
...Isaa membuka kunci pintu cafe miliknya, setelah terbuka, ia mendorong pintu tersebut agar terbuka....
..."Masuk lah! Tidak ada siapa pun disini," Ucapnya berjalan masuk ke dalam cafe, ia menyalakan lampu dalam....
...Tek! Seketika ruangan tersebut nampak terang, interior didalamnya nampak jelas terlihat daripada sebelumnya. Suasana yang nyaman, dan design ruangan yang simple membuat siapapun betah untuk tinggal disana....
..."Duduk lah di sini sebentar, aku akan menaruh koper ku di dalam dan mengambil makanan untukmu," Ucap Isaa pada orang tersebut, gadis itu membawa kopernya ke atas, tempat dimana ruangannya berada. Setelah ia menaruh kopernya, Isaa kembali turun membawa kotak P3K, Ia melihat lelaki itu tengah duduk sambil melihat sekeliling....
..."Ini punya lo?" Tanyanya pada Isaa....
..."He'em," Isaa menjawabnya hanya dengan sebuah deheman, gadis itu nampak telaten menyiapkan makanan di dapur....
..."Itu sebabnya lo gak mau?" Tanyanya lagi menatap Isaa dengan tatapan menyelidik....
...Isaa membawa nampan berisi sandwich dan jus, ia duduk disamping lelaki itu. "Gue udah bilang, gue bisa mengurus diri sendiri, jadi kenapa lo datang andd lo ngapain sampe bonyok kayak gini?" Jelas Isaa membuka jaket yang lelaki itu kenakan dengan hati-hati....
...Lelaki itu membantu Isaa melepaskan jaketnya, "Gue ada urusan di sini," Jawab lelaki itu tanpa melihat Isaa yang tengah membuka perban yang membalut lengannya....
..."Trus kenapa lo bisa luka-luka gini?" Tanya Isaa sambil membersihkan luka dengan hati-hati....
..."Sshh.. pelan-pelan!" Pinta lelaki itu merintih kesakitan....
..."Makanya hati-hati! Untung gak gue diemin lo di jalanan!" Ucap Isaa penuh penekanan. "Gara-gara lo gue diusir dari kontrakan!" Omel Isaa yang masih kesal mengingat ia tak bisa lagi tinggal di rumah kost itu....
..."Ya bagus dong, kalo gitu tinggal ditempat gue," Ucapnya dengan santai membuat Isaa menempelkan alkohol ke luka lelaki itu. "Awh! Sakit, Saa!" Adu Lelaki itu....
..."Makanya diem! Ogah banget gue tinggal sama lo!" Ucap Isaa dengan ketus....
..."Dibaikin malah gak mau, lagian emang siapa bilang kita bakal seatap?" Ucap Lelaki itu bertanya pada Isaa. "Atau.. jangan-jangan lo emang pengen seatap bareng gue?" Goda lelaki itu membuat Isaa gelagapan....
..."A-apaan sih lo! G-gak ya! Mending lo diem, makan sarapan nya!" Ketus Isaa guna menutupi malunya....
...Lelaki itu terkekeh melihat sikap Isaa, gadis itu terlihat sangat lucu baginya sekarang, kalau digambarkan, wajah Isaa kini mirip seperti kepiting rebus....
...Selesai mengobati luka lelaki itu, Isaa membereskan kapas-kapas yang kotor dan membuangnya ke tempat sampah. Ia juga menyimpan kembali kotak P3K ke tempatnya sebelum ia duduk dan ikut sarapan dengan Lelaki itu....
..."Gue tanya sekali lagi, lo serius mau tinggal di sini? Gue masih nerima jawaban iya dari lo buat tinggal di apartemen punya gue nih," Tanya lelaki itu sekali lagi kepada Isaa....
..."Gue yakin seratus persen buat tinggal di sini sampai dapet kost kostan baru!" Jawab Isaa dengan yakin....
..."Apartemen gue kosong, serius! Gue juga bakal balik ke Swiss besok, tinggal di tempat gue ya? Kalo gak gue cariin tempat tinggal yang lain, yang aman buat lo?" Ucap Lelaki itu mencoba meyakinkan gadisnya. Ia menggenggam jemari Isaa sambil mengusap lembut punggung tangan Isaa menggunakan jempol....
..."Thanks banget buat tawarannya, tapi gue bisa cari sendiri," Ucap Isaa seraya tersenyum....
...----------------...
..."Vitaminnya jangan lupa diminum, trus perbannya jangan lupa di ganti biar gak infeksi lukanya karena perban kotor," Pesan Isaa menatap orang yang ada di hadapannya....
