
flashback on!
...Sudah seminggu lamanya seminar diadakan dan selama itulah mereka harus bekerja ekstra untuk menjalankan seminar tersebut agar berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan....
...Dengan tema keberagaman dan kelestarian budaya, Isaa dan teman kelompoknya memilih kota Y sebagai tempat berlangsung nya seminar....
...Bukan tanpa alasan mereka memilih kota yang penuh dengan kisah sejarah, Kota Y juga terkenal sebagai kota yang kental akan adat dan budayanya, bukan hanya certa sejarah nya tetapi juga tempat dan bangunan bersejarah yang masih ada di kota tersebut....
...Selain itu, alasan mereka memilih kota tersebut bukan lain karena banyaknya wisatawan yang datang berlibur ke kota tersebut, peluang itulah yang mereka ambil untuk mengenalkan serta melestarikan kebudayaan yang sudah hampir dilupakan oleh banyak masyarakat....
..."Huft, Akhirnya selesai juga! Rasanya badan gue remuk semua!" Adu Dhea sambil meregangkan otot-otot nya hingga menimbulkan bunyi yang cukup nyaring di telinga....
..."Belum selesai, Dhe! Masih ada laporan yang perlu di buat, dan lo sebagai penanggung jawab kudu kerja ekstra lagi!" Ucap Tania mengingatkan Dhea. Gadis itu duduk di kursi dan menaruh cemilan yang baru saja ia beli....
...^^^"Semangat, Bunda Dhea! kami yakin kamu pasti bisa berubah jadi spider women!" Ucap Aldo menyemangati Dhea. ralat tujuannya bukan menyemangati melainkan untuk mengejek Dhea. ^^^...
...Dhea tersenyum simpul mendengar ucapan Aldo, sambil menyeruput es milik Tania ja menatap lelaki itu, "Aduh, makasih banget loh buat semangatnya.. " Ucap Dhea mengambil piring berisi cemilan saat Aldo hendak mengambilnya. "Tapi kayaknya lo yang lebih butuh itu!" Lanjutnya dengan ketus dan menatap Aldo dengan tajam tanpa senyuman....
..."Saa, ini foto-foto selama kegiatan seminar berlangsung, udah aku jadiin dokumen jadi kamu tinggal taro di laporannya," Ucap Vina memberikan flashdisk pada Isaa yang tengah fokus dengan laptopnya. ...
..."Thanks, Vin! Oiyaa.. buat hasil kuesioner nya udah disini juga?" Tanya Isaa pada Vina....
..."Belum, Saa. Soalnya itu dipegang Ryan sama Tania, jadi tanya langsung ke mereka ya" Jawab Vina ikut duduk bergabung dengan yang lain....
..."Belum, Saa. Gue masih nunggu Ryan, tapi ada beberapa yang udah gue susun bareng Dhea.." Imbuh Tania menjawab pertanyaan yang Isaa lontarkan pada Vina....
..."Oke, kalau gitu tak skip dulu bagian kalian ya, jadi kemarin siapa yang bikin simpulan?" Tanya Isaa membuat Aldo mengeluarkan cerminnya dan mengarahkannya pada Isaa....
..."Tentu, Nona Isaa ku tersayang," Jawab Aldo membuat semua yang mendengarnya merasa geli termasuk Isaa sendiri....
..."Do, cepet sadar deh lo! Gue takut ntar lo zonk lagi, kemarin Wanda aha gak dapet, sekarang lo ngajar Isaa" Ucap Vina menyadarkan temannya....
..."Saa, gue tau lo tertekan.. Kalo lo butuh orang buat ngehilangin nih curut, lo gak usah ke dukun.. panggil gue aja, gratis gak ribet, tinggal Terima rebes" Ucap Dhea penuh penghayatan....
..."Siap siapp! Gue percaya sama lo, Dhe!" Ucap Isaa mengacungkan kedua jempolnya seraya tersenyum....
..."Kok kamu jahat sama aku sih, beb? Ntar gak ada cowok ganteng lagi yang bikin kalian cuci mata" Ucap Aldo dengan drama kepada Isaa....
..."HUEK! YANG ADA CUCI PERUT KALO LO MAH!" Ucap ke empat gadis itu secara kompak....
..."Do!" Panggil Tania membuat Aldo senang, ia pikir Tania tak akan sama dengan yang lain....
..."Gue tahu, pasti lo mau belain gue kan? " Tebak Aldo dibalas senyum simpul oleh Tania....
...Tania menggeleng kecil, lalu berkata "Cuman mau bilang, nanti besek buat gue dua ya, jangan lupa!" pupus sudah harapan Aldo pada Tania, kini semua tertawa mendengar pernyataan dari gadis itu. ...
..."Kamu jahat, Ta! Sekarang kita putus!" Ucap Aldo pada Tania. ...
