
Happy Reading...
ππππππππ
Saat ini Kenzi dan Michael berada di sebuah ruangan yang berinterior mewah menampakkan pemandangan luar dari kaca transparan.
" Apa kau peminum minuman keras ? " Tanya Kenzi.
" Memang nya kenapa? " Tanya balik Michael.
" Hanya bertanya " singkat Kenzi.
" Tidak, bahkan mencicipinya karena saya selalu menjaga kesehatan " Jawab Michael singkat.
" Papa mertua peminum kan ? " Ucap Kenzi.
" Ya, saya pernah melihatnya meminum anggur merah " Datar Michael.
" Bagaimana denganmu ? " Tanya Michael.
" No, I never tasted it " Diangguki Michael. Mereka pun diam, Kenzi sibuk dengan ponselnya sedangkan Michael fokus ke Kenzi.
" Why ? " Kenzi menatap Michael dengan mimik datarnya, namun sial sekali pesonanya bergebaran kemana mana.
Pada mleyot nggak sama bontot ini ? π
" Saya heran " Kenzi menaikkan alisnya sebelah namun fokusnya kembali ke layar posel membuat Michael merasa diacuhkan.
Michael merampas kasar ponsel Kenzi sehingga Kenzi menatap heran Michael.
" Ada apa denganmu ? " Kenzi melihat tatapan tidak biasa dari Michael hanya diam.
" Dengar dan tatap saya " Ucap dingin Michael dengan aura mengerikan keluar dari dirinya yang dapat membuat semua orang merasa ngeri ketakutan kecuali Kenzi yang hanya tenang.
Kenzi menatap lekat mata Michael namun...
Michael mengalihkan pandangannya sembari terbatuk gugup, Kenzi menyeringai tipis. Ia tahu Michael salting, terbukti dengan pipi nya merona tipis namun bisa dilihat jelas oleh mata tajam Kenzi.
" Hei, apa kau sakit ? Wajahmu memerah ! " Kenzi meletakkan punggung tangannya ke dahi Michael, berniat menggoda.
Wajah Michael tambah memerah dengan refleks ia memeluk Kenzi.
Cklek...
" Maaf tuan kami telat ! " Somi dan Mingyu kembali dan melihat Kenzi dan Michael sibuk dengan urusan masing masing seperti tak pernah terjadi apa - apa saat itu. Dibelakang sudah ada pelayan yang membawa makanan. Somi dan Mingyu berjalan ke tempat duduk masing masing.
Tanpa mereka ketahui, suasana Kenzi dan Michael menjadi Awkward.
" Sepertinya ini lezat " Ucap Mingyu sembari menatap makanan yang telah tersaji oleh pelayan dengan menggugah selera.
" Selamat makan " Mereka pun makan dengan khidmat.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Kembali ke perusahaan.
Cklek...
" Waktunya meeting " Semua pun kembali duduk di tempat masing masing.
Disini gunain bahasa inggris, supaya semuanya pada ngerti.
" Siang juga tuan " Sahut mereka.
" Hari ini meeting kita akan membahas tentang masalah keuangan, dan sebelum itu saya ingin memperkenalkan diri " Semua pun mendengar dengan baik baik karena sedari tadi mereka sudah penasaran akan nama seorang pengusaha baru baru ini.
" Nama saya Kenzi Young Jackson, kelahiran priavasi, umur 19 tahun dengan bersekolah di SEOUL UNIVERSITY dalam bidang manajemen bisnis S1 " Singkat Kenzi namun detail. Somi pun tertegun, ia menatap sendu Kenzi.
Ternyata orang yang ia anggap pria itu ternyata lebih muda darinya, membuat ia merasa tidak percaya diri untuk mengenal lebih dekat Kenzi. Orang pertama yang membuat ia merasakan cinta pandangan pertama, bisakah ia menganggapnya begitu.
" Mohon kerja samanya semua " Datar Kenzi sembari menundukkan kepalanya.
