The Transmigration Of The Goodness Death

The Transmigration Of The Goodness Death
( CHAP 5 )



Beberapa jam kemudian...


" Eugh.. " Suara orang bangun yang tak lain adalah Michael. Ia perlahan membuka matanya, yang ia lihat pertama kali adalah wajah sang istri dari atas karena ia masih berbaring dipahanya. Di membalikkan posisinya kehadapan perut rata Shizuka dengan ragu ia memeluknya sebelum ia memeluknya dengan nyaman dan menenggelamkan wajahnya diperut rata Shizuka.


" Nyaman " Gumam Michael yang masih didengar Shizuka. Shizuka memang sudah bangun dari tadi namun karena masih lelah ia memutuskan memejamkan mata seperti orang tertidur. Mendengar Gumaman sang suami, Shizuka terkekeh dalam hati. Tangan yang masih dikepala Michael ia perlahan mengelusnya seperti tidak sadar melakukannya, Elusan itu membuat Michael tambah nyaman.


Setelah beberapa menit elusan itupun berhenti, Michael bangun dari posisinya dan mengusap wajahnya yang masih keadaan bantal. Ia melihat kearah sang istri dan tersenyum kecil yang tak pernah orang lihat sebelumnya...


' Sangat imut ' Batinnya menahan gemas melihat wajah polos Shizuka. Ia meraih kepala Shizuka perlahan agar tidak membangunkannya dan menaruhnya dipundak serta perlahan ia meraih kedua pergelangan tangan Istrinya membiarkan dirinya dipeluk, ia bersandar disofa sembari menikmati wajah cantik dan manis milik Shizuka.


DEG...


DEG...


DEG...


Michael memegang dadanya yang berdetak sangat kencang...


' Ck.. Jantung sialan berhentilah berdetak kencang ! " Batinnya dan memerhatikan Wajah sang istrinya. Ia tak meyadari bahwa semua isi batinnya dibaca oleh Shizuka dan juga Jantungnya juga berdetak kencang saat sang suami mengubah posisi memeluknya.


Setelah beberapa menit, Michael melihat jam yang sudah hampir siang membuat ia berat hati ia melepas jeratan pelukan sang istri yang terasa nyaman baginya dengan membangunkan istrinya


" Hey bangun kita mau pergi kerumah utama ~ " Ucapnya lembut namun dingin.


" Hm.. " Shizuka bangun sembari mengusap wajah bantalnya.


" Kau bisa lembut ternyata hehe... " Ucap Shizuka dingin meledek Michael dan terkekeh pelan dan berlalu kekamar miliknya untuk berganti baju. Sedangkan Michael hanya duduk tertegun mendengar ucapan serta kekehan yang terdengar lembut ditelinganya walau ia tahu itu sebuah ledekan untuknya namun itu bisa membuat telinganya memerah dan memutuskan pergi kekamarnya mengganti baju.


Setelah beberapa menit, Shizuka serta Michael secara kompak membuka pintu kamar yang hanya bersebelahan saja. Shizuka serta Michael sepertinya sehati yak...




' Sangat cantik.. Kita memang sehati yak ! '


' Tampan.. Sepertinya kita sehati '


Batin mereka dan Shizuka menghampiri suaminya yang masih terpesona dengannya. Michael tersadar dengan suara Shizuka...


" Sudah " Singkat Shizuka Datar mengembalikan kesadaran Michael.


" Hm.. Ayo " Dibalas deheman serta ajakan Michael untuk pergi, namun..


" Sebentar " Cegah Shizuka membuat Michael menaikkan sebelah alisnya sebagai tanda tanya. Shizuka menghadapkan diri dengan Michael yang yang tingginya hanya batas dagu saja karena Michael memiliki tinggi 1, 80, Ternyata yang dimaksud Shizuka adalah ia memperbaiki rambut sang suami dengan menyugarnya kesamping dan terlihat macho. Penampilan Michael sekarang sudah seperti oppa oppa Korea dengan rambut yang poninya terbelah tampak manis.


Sedangkan Michael jangan ditanya lagi, Jantungnya sudah lari maraton gegara melihat wajah sang istri dari jarak dekat yang terlihat sangat cantik dimatanya.


" Woy.. " Sentak Shizuka sembari melambaikan tangannya didepan wajah Michael yang sedang melamun.


" Ekhm.. A.. ayo kalau sudah " Ucap Michael dengan nada datar untuk menutupi kegugupannya, Shizuka yang mengetahui itu hanya menghiraukan nya. Mereka segera turun menggunakan lift, beberapa menit kemudian mereka telah ada di garasi. Mereka memakan sedikit waktu untuk sampai dikarenakan luasnya Rumah ini, Mereka disuguhi banyak sekali berjejeran mobil serta motor yang berbeda jenis yang harganya mungkin sangat fantastik.


Michael memilih menaiki motor sport miliknya karena sudah lama ia tak menaikinya karena pekerjaan diperusahaan mengharuskannya menggunakan mobil dengan Asistennya.



Mereka segera menaiki motor tersebut menggunakan helm agar aman dan emm... kalian pasti tahulah, Kejaran polisi pastinya. Michael awalnya perlahan tetapi ditengah perjalanan, ia sudah menaiki kecepatannya tetapi yang membuat ia dag dig dug yaitu tangan istrinya melingkar tanpa sengaja diperutnya karena ia membawa motor seperti pembalap, untung saja ia bisa mengikuti aturan lalu lintas kalau tidak ia sudah berurusan dengan kepolisian dan itu merepotkan.


Setelah sampai dirumah utama...