..."Ya aja, punya hubungan aja kagak, lumayan kan berkurang juga beban kelompok" Sindir Tania membuat teman-temannya semakin terbahak tawanya. ...
......................
..."Truth! Gue pilih truth, gue gak percaya sama kalian buat dare!" Jawab Isaa dengan mantap. ...
...Setelah seharian penuh membereskan tempat seminar, malam harinya mereka memutuskan untuk pergi makan malam di dekat tempat penginapan. Dengan hembusan angin malam dan alunan musik mereka sangat menikmati waktu bersantai untuk dihari terakhir sebelum kembali ke Ibu kota. Selain untuk makan, mereka juga mengisi malam sambil bermain. Kali ini Isaa lah yang mendapat giliran, seperti sebelum-sebelumnya. ...
..."Gak bisa dong! Lo udah pilih truth tiga kali, pilihan lo sekarang tinggal dare atau minum.." Jelas Dhea tak terima dengan pilihan Isaa. ...
..."Bener tuh, Saa. Lo udah gak bisa pilih truth lagi!" Imbuh Vina menyetujui pendapat Dhea. ...
..."Gue mau truth, gue gak bisa minum.." Ucap Isaa merasa bingung. ...
..."Gue yang gantiin," Timpal Ryan yang baru saja kembali. ...
..."Dih! Apaan lo, dateng-dateng gantiin! Gak gak!" Bantah Aldo tak terima....
..."Gak usah, Ryan. Gue pilih minum," Ucap Isaa setelah diam beberapa saat. ...
..."Anjay, akhirnya! first time gue liat Isaa minum!" Ucap Dhea dan Vina merasa tak percaya. ...
...Tania menuang sedikit minuman pada gelas baru, mereka tahu bahwa temannya yang satu itu tidak bisa minum. "Nih, Saa. Aman kok, cuman dikit nanti kalo mau muntahin Aldo siap nerima" Ucap Tania meledek Aldo. ...
..."Ngadi-ngadi lo! Yang bener aja lo, Tan!" Ucap Aldo tak terima malah mendapat tatapan tajam dari Tania. "Ma-maksudnya Tania Ratu ku paling cuantik!" Ralat Aldo dengan cepat sebelum jari lentik Tania melayang kepadanya. ...
...Isaa mengambil gelas itu dengan ragu, tangannya bergetar memegang nya sambil menatap teman-temannya untuk meyakinkan mereka. "Ini serius aman kan?" Tanya Isaa diangguki semua. ...
..."Ayo Isaa, lo pasti bisa! Isaa goo, GO ISAA! " Sorak teman-temannya menyemangati Isaa. Gadis itu dengan gemetar meneguk habis minuman yang ada di tangannya. "YEAYY! ISAA MINUM!" Sorak mereka setelah nya. ...
..."Huek! Pait, gak enak!" Adu Isaa langsung mengambil tisu dan mengelap lidahnya untuk menghilangkan jejak minuman itu. ...
..."Emang gitu kalau baru pertama minum, nih minum air putih dulu" Ucap Ryan memberikan air mineral. ...
..."Ayo lanjut!" Ucap Dhea dengan bersemangat. ...
......Mereka melanjutkan permainan itu, sudah beberapa putaran dan sudah bergantian mendapatkan hukuman, kini mereka menunggu botol itu berhenti berputar, dan.. ......
"Dare atau minum?" Tanya Tania pada Isaa.
...Isaa diam memikirkan pilihannya, satu sisi ia ragu untuk memilih Dare, namun disisi lain ia benar-benar sudah tidak bisa minum lagi, setengah gelas sudah cukup membuat gadis itu pusing. ...
..."Dare aja, tapi jangan yang aneh-aneh!" Jawab Isaa. ...
...Mendengar jawaban Isaa, semua langsung berkumpul membentuk lingkaran untuk berdiskusi dare apa yang cocok untuk gadis itu, tentu Isaa tidak diajak dan hanya diam sambil berdoa agar darenya tidak berat. ...
...Tak lama mereka, selesai memilih dare yang cocok untuk Isaa, "Oke, kita sepakat dare buat lo.." Isaa menunggu Tania menyelesaikan kalimatnya, rasanya jantung hya berdegup dengan kencang. ...
..."Kenalan terus minta cium sama orang yang duduk di sana," Imbuh Vina menunjuk tiga orang lelaki yang duduk tak jauh dari meja mereka. ...
...DUARR! bagai bom atom yang tiba-tiba meledak di kepalanya, Isaa melihat ke arah yang Vina tunjuk. "HAH! tiga-tiganya?!" Pekik Isaa merasa tak percaya. ...
..."Salah satu aja, kalau mau semua juga gapapa," Jawab Dhea dengan tersenyum menggoda. ...
..."Jangan lupa dokumentasiin," Imbuh Tania seraya tersenyum. ...
