The Transmigration Of The Goodness Death

The Transmigration Of The Goodness Death
( CHAP 38 )



Happy Reading...


👿👿👿👿👿👿👿


" Saya sudah mendengar keluhan para siswa, bahwa kamu menindas siswa yang tak bersalah " Saat ini Kenzi berada di ruangan kepala sekolah.


" ... "


" KENAPA KAU DIAM SAJA! " Teriak kepala sekolah itu.


" Siapa yg melaporkannya " Ucap Kenzi dengan suara rendahnya.


" A-apa? seorang anak donatur yang mengatakannya "


" Siapa gadis itu? "


Bagaimana dia bisa mengetahui jika anak donatur itu seorang gadis?...


" Namanya Selly Tamara dari keluarga Tamara " Ucap kepala sekolah itu.


" Panggil gadis itu " Kenzi pun duduk dengan arogan dikursi kebesaran kepala sekolah itu.


" Beraninya- "


" Panggil sebelum sy mengobrak-abrik kerongkonganmu itu " Tajam Kenzi dengan tatapan membunuhnya.


Glek...


Anak ini tidak berubah sejak hari pertama nya...


" B-baiklah "


Setelah beberapa puluhan menit...


Cklek...


Cring...


" Kyaa... Astaga! " Terdengar suara perempuan yang syok.


" Girl, kau tahu saya tdk suka menunggu " Selly menatap Kenzi yang menatap nya tajam.


Deg...


Selly terpaku, dia terpesona dengan Kenzi.


" Jngn menatap ku gadis " Dingin Kenzi.


" Ah oh ma-maaf " Sipu Selly.


" Selly Tamara hmm... "


" Be-benar " Selly meneguk susah salivanya.


" Apa sy pernah berbuat masalah dengan anda? " Tanya Kenzi datar.


" A-apa maksudnya? " Bingung nya.


" Heh... kau yg melaporkanku ke dekan hanya karena masalah saya memukul orang yg bersalah "


" Apa maksudmu? " Kata kepala sekolah itu.


" Cih... jika kau diam sj... " Kenzi berdiri dan mendekati Selly yang berdiri mematung menatap nya.


" Kumohon untuk jngn mengurusi sy. Sy tdk ingin berurusan dngn keluarga mu, permisi... " Kenzi pun keluar.


" ... " Hening, kepala sekolah itu pun terdiam karena tak dapat menahan kengeriannya atas aura dan suara itu.


" Apa dia yang selalu membuat ulah dikantin pak? " Tanya Selly.


" Be-benar nona "


" Serahkan biodatanya? "


" Silahkan " Kepala sekolah memberikan biodatanya.


Selly kaget ketika melihat kertas biodata pria itu.


" Kenzi Young. J... "


" Hee... 19 tahun? "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Disebuah gedung pencakar langit...


Terlihat seorang pria sibuk menatap kertas-kertas ditangannya, nampak tatapannya yang dingin bagaikan hipnotis ketika menatap mata hitam legamnya itu.


Tok


Tok


Tok...


Cklek...


" Saya telah tiba, King " Ucap seseorang itu sambil membungkukkan badannya.


" ... "


" Saya sudah menduga kau akan kembali, namun... "


Michael berdiri dari duduk nya...


" Kau lama sekali, hm... sy sedikit kecewa "


" Maafkan saya King "


Tok


Tok


Cklek...


" Kami tiba King "


" Gerald, Ronald bawa Eric kembali ke markas. Sy akan berkunjung nanti "


" Siap king, tuan Eric ayo ikut kami "


" Hm... "


Cklek...


" ... "


Satu kata yang cocok menggambarkan suasana disana, sunyi dan terasa dingin.


Michael ingin menelpon seseorang...


Tut...


" Hm...? "


" Ada dimana? " Tanya Michael datar.


" Di markas gengster " Singkat seseorang disana.


" Sharelock "


Tut...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Ada apa? "


" ... " Michael hanya diam dan mendekati Kenzi untuk dipeluk.


Ada seseorang didalam ruangan diam-diam terkejut, apakah mereka... ah mana mungkin.


" Apa kau sibuk? " Bisik Michael.


" Sedikit " Singkat Kenzi.


" ... "


**Tok...


Tok...


Tok**...


" Pakai ini "


Cklek...


" Kenzi "


Bruk...


Mata Michael diam-diam menajam, seorang gadis berteriak lalu memeluk Kenzi dengan erat.


" Beb, aku merindukanmu! "


Sialan...


" Lepaskan " Dingin Kenzi.


" Hmp... aku tak mau " Rengek gadis itu.


" Ekhem... " Dehem Michael keras.


" Siapa pria ini? " Tanya gadis itu tanpa melepaskan pelukannya membuat Kenzi sangat risih.


" Rekan kerja sama " Datar Kenzi tak mengizinkan Michael berbicara.


" Oww... hai perkenalkan aku Vanya Scerta, calon istri pria ini "


" Uhuk... uhuk...! "


APA!