The Transmigration Of The Goodness Death

The Transmigration Of The Goodness Death
( CHAP 28 )



Happy Reading...


👿👿👿👿👿👿👿👿


Lanjut...


Kenzi memasuki sebuah ruangan yang bernuansa gelap.


" BOS! " Pekik orang - orang yang ada di ruangan.


Seorang 2 wanita dan 2 lagi pria maju kehadapan Kenzi.


" Bos, selamat datang di markas " Tegas mereka berempat.


" Hm... " Angguk samar Kenzi.


" How are you all ? " Ucap nya sambil duduk dikursi jabatannya.


" Kami baik " Semangat mereka.


" Duduk " Semua pun duduk, keadaan menjadi super canggung karena Kenzi yang hanya diam sambil menatap mereka semua.


" Dimana Kevin? " Semua pun terlihat gugup.


" Di-dia ti-tidur bo-bos " Jujur salah satu gadis disana dengan lugunya membuat mereka menepuk jidat mereka akan kepolosan sang gadis.


Kenzi menaikkan sebelah alisnya menatap dingin gadis tersebut sedangkan sang empu menjadi salah tingkah karena ucapannya kelewatan jujur alias dengan refleks mengatakan nya, dia merasa bersalah kepada yang punya nama. Lugu emang...


" Hee Jin Loona " Dengan polos gadis itu maju menghadap ke Kenzi dengan kepala menunduk karena merasa dipanggil.



Hee Jin Loona, anak seorang pengusaha yang agak terkenal. Anggota dalam genk Mempunyai banyak saudara yang semuanya adalah perempuan. Umur 20 tahun dengan sifat yang ceria tapi polos, lugu namun imut, dan menggemaskan.


" A- "


" BOS! " Kenzi menatap tajam sang empu yang memotong ucapannya tadi dengan lancang.


" Maaf bos " Seolah tak berdosa, seseorang yang beteriak itu duduk di tempat jabatannya.


" Kevin Alvero Kahuni " Desis Kenzi membuat sang empu merinding karena sangat takut dengan Kenzi.



Pria dengan perusahaan yang terkenal dibidang Pembangunan, seperti hotel, Villa, restoran dan lainnya. Wakil ketua genk...Berumur 24 tahun dengan sifat dingin, acuh, agak kasar kecuali dengan orang yang disayanginya.


" Dari mana " Dingin Kenzi sambil berjalan mendekati Kevin. Sang empu bangkit dari kursinya dan berjalan mundur.


" A-anu bos " Gugup Kevin, dia terpojok karena dinding dibelakangnya. Hingga sebuah tangan tertumpuk disebelah bahunya karena tinggi mereka yang berbeda. Jelas kalau Kevin yang paling tinggi dari Kenzi, mencengkram kerah Kevin agar menyamakan kepala mereka agar Kenzi tak lelah mendongak.


" Dari mana " Kevin tambah gugup karena pertanyaan Kenzi yang membuatnya merasa malu.


" Jawab " Sentak Kenzi tak sabar membuat Kevin menjawab dan jawaban tersebut membuat mereka tak dapat menahan tawa.


" Itu bos dari tidur tapi bangun lagi karena mulas, saya mencret bos " Cepat Kevin tak sadar apa yang dia katakan.


" HAHAHA.... " Kenzi tersadar apa yang diucapkannya pun malu, ingin rasanya dia menggali lubang untuk dirinya bersembunyi. Kevin mengintip melihat gadis yang menatapnya yang tidak tertawa seperti lainnya namun dengan tatapan khawatir.


' Kacang '


Kenzi menjauhkan diri dan menghela napas.


" Ketua medis, tolong obati dia " Kenzi berlalu dari sana. Sebelum itu...


" Apa yang kau lakukan untuk datang ke markas? " Datar Askar, langkah jalan Kenzi pun berhenti dan membelakangi mereka memperlihatkan punggung tegapnya, terlihat kuat dan tangguh.


" Saya kesini karena... " Kenzi mengantongi tangan nya ke dalam saku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Diluar, Kenzi berjalan hingga melihat trio loli itu yang masih dalam keadaan mengenaskan. Menyembuhkan mereka dengan sekali jentikan jari dan menghilang.


" Merepotkan " Gumam nya dan berjalan mendekati motornya dan gas meninggalkan wilayah markas dengan segera, khawatir mereka mengejarnya.


