The Secret Story

The Secret Story
Episode Tiga puluh enam



Berlinanglah air mata Elsa begitu ia memeluk erat tubuh Eliana. Dan untuk sesaat semuanya terasa gelap. Sepi. Hening. Elsa jatuh pingsan.


"Elsa...?" Bergegas Sam membopong Elsa, begitu ia tahu kalau Elsa pingsan. Anna dan Adrian pun panik. Elsa terbaring di sofa, Sam dengan lembut membelai rambut istrinya.


"Apa yang terjadi dengan Elsa, Sam?" Tanya Anna. Ia menelan ludah saat Elsa


"Elsa mengalami amnesia retrograde. Ia kesulitan mengingat kejadian yang sangat menyakitkan baginya. Sebelumnya Elsa adalah saksi dari kematian kedua orang tua kami. Namun Elsa terancam oleh ayah dan ibu tirinya. Sebab pelaku yang membunuh orang tua kami adalah pak Gunawan, ayah kamu Anna. Dan itu membuat Elsa mengalami stress dan depresi. Pak Gunawan pernah membawa Elsa ke rumah sakit jiwa. Elsa di doktrin dengan obat-obatan yang dapat merusak ingatannya. Sewaktu-waktu kami sempat kabur dan pergi ke Bali. Karena menyelamatkanku, Elsa tertembak oleh anak buah pak Gunawan. Aku membawa Elsa ke rumah sakit. Ia sempat siuman. Tapi setelah itu, pak Gunawan membawa Elsa ke Jakarta. Mereka tak mengizinkan aku bertemu dengan Elsa lagi. Tapi, aku selalu memantau Elsa. Aku tahu, Elsa hilang ingatan. Bahkan ia melupakan kejadian saat bertemu dengan kamu Anna. Aku sangat serigala saat itu. Ceritanya cukup panjang. Pada intinya, aku menikahi dia karena aku sudah berjanji pada diriku sendiri. Akan selalu menjaganya." Tutur Sam panjang lebar.


Tak sengaja Elsa mendengar percakapan antara Anna, Sam dan Ad. Sebulir air mata jatuh ke pipi Elsa. Seketika itu, lembaran demi lembaran kenangan yang terlupakan itu bermunculan. Namun tidak mampu sepenuhnya ingat. Hanya beberapa penggalan yang masih Elsa simpan.


"Sam..." Lirih Elsa.


"Kamu sudah siuman sayang?" Tukas Sam. Elsa mengangguk pelan. Elsa bangun dari tidurnya. Lalu memeluk Sam erat-erat.


"Apa yang sudah kau sembunyikan dariku?" Tanya Elsa. Sam mengernyitkan dahinya. "Aku sudah mendengar semuanya Sam. Aku mohon... Ceritakan dari awal kita bertemu. Agar aku ingat semuanya? Tentang aku dan Anna. Dan tentang aku dan kau. Didalam mimpiku kau selalu muncul dalam ingatan yang lain. Please Sam..." Ujar Elsa. Sam menelan ludah. Berusaha menimbang-nimbang semuanya. Meskipun semuanya sudah berakhir. Gunawan sudah di penjara dan mengakui semua kesalahannya dimasa lampau. Ranti ibu tirinya juga sudah menerima hukumannya. Semua aset milik Elsa telah kembali ke keluarganya. Kepada Anna dan Ibu kandungnya. Elsa juga menerima apa yang sudah ia perjuangkan dimasa lalu. Bagi Sam, prioritas utama Elsa saat ini adalah menjadi bagian dari perusahaannya. Elsa tak sekadar menjadi sekretarisnya tapi juga memiliki sebagian dari perusahaannya.


***


Pak Dani menerima sebuah kotak dari seorang suster. Serta secarik surat yang berisi...


Teruntuk pemilik perusahaan Harvest yang terhormat.


Pertama, saya sudah merekam suara untuk kesaksian saya sebagai saksi pembunuhan presdir dan istrinya. Saya sudah menjelaskan secara detil kejadian kronologisnya. Bahwa ayah sayalah pak Gunawan Yunanda dalang dari pembunuhan itu. Ia sudah melakukan pembunuhan lebih dari dua kali. Saya ditekan untuk tidak bersuara apa-apa. Malahan ayah saya akan memutarbalikkan fakta kepada Sam sebagai penculik. Anda harus menyimpan rekaman itu sebaik mungkin. Ada kemungkinan suatu hari nanti, ayah saya akan melakukan penggelapan dana untuk kepentingan pribadinya. Ayah dan ibu tiri saya telah merencanakan kekayaannya untuk 5 dan 10 tahun yang akan datang. Jika waktunya sudah tiba hancurkanlah mereka dengan bukti dan saksi ini. Seorang suster yang akan menjadi penguat anda. Dia orang baik. Tolong jaga dia baik-baik. Jangan sampai ayahku tahu hal ini.


