
..."Hei! Semalem dibayar berapa?" Tanya seorang lelaki menggoda dengan tatapan meremehkan lalu diikuti tawa teman-temannya....
..."Satu digit? dua digit?" Ucap temannya mengimbuhi....
...Isaa menghentikan langkah nya setelah mendengar pertanyaan itu, jujur ia tahu apa yang mereka maksud....
..."Maksud lo apaan nanya kayak gitu!" Tanya Hanna dengan ketus kepada lelaki itu....
..."Loh loh.. kok lo yang marah? Gue nanya sebelah lo loh?" Ucapnya berdiri dari tempatnya....
..."Sopan lo nanya gitu?! Temen gue gak kayak yang lo bilang tadi ya!" Ketusnya lagi tak terima dengan perkataan lelaki itu....
..."Kalau gitu kenapa dia sampe diusir dari kos?" Tanya temannya membuat Hanna dan Isaa terdiam dan saling menatap....
...DEG! 'kok mereka bisa tau!' Batin Isaa sambil menatap Hanna dan lelaki itu secara bergantian....
..."Semua orang juga tau lo dikeluarin dari kos-kosan karena kepergok, gak ada yang gak tahu!" Imbuh lelaki itu tersenyum miring menatap Isaa dan Hanna, lalu ia pergi di ikuti kedua temannya....
..."Kok.."...
...Isaa dan Hanna sama-sama terdiam mendengar ucapan lelaki itu, mereka melanjutkan kuliahnya tak seperti biasanya. Rasanya aneh dan sangat tidak nyaman, banyak mata memandang aneh Isaa, dan banyak sekali bisik-bisik yang mengganggu telinganya....
..."ISAA! HANNAAA" Panggil Vina berteriak sambil berlari ke tempat dimana kedua gadis duduk. Berbeda dengan Vina, Tania berjalan santai dibelakangnya....
..."mau?" Tanya Isaa menawarkan minuman miliknya saat Vina sampai di hadapannya dengan nafas yang terengah-engah....
...Dengan cepat, Vina langsung menyambar minuman tersebut dan ia langsung meneguk nya hingga habis. Ketiga gadis tersebut hanya menatap Vina sambil menggelengkan kepala....
..."Minimal duduk lah kak!" Sindir Isaa kepada Vina membuat gadis itu segera duduk di rerumputan....
..."Hah.. hah.. makasih, Saa!" Ucap Vina mengembalikan gelas yang sudah kosong kepada Isaa....
..."Lo kenapa sih? kayak dikejar-kejar dedemit tau gak!" Tanya Hanna kepada Vina....
..."Itu-"...
...Sebelum Vina mengatakan sesuatu, Tania merebut gelas kosong tadi dan mengembalikan nya pada Vina, "Buang dulu sampahnya!" Ucap Tania pada Vina. "...
...Vina menatap Tania dengan wajah kesal, "Ist! nanti aja kan bisa!" Ketus Vina mendapat tatapan tajam dari Tania, tatapan itu membuat nyalinya menciut dan segera beranjak dari tempat untuk membuang sampah di tempat sampah....
..."Kenapa, Ta? Kok kalian keliatan aneh sih? tumben banget" Tanya Isaa setelah melihat interaksi antara Vina dan Tania....
..."Ngga kok, itu gue mau minta tolong sama lo buat nemenin gue ke mall, seminggu lagi bunda ulang tahu jadi bisa tolong bantu pilihin kado gak?" Jelas Tania mendapat Oh-ria dari Isaa....
..."Bisa bisa, mau berangkat kapan?" Tanya Isaa....
..."Sekarang, ayo! " Jawab Tania menarik tangan Isaa hingga gadis itu berdiri, ia menggandeng lengan Isaa membuat gadis itu kaget dan langsung meraih tangan Hanna agar ikut bersama....
..."Eh-eh.. harus banget sekarang nih?" Tanya Isaa yang ikut tertarik....
..."Itu Vina kita tinggal?" Tanya Hanna menengok kebelakang....
..."Iya, Vina biarin nanti dia nyusul.." Jawab Tania tanpa menengok dan pandangannya lurus kedepan....
......................
..."Gimana kalau yang ini? model nya unik, cantik juga" Ucap Isaa menunjukkan sebuah gelang pada Tania. Sudah satu jam mereka berkeliling mall dan sudah ada beberapa belanjaan yang mereka beli. Kini mereka sedang berada di toko perhiasan untuk memilih aksesoris....
