The Transmigration Of The Goodness Death

The Transmigration Of The Goodness Death
( CHAP 33 )



Happy Reading...


👿👿👿👿👿👿👿


Lanjut...


" Yeah... "


" Hmp... Good boy " Gadis bersetelan hitam itu pun mendekati Michael dan berdiri dihadapannya.


" Kau mengenalku " Lirih gadis itu sambil menatap balik tatapan tajam itu.


" ... "


" Kau berbeda dari sebelumnya sayang " Bibir itu menerbitkan seringai nya. Michael mengelus pipi gadis itu dengan sensual, gadis itu sejenak terdiam lalu terkekeh dan mengalungkan tangannya di leher Michael.


" Kau menjadi nakal Michael " Bisik gadis itu.


" Haha... " Michael hanya terkekeh pelan dan melingkarkan tangannya ke pinggang ramping gadis itu.


Siapa gadis itu?


Michael...


Apakah dia selama ini bermain-main dengan Shizuka?


Seseorang memantau mereka dengan perasaan geram dan tak suka.


Mereka berbincang tanpa mempedulikan sekitar nya, namun tiba-tiba...


Telinga tajam mereka pun berfungsi, sebuah benda melesat dari arah tenggara.


Dorr...


Boomm...


Swosh...


" Hahah... matilah kalian " Teriak seseorang disana.


Sedangkan disisi lain...


" Hubungi Killian dan yang lainnya, buat koneksi dengan mereka segera " Perintah Martin.


" Baik " Ucap sang hacker.


Martin menyaku tangannya dan menatap serius layar monitor yang menampilkan semua kejadian yang sudah dia pantau sedari tadi.


" Hah nak, saat pulang tunggu hukumanmu " Gumam Martin tak berdaya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Drrrt...


Drrrt...


Seorang pria yang sedang berada di suatu ruangan yang dipenuhi oleh senjata itu pun menatap bingung ponselnya.


Tut...


" ... "


Mata nya membola dan tanpa aba-aba dia memutuskan panggilan dan berlari dengan segera entah kemana namun yang pasti dia terlihat sangat senang.


" Martin I' m coming " Gumam seseorang itu sambil tersenyum kegirangan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" ... "


Tut...


Seorang pria menatap ponselnya dengan entah apa artinya.


Smirk...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" ... "


" Benarkah! " Pekik seseorang yang sedang berada di bawah kendaraan beroda empat yang terlihat fantastis.


Dugh...


" Awshh... " Ringis seseorang itu ketika tanpa sengaja jidat nya yang mulus terkantuk ke mobilnya.


Tut...


" Yehoo... " Jerit seseorang itu sambil berbiri tanpa mempedulikan jidat nya sudah membiru.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tut...


Seorang pria yang sedang berada di ruangan formal pun terlihat menyunggingkan senyuman tipis.


" Ikut aku, kita mendapatkan undangan dadakan " Ucap pria itu sambil mengganti pakaian nya.


" Siapa Killian? " Bingung Arandra.


" Leader "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Ohh... tidak semudah itu kawan " Seseorang yang menyerang tadi pun membalikkan badannya dan membola kan mata nya.


" Sial " Umpat seseorang itu.


Orang yang ingin dia musnahkan dari muka bumi kini masih ada dan berdiri disana dengan punggung yang masih tegap tanpa luka.


" Kau mengincarku sialan " Ucap Michael dengan nada rendah nya yang terdengar mengerikan di telinga mereka. Dengan susah payah mereka meredamkan rasa ngeri dan takut mereka agar segera mengelak Michael.


Boom...


Duarr...


" Hehe... " Seseorang itu menyeringai.


Drap...


Drap...


Drap...


Pukh...


Tubuh seseorang itu menegang kala sebuah tangan memegang pundak nya, dia tak mengerti perasaan ini ketika sebuah tangan itu menyentuh nya. Perasaan takut dan aneh menyeruak dirinya, dia meneguk susah saliva nya.


" Aaa...!!! "


Brukh...


" Akh... " Jerit seseorang itu yang merasakan badannya hampir remuk karena dibanting oleh gadis ini.


Ctak...


Mata seseorang itu membola. Bagaimana tidak, pasukan milik nya kini sudah terkapar tidak berdaya di lantai ballroom. Bahkan ada pasukan yang menjaga dari bayangan kini tergantung di dinding-dinding ruangan bagai patung yang menyeramkan.


Drap...


Drap...


Drap...


" Punya nyali sebesar apa kau " Seseorang itu menggertakkan giginya ketika Michael datang dengan arogannya.


