
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam hari di Rumah Utama...
Semua sudah berkumpul di meja makan kecuali Shizuka yang masih berada di kamarnya untuk membersihkan diri. Setelah beberapa menit, turunlah seorang gadis dengan pakaian kasualnya plus tangan dimasukkan kedalam saku menambahkan kesan cool serta kalemnya, sangat anggun.
" Selamat malam " Ucap datar Shizuka dari radius 5 meter ke meja makan. Mereka menatap ke arah suara tersebut dan langsung terpesona, terutama Michael.
" Hei kak sepertinya kita couple " Sumringah Caroline yang menggunakan pakaian yang sama dengan Shizuka. Bedanya Caroline menggunakan pakaian yang coklat dan celana berwarna putih tulang sangat kontras dengan kulitnya yang sedikit ber gen dari ibunya membuat penampilannya lebih kalem.
Sedangkan Shizuka menggunakan pakaian yang putih dengan celana yang berwarna navy sedikit gelap sangat kontras dengan kulitnya yang putih bersih seputih salju serta rona yang terdapat pada setiap kulit tulang selangka, siku, jari, dan tangan menambah kesan tersendiri baginya dan sangat anggun dan kalem.
" Hanya pakaian saja tapi tidak dengan penampilan " Kata Kenzo.
Memang benar penampilan berbeda, Caroline rambut yang disanggul acakan serta dua anting perak yang simpel bertengger ditelinganya.
Sedangkan Shizuka rambut yang di ikat rapi sedikit helaian poni serta anting yang sebelah kanan dan kirinya dengan model yang berbeda.
Penampilan yang sangat sempurna untuk besan putri dari Jackson serta Jung itu.
" Aku baru menyadari Shizuka kini terlihat modis " Kata Nenek Crystal sembari terkekeh pelan.
" Iya, putri dari keluarga Jackson/ menantu Keluarga Jung itu harus berpenampilan yang sempurna seperti kita agar kita terlihat berkelas dan keren " Kompak Martin dan Haiden kemudian saling bertatapan.
" Hati - hati jatuh cinta " Datar Shizuka sembari mengambilkan makanan untuk suaminya. Semua generasi tua disana langsung tertawa terbahak bahak kecuali kedua yang dibicarakan tadi.
" Hih.. Jijik " Ucap mereka bergidik ngeri sembari membuang pandangan mereka masing masing membuat mereka semakin terbahak bahak karena ucapan tersebut terasa sangat deja vu kecuali para anak muda yang tertawa karena perkataan dadi Shizuka sekaligus bingung kecuali Michael dan Shizuka.
" Hah.. perkataan Shizuka tadi serasa deja vu yah " Kata Kazumi sambil mengambil napas karena tertawan, dan bernostalgia.
" Ya, rasanya kini terasa sangat deja vu untuk kita " Kata Nenek Crystal yang juga ikut bernostalgia.
" Emangnya ada dengan itu " ucap Kenzo dan Caroline dengan penasaran.
" Perkataan itu mengingatkan kita akan Scarlett / My fierce wife" Ucap mereka serempak membuat Caroline tertegun.
" Saat itu Scarlett masih ada, keluarga besar sekaligus keluarga sahabat terdekat kita sedang mengadakan pesta untuk merayakan anniversary orang tua MiCaro ke 10 tahun, dan saat itu juga Scarlett mengatakan kalimat keramat tersebut disaat Martin dan Haiden kompak menyebutkan kata seperti tadi dan yah deja vu sudah " Jelas Kazumi sambil terkekeh lucu dengan tingkah kelakuan sahabat galaknya dulu saat mengatakan hal yang sama.
FLASHBACK!
Di hari Anniversary Martin dan Scarlett..
" Selamat hari anniversary MarLett " Girang para sahabat Martin dan Scarlett serta sekeluarga lainnya.
" Terima kasih semuanya telah datang " Ucap MarLett sambil tersenyum kecil.
" Iyalah kita harus datang di hari spesial kalian " Ucap Caeshar sahabat dari Scarlett.
" Mengingat ku saat Martin mengatakan cinta ditempat ekstrim waktu kalian masih menjadi musuh berdebat di mana saja hihi.. " Ucap Abraham sahabat dari Martin.
" Hoh.. hoh.. gw ingat waktu pertama kali bertemu di mana itu sssh.. ah di mall " Ucap blak blakan Aditya menggunakan aksen gaul.
" Gitu aja kau berpikir lama " Desis perempuan yang namanya Arandra dengan bahasa Indonesia yang dapat dimengerti semua orang.
" Jangan galak - galak dong nanti kita jodoh loh " Goda Aditya sembari menaik turunkan alisnya.
" Gak sudi " Ketus Arandra.