Yang kedua, jika anda berkenan membeli perusahaan ibuku. Maka saya mohon belilah dengan cara yang lebih bijak dan cerdas. Karena ayah saya adalah orang yang sangat licik. Jadi berhati-hati dengan ayah saya. Lalu, berilah sedikit kepada saudara kembar saya di Kanada. Saya sudah berjanji akan mengunjunginya. Tapi saya tidak bisa. Karena kalau saya nekad, maka Anna dan ibu kandung saya akan dalam bahaya.


Ketiga, mungkin saya akan mengalami hilang ingatan. Saya tidak tahu efek dari cairan benzodiazepin ini akan menyebabkan ingatan saya hilang secara permanen atau tidak. Itulah sebabnya saya meminta banyak hal kepada anda. Agar semuanya bisa selamat dan bahagia selalu.


Ke empat, tolong jaga baik-baik adik saya Anna. Ada beberapa harta yang ingin saya berikan kepada Anna. Agar Anna, kelak bisa melanjutkan study dan bisa menjadi orang yang sukses di Kanada. Di kotak itu, ada beberapa berlian yang bisa dijual untuk kehidupan Anna dan ibuku.


Ke lima, dan ini terakhir. Sampaikan pada Sam. Bahwa saya sangat mencintainya. Saya ingin Sam hidup dalam kebahagiaan. Saya tidak ingin membuat Sam tertekan dengan keadaan saya saat ini. Saya tahu, Sam juga mencintai saya. Tapi, saat ini Sam dalam bahaya. Saya tahu ayah dan ibu tiri saya saat ini. Saya mohon, sampaikan surat yang berwarna amplop pink itu kepada Sam. Saya sangat mencintainya. Kalau suatu hari nanti terjadi dimana saya tak mengenali Sam. Saya mohon untuk menjaganya dan membuat dia nyaman serta bahagia.


Elsa Almahyra


Pak Dani termenung sejenak. Ia mencoba memahami semua isi surat dari Elsa. Langkah apa yang harus ia lakukan lebih awal. Buntu. Ya pak Dani belum mempunyai ide untuk melangkah. Sam harus tahu semua ini. Namun mendengar bahwa Sam dan Elsa pergi ke Bali, membuat jantung pak Dani bekerja lebih cepat dari biasanya. Rencana Elsa untuk menghancurkan ayahnya ini tidaklah mudah. Ini juga berhubungan dengan putranya yang dibunuh oleh Gunawan. Pak Dani juga terkejut, begitu melihat foto Eliana dan Ranti. Ada begitu banyak rahasia di dalam cerita ini. Orang tua Eliana dan Ranti adalah sahabat terbaik pak Dani. Keretakan itu, jangan sampai terjadi kepada Elsa dan juga Sam. Bergegaslah pak Dani menyusul Sam ke Bali. Namun sangat disayangkan, pak Dani harus melihat Elsa diboyong oleh Sam ke rumah sakit. Bercucuran darah dan keringat didahi Sam. Pak Dani dapat melihat ketulusan cintaku dari hati cucunya itu. Saat Sam dihajar babak belur oleh anak buaya Gunawan. Disana pak Dani bertekad dalam hatinya, bahwa ia berjanji akan membantu Elsa untuk meruntuhkan Gunawan dan Ranti. Pak Dani memberikan surat itu kepada Sam. Dan semua rencana-rencana Elsa yang tertulis didalam daftar.


Sam dengan semua perasaan marahnya pun berjanji akan selalu menjaga dan memiliki Elsa kembali. Seperti janjinya saat itu. Bahwa ia akan membantu Elsa bertemu dengan Anna dan ibu kandungnya.


"Aku janji Elsa. Aku tidak akan menyerah dengan cinta kita. Aku akan menjaga namamu dihatiku. Aku janji, aku akan menghancurkan semua orang yang menyakitimu."


***