..."Wah.. pilihan kakak sangat tepat, gelang ini baru saja di rilis dan hanya ada lima di dunia. Guratannya yang di design langsung oleh designer ternama, terbuat dari emas murni dengan tambahan red diamond, membuatnya langka," Jelas seorang wanita penjaga toko kepada Isaa dan Tania....
..."Baik, silakan lakukan pembayaran ke kasir," Ucap wanita itu mengarahkan Tania untuk ke kasir....
..."Lo gak mau?" Tanya Tania membuat Isaa melonjak kaget....
..."Hah? mau apa?" Tanya Isaa....
..."Lo gak mau kalung yang tadi?" Tanya Tania lagi....
..."Oh... ngga dulu deh, lagi nge hemat nih.. maklum anak kos" Jawab Isaa seraya tersenyum canggung....
..."Ambil aja, gue yang bayar.." Ucap Tania membuat Isaa terkejut....
..."Eh.. gak usah, Ta.." Ucap Isaa menolak tawaran Tania....
..."Gapapa kalo lo suka, lagian lo cocok pake kalung itu," Ucap Tania membuat Isaa merasa tak enak....
..."Gapapa, Ta.. lagian percuma dibeli cuman karena cocok, ujungnya di simpen juga kan?" Ucap Isaa meyakinkan Tania. "Gih, buruan bayar.. abis itu makan, kasian Vina sama Hanna pasti udah nunggu lama. ." Ucap Isaa mengalihkan pembicaraan....
..."Serius?" Tanya Tania memastikan. Isaa hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban. "Yaudah.. sebentar ya."...
...Disisi lain, Vina menceritakan semua yang terjadi di kampus kepada Hanna setelah mereka memesan makanan. Mendengar cerita Vina membuat Hanna tersentak kaget dan marah....
..."Jangan bercanda, Vin!"...
..."Ngapain gue bercanda sih? Lo liat aja forum kampus, udah rame kali" Jawab Vina menyerahkan handphone miliknya ke Hanna....
...Hanna melihat layar handphone milik Vina, Ia sangat terkejut membaca gosip yang ada di forum tersebut....
..."Gue mau bilang ke Isaa, cuman gak dibolehin sama Tania.." Imbuh Vina sambil menyangga kepalanya dengan tangan....
..."Pantes Tania ngajak Isaa jalan, ternyata buat ngalihin perhatian Isaa toh" Hanna mengembalikan handphone tersebut pada pemiliknya. Ia terdiam memikirkan ucapan Isaa sewaktu di taman. "Tapi gue rasa Isaa dah tau deh tapi dia milih diem, soalnya gue tau banget karakter Isaa yang bodoamat sama gosip tentang dia," Celetuk Hanna....
..."Ya.. gue takut aja kalau sampai gosip ini ngerambat kemana-mana" Ucap Vina...
..."Ssutt! mereka dateng!" Ucap Hanna sembari mengode menggunakan mata. "Eh.. udah selesai?" Tanyanya kepada Tania dan Isaa yang baru saja datang....
..."Kalian lagi ngomongin apa? kayak nya seru?" Tanya Isaa duduk di samping Vina....
..."Hah? Seru!" Pekik Vina membuat Tania dan Hanna menatapnya. "Ini tuh ngeselin tau ga! Coba lo bayangin, bisa bisanya ibu jodohin aku sama orang yang gue aja gak tau dia siapa dan ibu juga belum pernah liat mukanya!" Lanjut Vina menceritakan semua kejadian tadi pagi saat ia pulang ke rumah dengan kesal kepada teman-temannya. ...
..."Ya, siapa tau orangnya baik, makanya ibu milih dia buat jadi pendamping kamu.." Ucap Isaa berpositif thinking....
..."Mending baik, kalau mantan napi gimana?!" Bantah Vina. ...
..."Heh! Nyebut lo, Vin!" Omel Hanna menabok mulut Vina. ...
..."Awh! Astaghfirullah.." Vina menutup mulutnya dan langsung mengucap istighfar, ia merutuki diri yang tak bisa menjaga ucapannya. ...
..."Nah, kebiasaan sih lo!" Ucap Isaa menyalahkan Vina....
..."Ya maaf.. kan, gue kesel, gue gak nyangka ortu gue ngambil keputusan tanpa persetujuan dari gue!" Lirih Vina sambil menundukkan kepala. ...
..."Setiap ortu cuman mau yang terbaik buat anak nya, mungkin orang pilihan ortu lo lebih baik dari pilihan lo dan bisa buat lo bahagia" Jelas Tania disetujui oleh Hanna dan Isaa. ...
..."Dan daripada lo berharap sama hubungan terlarang? tembok kalian cuman bukan ortu tapi sang pencipta." Imbuh Isaa membuat semuanya bungkam....