" Cih, memakan omongan sendiri " Hardik pria yang bernama Killian ikutan menggoda.
" Sudah - sudah semua nya ayo ke ruang makan " Teriak seorang pria paruh baya, siapa lagi kalau bukan Kakek Xiao.
" Baik paman / Ayah " Ucap mereka dan pergi ketuang makan bersama.
...----------------...
" Apa semua sudah berkumpul " Tegas Kakek Xiao.
" Kazumi dan Scarlett belum ada " Ucap Caeshar.
" Mereka pergi mengganti pakaian karena gerah " Ucap singkat Arandra.
" HALO SEMUA, KAZUMI YANG CANTEK DAN IMUT COME BACE " Teriak Kazumi sembari turun dari tangga.
" Apa kau mengatakan suaraku toa, dasar monyet Indo 😡" Marah Kazumi
" Kau... " Ucapan Aditya terpotong karena suara dingin dari seseorang.
" Jangan bertengkar " Dingin Scarlett dari radius 5 meter dari meja makan. Semua menatap kearah suara tersebut dan terpesona, tak terkecuali Martin.
" Selamat malam " Datar Scarlett datang dengan tangan yang dimasukkan kesaku.
" My fierce wife kau sangat cantik " Ucap Martin sembari mencium kening istrinya, dan Scarlett hanya tersenyum kecil tapi lembut.
" Hei kawan pakaian kita couple " Ucap Kazumi dengan sumringah.
( Kazumi : Coklat dengan rambut yang di sanggul berantakan.
Scarlett : Navy dengan rambut terurai rapi. )
" Wow sangat cantik " Kagum Caeshar dan mendapat tatapan membunuh dari sang Martin.
" Iya, seorang Queen mafia/ istri dari Keluarga Jung itu harus berpenampilan yang sempurna seperti kita agar kita terlihat berkelas dan keren " Ucap Haiden dan Martin membuat mereka saling menatap satu sama lain.
" Hati - hati jatuh cinta " Datar Scarlett sambil mengambil makanan untuk suaminya.
" Hih.. Jijik " Ucap mereka bergidik ngeri sembari membuang pandangan mereka masing masing, dan mereka tertawa terbahak - bahak.
" Jaga matamu, mau kucongkel dan jadikan koleksi hm " Ucap Martin dengan dingin dan mematikan membuat Caeshar meneguk susah payah salivanya.
" Hehe.. tidak lagi " Ucap Caeshar sembari cengengesan kikuk.
" Sudah - sudah jangan berdebat, mari makan semua " Lantang Kakek Xiao.
" Baik " Ucap mereka serempak dan mereka pun makan dengan khusuk.
FLASHBACK OFF !
Michael terdiam entah apa yang dipikirkannya, tapi jika dilihat dari sorot maniknya disana ada sebuah kesepian, kesendirian, sakit, sedih yang mendalam, dan kecewa.
Pokoknya perasaannya sekarang bercampur aduk hanya mendengar nama mendiang ibunya itu, tapi ia sembunyikan dengan wajah datar tak berekspresinya agar orang lain tak melihat sisi terbawahnya yang paling lemah.
Tapi yang menyadari itu adalah Shizuka dan Martin, bagaimana tidak ! Ikatan darah mereka yang mengalir kental membuat mereka mengerti satu - sama lain.
" Sudah - sudah, sekarang kita makan dulu " Lerai Kakek Xiao dengan tegas, dan mereka pun makan malam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mereka sekarang diruang keluarga...
" Michael Shizuka, bagaimana rumah tangga kalian " Tanya lembut Nenek Crystal.
" Baik - baik saja " Ucap singkat mereka dengan datar.
" Astaga mereka ini pasangan dari kutub utara yah 😑 " Gumam Kenzo yang bisa didengar semua orang.
" Bukan dari kutub utara tapi dari kulkas 😐 " Tambah Caroline dengan gumaman.
" Ish tapi kan lebih ekstrim lagi jika di kutub utara 😬 " Jengkel Kenzo pelan.
" Tapi tidak di sana juga 😤 " Sewot Caroline.
" Ekhem... " Deheman dari Michael dan Shizuka membuat mereka berhenti berdebat dan menatap sang empu sembari cengengesan tak berdosa.
" Jadi kapan pengangkatan Shizuka menjadi CEO ? " Tanya Kazumi.
" Terserah saja Shizuka " Santai Haiden.
" Minggu depan " Singkat Shizuka.
" Kamu yakin " Ucap Haiden memastikan.
" Musuh masih banyak mengincar, biarkan saja saya menyamar dengan baik " Santai Shizuka tapi datar.
" Apa kau punya musuh " Tanya Kakek Xiao penasaran. Mereka semua menatap Shizuka dengan penasaran.
" Aku Ketua Gengster sekaligus....