
Happy Reading...
👿👿👿👿👿👿👿
" Saya sudah mendengar keluhan para siswa, bahwa kamu menindas siswa yang tak bersalah " Saat ini Kenzi berada di ruangan kepala sekolah.
" ... "
" KENAPA KAU DIAM SAJA! " Teriak kepala sekolah itu.
" Siapa yg melaporkannya " Ucap Kenzi dengan suara rendahnya.
" A-apa? seorang anak donatur yang mengatakannya "
" Siapa gadis itu? "
Bagaimana dia bisa mengetahui jika anak donatur itu seorang gadis?...
" Namanya Selly Tamara dari keluarga Tamara " Ucap kepala sekolah itu.
" Panggil gadis itu " Kenzi pun duduk dengan arogan dikursi kebesaran kepala sekolah itu.
" Beraninya- "
" Panggil sebelum sy mengobrak-abrik kerongkonganmu itu " Tajam Kenzi dengan tatapan membunuhnya.
Glek...
Anak ini tidak berubah sejak hari pertama nya...
" B-baiklah "
Setelah beberapa puluhan menit...
Cklek...
Cring...
" Kyaa... Astaga! " Terdengar suara perempuan yang syok.
" Girl, kau tahu saya tdk suka menunggu " Selly menatap Kenzi yang menatap nya tajam.
Deg...
Selly terpaku, dia terpesona dengan Kenzi.
" Jngn menatap ku gadis " Dingin Kenzi.
" Ah oh ma-maaf " Sipu Selly.
" Selly Tamara hmm... "
" Be-benar " Selly meneguk susah salivanya.
" Apa sy pernah berbuat masalah dengan anda? " Tanya Kenzi datar.
" A-apa maksudnya? " Bingung nya.
" Heh... kau yg melaporkanku ke dekan hanya karena masalah saya memukul orang yg bersalah "
" Apa maksudmu? " Kata kepala sekolah itu.
" Cih... jika kau diam sj... " Kenzi berdiri dan mendekati Selly yang berdiri mematung menatap nya.
" Kumohon untuk jngn mengurusi sy. Sy tdk ingin berurusan dngn keluarga mu, permisi... " Kenzi pun keluar.
" ... " Hening, kepala sekolah itu pun terdiam karena tak dapat menahan kengeriannya atas aura dan suara itu.
" Apa dia yang selalu membuat ulah dikantin pak? " Tanya Selly.
" Be-benar nona "
" Serahkan biodatanya? "
" Silahkan " Kepala sekolah memberikan biodatanya.
Selly kaget ketika melihat kertas biodata pria itu.
" Kenzi Young. J... "
" Hee... 19 tahun? "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disebuah gedung pencakar langit...
Terlihat seorang pria sibuk menatap kertas-kertas ditangannya, nampak tatapannya yang dingin bagaikan hipnotis ketika menatap mata hitam legamnya itu.
Tok
Tok
Tok...
Cklek...
" Saya telah tiba, King " Ucap seseorang itu sambil membungkukkan badannya.
" ... "
" Saya sudah menduga kau akan kembali, namun... "
Michael berdiri dari duduk nya...
" Kau lama sekali, hm... sy sedikit kecewa "
" Maafkan saya King "
Tok
Tok
Cklek...
" Kami tiba King "
" Gerald, Ronald bawa Eric kembali ke markas. Sy akan berkunjung nanti "
" Siap king, tuan Eric ayo ikut kami "
" Hm... "
Cklek...
" ... "
Satu kata yang cocok menggambarkan suasana disana, sunyi dan terasa dingin.
Michael ingin menelpon seseorang...
Tut...
" Hm...? "
" Ada dimana? " Tanya Michael datar.
" Di markas gengster " Singkat seseorang disana.
" Sharelock "
Tut...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Ada apa? "
" ... " Michael hanya diam dan mendekati Kenzi untuk dipeluk.
Ada seseorang didalam ruangan diam-diam terkejut, apakah mereka... ah mana mungkin.
" Apa kau sibuk? " Bisik Michael.
" Sedikit " Singkat Kenzi.
" ... "
**Tok...
Tok...
Tok**...
" Pakai ini "
Cklek...
" Kenzi "
Bruk...
Mata Michael diam-diam menajam, seorang gadis berteriak lalu memeluk Kenzi dengan erat.
" Beb, aku merindukanmu! "
Sialan...
" Lepaskan " Dingin Kenzi.
" Hmp... aku tak mau " Rengek gadis itu.
" Ekhem... " Dehem Michael keras.
" Siapa pria ini? " Tanya gadis itu tanpa melepaskan pelukannya membuat Kenzi sangat risih.
" Rekan kerja sama " Datar Kenzi tak mengizinkan Michael berbicara.
" Oww... hai perkenalkan aku Vanya Scerta, calon istri pria ini "
" Uhuk... uhuk...! "
APA!