" Aku tak akan me maafkan mu sialan! " Teriak seseorang itu sambil mencengkram kedua tangannya.


" Hmmp... apa kau bodoh "


" Siapa yang memancing dan membuat ulah ke seorang raja " Angkuh Michael dan mencengkram rahang seseorang itu.


" Pasukan mu sudah aku musnahkan bersama mafia kecil mu itu " Kata Michael sambil menyeringai seram.


Degh...


" Zafier Sekario, jika orang tua mu tahu apa pekerjaanmu mungkin mereka sangat kecewa "


" ... " Seseorang itu terlihat mematung dan diam dari sebelumnya.


Michael melepas kasar cengkramannya dan berdiri mencari gadis yang sudah membantu nya itu.


" Terima kasih girl telah membantuku " Pelan Michael agar tidak ada yang mendengar nya kecuali dirinya dan sang empu.


" Tdk masalah " Datar gadis itu.


" Dimana? " Gadis itu menatap seseorang yang bernama Zafier itu, dia terlihat sedikit menyedihkan.


" DIMANA DIA! " Teriak Zafier.


" Apa maksud mu sialan? " Geram Michael karena tak menyukai ketika seorang musuh meneriakinya.


" Dimana dia hah? Aku tanya dimana dia??!!" Tanya Zafier dengan nada bergetar.


" Ouh... wanita ini " Zafier membelalakkan matanya.


" Kau!!! " Jangan menyakitinya kumohon " Kata Zafier dengan pelan di terakhir. Matanya memerah dan bibir nya terlihat bergetar, manik matanya menyorot sedih.


" Hei kau terlihat menyedihkan " Ledekan gadis itu sangat tidak singkron dengan nada dan aura nya.


" ... "


Zafier tidak peduli namun fokusnya kepada satu wanita yang berada di samping gadis itu.


Mata wanita itu tampak datar, tak dapat diartikan.


Zafier tertegun.


" Edrea Grizell " Pelan Zafier ber susah payah berdiri untuk mendekati seseorang yang dia jadi kan sandera selama ini namun perasaan seorang pria normal tidak dapat menolak nya.


Sang wanita itu pun hanya diam dan mengalihkan tatapan nya tak mau menatap seorang pria yang dengan jahatnya sudah mencoreng harga dirinya sebagai wanita.


" Apa kau baik-baik saja kan? " Khawatir Zafier.


" ... " Edrea tertegun.


" Edrea " Zafier ingin memegang tangan Edrea, namun segera ditepis oleh sang empu.


Zafier terlihat sedih, dia tak percaya bahwa hari ini adalah hari dimana dia akan serapuh ini dan parahnya di lihat oleh orang-orang.


Namun dia tak peduli, hanya satu yang ada di pikirannya yaitu wanita yang dia cintai dalam diam ini.


Brukh...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Apakah kita terlambat? "


" ... "


Martin membalikkan badannya melihat mantan anggotanya alias sahabat dekatnya kini berada di sana dengan berbeda namun tampilan yang sama.


" Oh bos, kami merindukanmu " Martin mengangkat tangannya.


" Itu sangat menjijikan " Dingin Martin.


" Ck... sama saja, gunung es batu serut " Gerutu Caeshar dan Abraham.


" Halo bos " Killian mendekat Martin dan melakukan tos.


" Jangan berbasa-basi lagi " Datar Martin.


" Karena permainan baru saja di mulai " Kata Martin sambil menyeringai seram.


Caeshar dan Abraham pun merinding.


' Senyuman itu tidak ada bedanya dengan yang dulu, menyeramkan dan mematikan '


" Hei Martin, pa kabar "


" Aditya, Arandra?! "


" Hei kawan, bagaimana? Sudah jadi Su and Is kah? " Ledek Abraham.


" Hehe... apa kami terlihat serasi " Aditya merangkul pundak Arandra.


" Sialan " Arandra ingin menginjak kaki Aditya namun dia sudah terlambat.


" Kau tidak bisa lagi menginjak kaki ku seperti itu girls " Bisik Aditya ke telinga Arandra.


Killian hanya diam dan terlihat acuh saja, namun berbeda dengan hatinya.


" Jangan bercanda, dia bersama Killian " Acuh Martin yang mengerti perasaan tangan kanannya itu.


" What! Serius " Pekik Caeshar dan Abraham.


Arandra mengangguk cepat tak ingin dibilang seperti tadi.


" Oh maafkan kami " Ucap mereka sesal.


" No problem " Arandra mengangguk.