahu bahwa wanita disampingnya sudah memerah dengan jantung yang berdegup kencang karena merasa senang.
Michael dan Mingyu hanya berdengus dan berjalan dibelakang mereka. Selama perjalanan menuju lobby, mereka tidak menjadi bahan tontonan karena kantor diliburkan dan hanya terbuka untuk konferensi. Para karyawan dan karyawati hanya datang untuk membuka perusahaan dan mengerjakan beberapa berkas agar tidak menumpuk saat mereka cuti.
Saat ingin pulang, Kenzi menjadi perhatian pun mendekat karena penasaran. Jadi para fans itu sudah pergi karena para bodyguard yang mengusir.
Mingyu sedari tadi melihat tangan Kenzi dan Somi bertautan hanya bisa memendam rasa api yang terbakar dalam hatinya. Cemburu, tentu saja Somi adalah seseorang yang membuatnya jatuh cinta pada sekolah menengah pertama dulu bahkan itu sudah lama. Jangan lupa Michael yang juga cemburu, harusnya posisi itu untukku batinnya marah.
" Hei Kenzi bisakah saya meminjam ponselmu, sepertinya ketinggalan di ruangan " Tangan itu pun terlepas. Somi sedikit terkejut dan hanya diam, Kenzi mengambil ponsel warna hitam bermerk apel bergigit itu.
" Ini " Ucap Kenzi sembari memberikan ponselnya.
" Ayo " Tanpa dosa Michael dan berjalan duluan.
Michael melangkah dengan sorot mata yang dingin dan tajam sambil mengotak atik sebuah keyboard panggilan.
Tut...
" Halo, dengan siapa ini ? " Ucap seseorang di sana.
" Kĥnh̄ā prawạti k̄hxng Kim Mingyu " Ucap Michael dingin dengan bahasa Thai.
Arti : Cari biodata Kim Mingyu.
" King K̄hxxp̣hạy. C̄hạn ca kĥnh̄ā tạw tn k̄hxng khim ming yū " Balas seorang pria disana juga dengan bahasa Thai.
Arti : King maaf. Saya akan mencarikan identitas Kim Mingyu !.
Tut...
Karena jarak mereka memang jauh membuat Mingyu tak mendengar dengan jelas apa yang dibicarakan Michael termasuk Somi kecuali Kenzi yang mempunyai insting dan pendengaran yang sangat tajam bisa mendengar itu.
Bahasa Thailand, tentu Kenzi mengerti bahkan sudah dapat berbicara dengan fasih menggunakan bahasa itu. Bahkan banyak bahasa yang dikuasainya dinegara yang berbeda beda, termasuk bahasa Sunda, Melayu, apalagi bahasa gaul dari Ibu kota Jakarta, Indonesia.
Kenzi mempercepat jalannya dan berdiri disamping Michael meninggalkan Mingyu dan Somi dibelakang dari jarak jauh.
" Ini ponselmu " Dingin Michael sembari memberikan benda persegi panjang tersebut.
Sesampai di Lobby, sudah ada mobil yang menunggu dengan pria tadi.
" Tuan ini kunci mobilnya " Ucap pria itu.
" Hm " Pria itupun pergi.
Semua pun naik mobil Kenzi yang menjadi sopir dan Michael disebelahnya.
" Siap ! " Ucap Kenzi seperti nada peringatan.
" Apa maksudmu ? " Bingung Mingyu dan Somi. Michael diam melihat Kenzi.
Kenzi menyeringai dan memegang transmisi manual dengan tangan kirinya. Menyentakkan ke belakang dan menggas mobil itu membuat Somi terpekik.
Kyaa...
" Diam, jika ada yang berteriak awas !!! " Sentak Kenzi sadis membuat Somi merasa takut dan diam.
Ckitt...
Kenzi mendrift dan melaju melewati pagar perusahan yang hampir tertutup membuat orang disana hampir terjengkang kaget.
Selama perjalanan, mobil Kenzi menyalip semua kendaraan kendaraan dan mendapat umpatan - umpatan dari para pengendara.
Mingyu memegang erat penyangga tangan yang berada di atas jendela mobil, Somi hanya menutup matanya erat kala mobil ini melaju sangat kencang. Biasanya ia tak pernah merasakan bagaimana mobil begitu melaju dengan kecepatan 100 km/ jam, sangat kencang bukan.
Michael jangan ditanya lagi, ia sangat menikmatinya karena mobil modifikasi yang belum ia gunakan sekarang melaju dengan sukses. Ia melihat kesamping dan melihat Kenzi yang santai saja seperti tidak merasa takut sedikit pun membuat ia menyeringai puas.
Sesampai disalah satu restoran.
Bruk...
Brak...
Mingyu membuka dan menutup kasar pintu mobil itu, ia sangat pusing sampai sampai ia rasanya mau muntah.
Somi ikutan dan langsung berlari masuk restoran itu menemukan toilet.
" Mau buang, pergi toilet " Datar Kenzi dan segera Mingyu berlari.
" Mereka lemah " Gumam Kenzi datar yang dapat didengar Michael.
" Memang " Setuju Michael. Mereka pun berjalan memasuki restoran.
" Padahal Mingyu itu berprofesi di dunia bawah juga " Celetuk Kenzi.
" Bagaimana kau mengetahuinya ? " Tanya Michael sembari menaikkan alisnya sebelah.
" Cari " Singkat Kenzi dan oh ria dari Michael tanpa mau bertanya lebih banyak.
Mereka menjadi bahan perhatian semua orang di restoran. Dan lagi - lagi para wanita histeris melihat seorang Michael dan Kenzi.
...Hei bukankah itu tuan Michael seorang pengusaha Billionaier tampan itu !...
...Siapa pangeran tampan yang berada disamping tuan Michael itu ?...
...Oh my god, mereka sangat tampan...
...Oh my horse prince...
Mereka yang berteriak tidak ada yang berani mendekat karena aura dingin yang menyeramkan dari kedua pria itu tapi justru itu membuat mereka tampak mempesona dan terlihat seperti pria sejati dengan sejuta pesonanya.
" Waitress " Panggil Kenzi ke salah satu pelayan wanita disana. Pelayan wanita itu terlihat membelalakan matanya dan tersipu. Mendekat dan mencoba tersenyum semanis mungkin.
" Ada apa tuan " Nampak pelayan wanita itu malu - malu kucing. Kenzi mendekatkankan bibirnya ke telinga pelayan itu membuat wanita disekitarnya berteriak histeris tak terima.
...Apa - apaan ini, kenapa pelayan rendahan itu yang beruntung sih...
...Wah patah hati ku...
...Ck... lebay kalian semua...
...Awas saja pelayan itu......
Terlihat pelayan itu mengangguk usai dibisik oleh Kenzi dan sikap yang tadi nya malu - malu kucing seketika berubah menjadi biasa saja.
" Lewat sini tuan " Ucap pelayan itu sembari menjulurkan tangannya ke depan untuk menunjuk arah untuk mencari ruangan VIP.
Tanpa pelayan itu Kenzi dan Michael berlalu tanpa pelayan itu. Meninggalkan pelayan itu menatap serius punggung Kenzi sembari tersenyum entah kenapa.
' Queen '