
Happy Reading...!
Tok..
Tok..
Tok..
' Masuk '
Terdengar suara ketukan pintu serta teriakan seseorang didalam membuat orang yang mengetuk pun menjulurkan tangannya ke handle pintu dan...
Cklek..
Terlihat didalam seorang pria paruh baya yang sedang memegang sebuah berkas serta bolpoin di tangannya. Mengalihkan perhatian dari kertas di tangannya dan melihat seorang pemuda yang sangat tampan membuat ia tertegun.
' Anak muda ini sangat tampan dan pasti kaya karena dilihat dari pakaiannya saja ' Batin seorang pria paruh baya itu yang dapat didengar oleh sosok pemuda itu yang hanya menatapnya datar.
" Ada yang bisa saya bantu, ah silahkan duduk " Ramah pria paruh baya itu saat kesadarannya kembali saat pemuda didepannya berdehem. Pemuda itupun duduk didepan pria paruh baya yang hanya dibatasi meja kerja.
" Mahasiswa baru " Singkatnya membuat pria paruh baya yang ternyata adalah seorang dekan, kikuk.
' Dia sangat arogan ' Umpatnya didalam hati yang ia kira nadanya yang datar namun dianggap dengan nada arogan. Dekan itu mencari cari berkas pemuda itu dan tak lama ia menemukannya di rak yang menunjukkan data anak baru.
" Kenzi Young J " Kata dekan itu sembari memerhatikan biodatanya yang aneh menurutnya. Bagaimana tidak, disini tertulis kebiasaan dengan keterangan tidak berbuat apa apa serta hobi, nilai dari sekolahnya sebelum pindah dan marga yang keterangannya bersifat privasi dan jangan lupa dengan keterangan aneh yang ada pada bawahnya yang bertuliskan..
...JANGAN MENGURUSI HIDUP ORANG ππ !...
Nah kata itu dengan emoticon menyebalkan yang menurutnya ejekan itu cukup membuat dekan itu kesal tapi ia menahannya karena dengan adanya tertulis marga privasi itu, ia berpositif thinking agar tak mengumpat sembarang orang.
" Emm.. Boleh saya bertanya ! " Ragu Dekan itu sembari meredam kekesalan yang ada.
" Hm " Dibalas deheman singkat membuat dekan itu ingin sekali mencekik pria didepannya ini karena ia sudah berbicara panjang, tapi tidak terlalu panjang juga sihπ Dan dia balas dengan deheman saja. Tapi ia masih mengingatkan hatinya agar bersabar saja karena nanti bisa bisa dia terkena imbasnya.
" Siapa yang menulis ini " Tanya Dekan itu menunjuk dimaksudnya adalah tulisan serta emot itu membuat Pria itu mengalihkan penglihatannya dan membaca, saat itu ia paham dan sedikit menaikkan alisnya sebelah.
" Oh.. saudara saya " Singkatnya membuat dekan itu hanya menatap dengan mata yang melotot.
Ditempat lain..
Seorang pemuda yang sedang diperhatikan oleh beberapa mata yang hanya malah santainya sedang memakan snack yang ada ditangannya.
" Apa benar kau yang mengisi biodata kakakmu " Tanya pria yang sangat tampan dengan nada datar, dia adalah Si bos mafia muda yang terkenal sangat kejam dan bringas itu, Michael.
" Hm.. Benar. Karena dia menyuruhku mengisinya karena dia malas sekali mengisinya yang hanya berisikan data yang tidak penting, walaupun penting juga sih karena itu menyangkut privasinya dan juga kita. Jadi aku mencatat keterangan disana jangan sekali kali dia mengurusi hidup orang dan ditambah aku mencoret coret kertasnya menjadi lebih hidup lagi " Jelasnya ringan yang tak lain adalah Kenzo, sang adik Shizuka.
" Biarkan saja, kita lihat sampai mana si tua bangka itu bermain " Ucap seorang gadis dengan sedikit datar yang tak lain adalah Caroline.
" Hm.. sepertinya pak tua itu kalah ber argumen dengannya hahaha " Ucap Mama Kazumi sembari tertawa dan mereka hanya terkekeh.
Di Shizuka ...
" Hah.. baiklah Silahkan isi formulir ini " Ucap Dekan itu sembari memberikan kertas selembar itu dan menghela napas, dia kalah telak dengan orang yang ada dihadapannya ini. Kenzi tak menjawab dan hanya mengambil bolpoin dan mencatat semua yang ada disana dan beberapa menit dia mengembalikannya.
" Hm.. kau mengambil jurusan Bisnis S1 berarti kau berada di kelas 3 A dan keterangan disini kau langsung lompat ke semester 6 " Jelas Dekan. Shizuka berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah pintu.
' Dasar anak muda jaman sekarang, tidak ada sopan sopannya ' Umpat Dekan itu sembari mengatur napasnya yang tidak beraturan karena hanya mendengar nada dingin itu.
Sementara di Shizuka..
' Dasar pak tua, malas sekali saya berada disana membuang buang waktuku saja. Walau saya bisa saja langsung mengancamnya untuk cepat, tetapi kalau begitu dia malah mencurigaiku aish.. sungguh merepotkan. Tapi tak apalah saya sudah keluar juga ' Umpat Kenzi dalam hati tapi terlihat biasa saja dengan rautnya yang tak ada ekspresi.