..."Cepet gih! Keburu mereka pergi, ntar hukumannya jadi pindah ke om-om!" Ucap Aldo menyadarkan Isaa. ...
..."Iya iya!" Dengan gugup Isaa berjalan mendekat ke meja yang ditunjuk Vina, mau tak mau ia harus mengumpulkan keberanian untuk menjalankan dare ini. ...
...Sebelum Isaa menyiapkan keberanian, salah satu lelaki di tempat itu memanggil Isaa, membuat gadis itu bingung sambil menunjuk dirinya sendiri. Setelah ia yakin kalau ia di panggil, Isaa berjalan ke arah mereka. ...
..."Kalian manggil gue?" Tanya Isaa bingung. ...
"Iya, gue manggil lo" Jawab salah satu dari mereka.
..."Ada apa?" Tanya Isaa lagi, ua dapat melihat raut kekhawatiran dari dua orang yang tengah duduk disana. ...
..."Kita mau minta tolong, tolong anterin nih orang" Ucap orang berkemeja kotak sambil menunjuk temannya yang tengah terpejam. ...
..."Hah? Gak salah lo? Gue?" Pekik Isaa merasa kaget sambil menunjuk dirinya sendiri. ...
..."tolong banget, gue mau nganterin cuman masalahnya gue harus pergi karena urusan penting! " Jawabnya memohon. ...
..."Masalah temen lo, nanti gue yang bilang! Tapi tolong banget, anterin dia sama kasih obatnya, gue gak tau harus mintol ke siapa" Imbuh temannya yang lain. ...
...Isaa diam beberapa saat sambil menatap kedua orang tersebut dan orang yang tengah terpejam dengan wajah yang merah padam secara bergantian. "Eum.." Isaa menganggukkan kepala nya ragu. ...
...Kedua orang tersebut nampak senang dan mengucap syukur, mereka menjelaskan letak rumah dan obat milik lelaki itu. Tak lupa mereka memesankan mobil online dan memberitahu teman-teman Isaa. ...
...----------------...
...Setelah itu tak ada yang tahu kejadian selanjutnya, Isaa bahkan sempat tidak kembali selama dua hari membuat teman-temannya panik dan mengundur kepulangan mereka ke ibu kota. ...
..."Ini gak ada kabar dari Isaa, udah dua hari loh!" Ucap Tania yang sendari tadi mondar mandir sambil melihat handphone dan berharap Isaa menghubungi mereka. ...
..."Gimana kalau lapor polisi? Gue takut Isaa di culik" Ucap Vina tak jauh beda dengan Tania. ...
..."Lagian sih, kalian main ngizinin aja, udah tau Isaa rawan penculikan!" Ketus Ryan. ...
..."Sorry, kita salah.. Kita kira Isaa bisa langsung balik." Ucap Dhea merasa bersalah. ...
..."Gue takut Isaa di apa-apain," Ucap Tania. ...
...Saat-saat semua sedang panik, sebuah mobil berhenti di halaman tempat penginapan mereka, semua langsung berkumpul melihat dari jendela untuk mencari tahu siapa yang menghentikan mobilnya di halaman. ...
..."Ada yang manggil kenalan?" Tanya Aldo sambil berbisik. ...
...Cukup lama mereka menunggu, akhirnya yang mereka nantikan datang juga. Pintu mobil itu terbuka dan seorang gadis keluar dari mobil tersebut. Ntah apa yang sedang di bicarakan, gadis itu menutup pintu mobil dengan cukup tenaga. ...
..."Cewe? Isaa? " Tebak Dhea tepat sasaran. ...
...Isaa berjalan menuju rumah penginapan, gadis itu nampak ragu untuk mengetuk pintu rumah. Namun pintu tersebut langsung terbuka oleh Tania, gadis itu langsung memeluk Isaa diikuti yang lain....
..."ISAA! GUE KIRA LO.. " Omel Tania tak sanggup melanjutkan kalimatnya....
..."Lo parah banget demi, Saa! Setidaknya kalo ilang kabarin gitu dimananya! " Omel Dhea sambil menangis. ...
..."Besok-besok gue gembok lo, Saa!" Ucap Vina memperingatkan Isaa seraya terisak. ...
..."Gue hampir gila karena lo ilang, Saa! Gila karena jadi samsak!" Omel Aldo mengadu pada Isaa karena ia menjadi pelampiasan oleh teman-temannya. ...
..."Sorry bikin kalian khawatir," Ucap Isaa setelah diam mendengar omelan teman-temannya. ...
..."Lo ilang bukan karena lupa jalan kan?!" Tebak Tania kesal. Bukan hanya sekali Tania mendapati gadis itu lupa jalan, tapi ia tak bisa meninggalkan Isaa pergi sendiri. ...
...Isaa tersenyum simpul pada Tania sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Hehe.. " Isaa menganggukkan kepalanya pelan. ...
flashback off!