The Transmigration Of The Goodness Death

The Transmigration Of The Goodness Death
( CHAP 37 )



Happy Reading...


👿👿👿👿👿👿👿


Lanjut...


Cklek...


" KAMU!!! "


" Hehe... Ada apa ini? " Seseorang datang dan membuka pintu di waktu yang tidak tepat.


" Haiden bisa kah kau jangan masuk dulu " Geram Alandra membuat Haiden kelabakan dan bingung.


" Maafkan aku " Haiden tetap minta maaf dengan perasaan bingung.


" Cepat duduk " Haiden segera duduk.


" Kau lanjut kan " Haiden menatap gadis itu.


" Kau! " Mereka menatap Haiden dengan lekat.


" Siapa? "


Bukh...


" Aduh! "


" Jika kau main-main lagi, tunggu saja kubikin jatuh perusahaanmu itu " Geram Martin.


" ... " Se ketika kicep.


Gadis itu melanjutkan memegang topeng nya dan perlahan-lahan...


Cklek...


BRAK!!!...


" SIALAN! " Seseorang yang datang pun tersentak dan terkaget terheran-heran.


" A-ada apa ini? " Gugup seorang wanita yang datang.


" Kazumi Rei Dominic Jonathan " Dengan nada ditekan, Martin menutup matanya sambil menarik napas sabar.


" Mo-mohon untuk te-tenang Martin, dia istriku "


Sedangkan Michael yang melihat semua kejadian itu hanya menahan tawanya diam-diam tanpa ada yang menyadari nya.


" Duduk lah Kazumi " Ucap Abraham.


" ... " Kazumi pun duduk disebelah suaminya.


" Dan kau cepat buka topeng sialan itu " Martin yang memang sudah berada diujung tanduk akan gregetnya, maka nya dia sangat kesal karena banyak pengganggu yang selalu menyeda waktu terbukanya topeng itu.


" Apa kau penasaran? " Giliran gadis itu yang membuat nya bertambah kesal.


" Tentu saja " Tanpa sadar menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang raja. Martin keceplosan dan memperlihatkan wajahnya yang samar memelas, mereka yang ada diruangan dibuat terkejut oleh nya.


" Ekhem... " Martin berdehem canggung.


" Jadi kau tak perlu penasaran lagi kepada ku... " Topeng itu pun terlepas sepenuhnya dan membuat orang disana gempar.


" KAU!!!?... " Pekik mereka keras.


" SHIZUKA!!! 💢💢💢 "


" Pa sudah!... " Michael berjalan ke samping Shizuka.


Bruk...


Michael memberikan jasnya dan menutupi tubuh Shizuka hingga sang empu hampir tenggelam di jasnya.


" Temui aku sebentar " Setelah Martin mengatakan itu langsung keluar dari ruangan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Papa mertua sungguh kejam😓 " Shizuka menghela napas.


" Apa-apaan dengan sikap aneh mu ini? " Michael merasa sedikit aneh kepada Shizuka karena biasanya istrinya itu tidak akan pernah mengeluh dengan hal-hal lain.


" Tidak ada hanya saja papa mertua memberiku sedikit pelajaran tadi " Shizuka menaikkan poninya yang tertutup.


" Apa ini!? Kenapa kau tidak mengobatinya! Tunggu sebentar aku akan mengambilkan kompres untukmu " Shizuka menahan tangan Michael.


" Tak usah, sy sdh mengompresnya " Datar Shizuka.


" Hah, kenapa kau mau mengambil resiko seperti ini? " Michael menghela napas dan duduk di sebelah Shizuka.


Mereka saat ini sekarang sedang berada di manshion milik Michael di London.


" Ini seru " Singkat Shizuka.


" Tapi kau hampir terluka " Kata Michael sedikit kesal.


" ... "


Puk...


Michael menyandarkan kepalanya di pundak Shizuka dengan nyaman, Michael merapatkan diri.


" Sy ingin bertanya "


" Hem... "


" Apakah rumah tangga kita akan bertahan? "


" ... "


Orang yang sedari tadi memantau mereka pun menajamkan matanya.


" Seperti nya kau mempunyai sedikit keraguan Michael... "


" Tp jika memang tdk bertahan, sy akan seberusaha mungkin untuk mempertahankannya selagi sy ada di dunia "


" Kenapa kau mengungkit masalah ini? " Dingin Michael.


" Entahlah... " Shizuka melipat tangannya ke dada.


" Tetapi yg pasti... " Menatap Michael yang juga menatap nya.


" Dunia ini tdk aman dan... "


" Takdir kehidupan tdk ada yg tahu "