" Baik " Kenzi pun menjelaskan tentang ekonomi keuangan yang akan digunakan untuk membangun sebuah rumah sakit. Meeting itu pun berjalan hingga hari sudah mulai sore.
" Meeting hari ini selesai " Semua orang pun bertepuk tangan dan saling berjabat tangan karena boleh, di novel tidak ada virus corona, sedih banget yak π.
Krak...
Suara berasal dari Kenzi yang mereganggakan badannya karena merasa kaku setelah duduk beberapa jam. Didalam sana hanya ada Haiden, Michael, Martin, dan jangan lupa ada Yuka disana.
Somi sudah pergi duluan, tak ingin melihat Kenzi untuk sementara karena hal yang membuatnya terasa ingin drop dan tak percaya diri. Mingyu yang mengerti itu hanta mengikuti Somi dari belakang takut Somi berbuat nekat.
" Bos, tak kusangka kau sangat keren tadi " Yuka menyadarkan punggungnya di kursi. Ia berdiri berjalan ke arah Haiden ingin berjabat tangan.
" Halo pak, perkenalkan nama saya Yuka dan anda tahu saya teman Kenzi " Haiden membalas jabatan itu.
" Anaknya si Killian kan " Yuka terkejut ketika Martin mengetahui nama papanya.
" Dari mana tuan tahu ? " Bingung Yuka sembari menyalami Martin seperti yang ia lakukan kepada Haiden.
" Sahabat " Bukan Martin yang bersuara tetapi Kenzi.
" Kau yang memberitahu tuan Martin ketua ? " Tanya Yuka dan Kenzi hanya diam menatap Yuka dengan datar.
" Papamu yang punya perusahaan ini bocah " Martin menimpuk kepala Yuka dengan map laporan namun itu menimbulkan rasa sakit di kepala Yuka.
Puk...
Yuka berdesis merasa sakit dikepalanya, ternyata timpukan itu lebih sakit dari pada timpukan sang ayahnya.
" Hei Killian, anakmu lemah sekali " Martin melakukan panggilan video dengan Killian yang berada di rumah atau bisa dibilang di negara Jepang.
" Martin, apa ini kau ? " Ucap disana Killian dengan nada agak tinggi.
" Kau sudah melupakanku sialan " Ucap Martin dengan pura pura marah.
" M.. maaf bos, saya sangat kaget kau menghubungiku setelah lama kau menghilang setelah kejadian sebelumnya" Gugup Killian.
Sedangkan Yuka, ia tak percaya bahwa papa yang selama ini ia kenal akan dingin dan galak itu sekarang tunduk di Michael selain mamanya, yang lain hanya minyak.
" Jangan ungkit itu lagi, bagaimana kabar Black Rose ? " Tanya Martin.
" Black Rose baik baik saja. Bagaimana kabarmu bos ? " Tanya Killian dengan nada sumringahnya karena ia sangat tak menyangka akan bertemu dengan panutannya dulu hingga sekarang.
" Baik, dan sampaikan salamku ke pada keluargamu itu " Killian tertegun dengan apa yang diucapkan Martin. Sebelumnya Killian belum pernah melihat Martin seperti ini
" Apakah kau mau menggabungkannya dengan B. C. mafia ? " Tanya Killian untuk mengubah topik pembicaraan. Hayoloh tebak apa kepanjangannnya hmπ !.
" Dipikirkan dulu " Singkat cerita, Black Rose adalah organisasi mafia milik Scarlett alias mendiang istri Martin dan ibu dari Michael dan Caroline. Dan sekarang mafia itu ada ditangan Martin tapi kepemilikan masih atas nama Scarlett.
" Hei bos, apa kau tak pernah berkumpul dengan yang lainnya ? " Tanya Killian kepada Martin yang dulunya adalah bosnya di mafia atau bisa dibilang tangan kanan dan wakil di organisasi.
" Apa kabar bro " Haiden pun masuk ke pembicaraan antara mereka.
" Woi, mantan Nyonya Scarlett eh Queen dulu yak hahaha...