Sedangkan di satu sisi...


" Kevin, apa kau tak apa " Khawatir Hee Jin mendekat dan memeriksa kondisi Kevin yang masih mematung.


" Kevin " Tangan Hee Jin terulur memegang dan segera ditepis oleh Kevin dan berlalu dengan perasaan campur aduk.


Sedangkan yang lainnya menatap kasihan dan tegas Hee Jin.


" Hee Jin ah bukan Ketua " Blak - blakan seorang pria yang salah satu dari pria yang maju tadi yang tak lain anggota inti.



Alano Barac, anggota inti dan seorang anak dengan sikap yang tengil namun pintar. Umur 23 tahun.


" Apa maksudmu? " Bingung Hee Jin yang memang tak terlalu fokus dengan apa yang diucapkan ketuanya yang tanpa dia sadari telah keluar dari jabatannya.


" Kau dipilih jadi ketua " Singkat pria satunya dengan datar.



Alaskar Desca Gyogandre, salah satu anggota inti yang berdarah blasteran. Memiliki sifat yang dingin, tertutup, irit bermulut pedas namun sialnya sangat tampan. Salah satu seorang pengusaha kaya yang dikenal akan kekejamannya namun masih kalah dengan suami nya Shizuka.


" APHAAAA... " Menggelar setelah berdiam beberapa detik. Teriakan Hee Jin membuat mereka menutup kuping dengan erat, Hee Jin yang tersadar itu menunduk malu dan membungkukkan badannya sambil meminta maaf dengan sungguh - sungguh.


" Maafkan aku, maafkan aku! " Seru Hee Jin membuat mereka menatap Heji dengan senyuman dan kekehan lucu.


" Kau tak perlu meminta maaf " Lembut salah satu wanita yang maju tadi.



Katielle Aurora, anggota inti dengan sifatnya yang periang namun mempunyai sifat keibuan. Bahkan dia jadi idaman para pria. Umur 22 tahun.


" Hehe... tapi Bos kenapa terlalu baik sih " Mereka melotot ke Hee Jin karena sang empu malah nyengir tak berdosa. Tiba - tiba pikiran aneh hinggap di pikiran mereka.


" Apa kau punya niat terselubung nona Hee Jin " Wanita satunya lagi menatapnya dengan tajam.



Selena Alana Queenlie, anggota inti yang mempunyai sifat kalem agak dingin kepada siapapun.


" Selena, tak boleh begitu tapi... " Katie mendekat kan wajah nya dengan Bella dengan mata memicing curiga, sama halnya dengan lainnya.


" E- eh jangan dekat - dekat Heji (⁄⁄•⁄ω⁄•⁄⁄) " Heji mundur dan menutup wajahnya yang telah memerah dengan telapak tangan.


" Apa maksud dari apa yang telah kau katakan tadi " Tajam Askar.


" Y-yang mana? " Gugup Heji karena takut mendengar nada tajam itu.


" Ituloh Jik, ' tipi bis kinipi tirlilu biyik sih ' " Gemas Alan sambil menye-menye membuat mereka tertawa, suasana menjadi agak mencair dan tak se Awkward tadi.


" O-oh itu, Heji ucap benar adanya, Bos Kenzi sangat baik kepada kita sampai-sampai jabatan setinggi itu diberikan kepada Heji yang hanya serbuk pasir saja " Polos Heji membuat mereka tertegun. Kenapa sih pikiran mereka tidak-tidak kepada sang calon ketua mereja.


" Maafkan kami bos " Ucap mereka serempak membuat Hee Jin terkejut dan merasa canggung.


" E-eh jangan, Heji nggak bisa diandalkan. Jika boleh jabatannya nya di pegang sama yang lainnya saja yah " Bujuk Hee Jin membuat mereka menatap tajam Hee Jin membuat sang empu menjadi merinding, berusaha menelan susah salivanya.


" Jika berani ucap kalimat itu, lihat dan Terima ganjarannya " Ancam Askar dingin.


" Hehe baik, mohon bantuannya teman- teman " Mereka tersenyum menatap Calon ketua mereka yang masih menatap mereka polos, entah tatapan maupun sikap itu akan mulai berubah suatu hari dan mereka akan merindukan itu.