Suara derap sepatu menggema disetiap lorong lorong sepi yang ia langkahi karena semua para mahasiswa/i telah memasuki jam pelajaran. Dengan memasukkan tangannya kesaku celana dan berjalan ala pria good boy dan bad boy serta tatapan datarnya membuat kesan sedikit hot.
Jika para kaum hawa pasti sudah menjerit dan merasa panas dingin dengan tampangnya itu, bahkan kaum adam yang merasa dirinya hanya kentang yang lewat.
Ia berhenti didepan sebuah pintu yang tertutup rapat yang berwarna coklat dengan kesan mewahnya, ya kampus ini adalah miliknya dan ia memang dengan sengaja ia terapkan pintu yang terlihat mewah yang sudah di modifikasi.
Alasannya adalah, jika mahasiswa/i dikampusnya ini sifatnya bad boy atau bad girl, bar - bar, atau lain sebagainya pasti dengan tidak ragu atau tidak tanggung tanggungnya lagi menedangnya sampai pintunya nya berpisah pada tempatnya bahkan dengan engselnya juga membuat para dosen uring uringan.
Pernah dia mendengar informasi dari bawahannya yang ia tugaskan untuk bekerja sebagai dosen dan mata mata serta untuk mengisi jadwal mereka yang kosong jika tak ada tugas dengan mengajari para muridnya, bahwa ada mahasiswa dan mahasiswi yang memiliki sifat pembuat onar itu menedang pintu saat terlambat masuk jam pelajaran dan pintu itu terlepas pada tempatnya membuat Kenzi atau Shizuka ini menyuruh orang orangnya memodif pintu dengan petunjuknya agar tak perlu mengeluarkan biaya yang cukup banyak untuk terkuras.
Pintu ini juga diuji coba, dengan mengliburkan dan menutup kampus selama 1 minggu karena membutuhkan tenaga yang banyak untuk memasangnya diberbagai tempat, bahkan di toilet. Saat selesai, Shizuka serta para bawahannya datang menguji coba dengan cara menendang dari mafioso terkuat mencobanya dan hasilnya bagus untuk para murid pembuat onar.
Tapi saat Shizuka dengan santainya mencoba menendang juga, naas pintu tak terselamatkan bahkan sudah terkoyak dan juga ada serbuknya hanya dengan tendangan membuat mereka bergidik ngeri.
Dengan kurang asemnya Shizuka meminta maaf dan mengatakan dengan ringan ia hanya menendang dengan 0, 1% kekuatannya membuat mereka berekspresi hijau, tak terduga. Sungguh bosnya ini sangat bringas dan sangat kuat, bahkan tendangan mereka tadi tidak terlihat apa apa dengan milik tuan bosnya itu. Sungguh, fisik pria mereka saja kalah telak, menurut para bawahan Shizuka, tapi mereka mengaguminya dalam diam.
Back To Story..
Tok..
Tok..
Tok..
Cklek, muncul lah seorang wanita..
" Ah siapa ya, dan ada apa " Suara wanita yang terdengat lembut yang dibuat buat. Kenzi melirik wanita didepannya dengan menelisik dari atas kebawah membuat wanita didepannya memerah malu.
Sebenarnya wanita itu sempat terganggu oleh ketukan itu karena mengganggunya untuk merias diri dan hampir membuat dia yang sedang memolesi bibirnya tidak rapi, dan berjalan dengan tidak santainya kearah pintu dan membuka dan tegang ditempat.
Ketika melihat seorang pria yang sedang bersandar di dinding engsel pintu dengan gaya macho nya membuat ia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama, ah bukan dia malahan jatuh hati dengan obsesi nafsunya karena melihat tubuhnya yang terlihat atletis walau kecil serta penampilannya yang sedikit hot cukup membuat dia merasa panas dingin yang sedikit berlebihan ah bukan tapi berlebihan.
Kenzi menatap wanita yang tak lain adalah wali kelasnya dengan tatapan tak dapat diartikan.
" Berapa jam " Ucap Kenzi dengan suara seraknya membuat dosen didepannya ini memikirkan yang tidak tidak semakin malu malu monyet, serta suaranya yang terdengar seksi ditelinganya membuat tak dapat menyembunyikan rona merah pada telinganya bahkan pipinya dan ia merasa pria didepannya ini jatuh cinta padanya.
Secara dia kan seksi, montok dari pangkal atas dan bawah dapat membuat para pria brengsek meneteskan air liur serta mampu membuat horny.
Kenzi mendengar semua isi hati dosen wanita didepannya, ia mengumpat dalam hati.
" I.. iya " Ucapnya gugup karena masih malu malu monyet seperti sudah mendapatkan pisang.
" Berapa jam anda mengajar, saya mahasiswa baru disini " Ucap Kenzi dingin membuat Dosen didepannya langsung cengo. Tadinya ia sudah terbang tinggi ehh malah jatuh dengan tidak elitnya hanya dengan ucapan singkat itu membuat dia malu dengan diri sendiri karena telah berpikiran dengan sangat tinggi ah bukan tapi halunya ketinggian π.