..."Iya, cerewet banget sih? Lo kuliah yang bener, kalo ada apa-apa langsung bilang! Jangan suka balik malem lagi! Baik-baik dirumah!" Ucapnya mencubit pipi Isaa dengan gemas....
..."Ih! Jangan pegang-pegang!" Protes Isaa menepis tangan orang tersebut. "Eum.. Thanks ya udah bantuin gue, gue gak tau harus gimana lagi.." Ucap Isaa menatap lekat mata lelaki itu....
..."Ciah, gak mau dipegang nih ceritanya?" Goda lelaki itu. Ia menganggukkan kepalanya seraya tersenyum pada Isaa. "Jaga diri baik-baik, Sorry gue ngerepotin lo lagi, tinggal aja di sana, lo gak perlu khawatir apapun, karena lo udah jadi kewajiban gue," Jelas lelaki itu mengusap kepala Isaa dengan lembut....
...Isaa tersentuh mendengar ucapan nya, ia tersenyum senang dengan tatapan yang tak bisa ia lepaskan....
..."Yaudah, gue masuk dulu ya? Gue udah nyuruh Dion buat nganterin lo balik, jadi jangan di tolak!" Ucap Lelaki itu di angguki Isaa. Sebelum pergi, ia mencium kening Isaa cukup lama lalu turun ke pipi Isaa. "See you, hati-hati dijalan, dan jangan oleng!" Pamitnya berjalan masuk meninggalkan Isaa yang masih diam di tempat dengan wajah yang merah padam....
...----------------...
..."Saa, serius kamu tinggal di sini sekarang?" Tanya Hanna menatap sekeliling ruangan....
..."Astaga, ini gak kejauhan dari caffe lo? ntar lo bolak-balik dong?" Tanya Vina di angguki oleh Isaa....
..."He'em, tapi ya mau gimana lagi? Gak mungkin kan gue tidur di jalanan juga?" Ucap Isaa kepada Vina. Gadis itu akhirnya mengalah dan menerima tawaran nya untuk tinggal di apartemen setelah membujuk Isaa selama seharian. Mungkin lebih tepatnya mengganggu serta memaksa Isaa....
..."Jadi lo bakal tinggal di sini terus atau gimana?" Tanya Hanna duduk menatap Isaa....
..."Mungkin gue bakal tinggal disini sampai tamat kuliah, soalnya dari sini juga deket sama kampus, jadi lumayan irit bisa jalan kaki," Jawab Isaa....
..."Bener juga, disini juga lingkungannya keliatan aman, gue jadi gak perlu khawatirin lo ilang lagi," Ucap Vina....
..."Yeu, lo kira gue bayi apa ilang-ilangan!"...
..."Eh, emang iya! Coba liat ke belakang, ngga ada bulan dimana lo ilang, Saa.. ntah itu lupa jalan, atau hampir di culik," Jelas Hanna mengingatkan kembali apa yang terjadi selama Isaa pindah....
...Sedangkan Isaa hanya tersenyim kaku mengingat kecerobohannya, "Itu, jangan diingetin lagi.. sekarang kan udah ngga" Ucap Isaa pada kedua temannya. "Oiya, nanti kalian nginep disini ya? Buat nemenin.." Ucap Isaa. ...
..."Yeu, malu kan! makanya jangan suka ilang!" Ucap Hanna. "Iya dah, siap! sekalian nanti bantuin lo beberes dah, pasti apartemen lo masih kosong kan?" Lanjut nya. ...
..."Hah? Kosong? Orang dapur penuh gitu, Na! Dari peralatan masak, sayur-sayuran, minuman, ampe soda aja numpang di kulkas," Jelas Vina bingung...
..."HAH?" Pekik Hanna dan Isaa bersama, mereka langsung beranjak dari tempat dan menuju dapur. Benar saja apa yang di katakan Vina, saat Isaa membuka lemari es, ia dikejutkan dengan banyaknya makanan dan minuman. ...
..."Lo udah belanja sebanyak ini, Saa? Setau gue lo gak minum soda, tapi ini juga banyak susu?" Ucap Hanna bingung. ...
...Isaa lagi-lagi dibuat bungkam, ia tak tahu kalau kebutuhan untuk beberapa hari kedepan sudah dipersiapkan. "Hehehe.. baru inget, tadi udah sempet belanja, trus ini soda kan buat jaga-jaga kalau kalian dateng," Jawab Isaa asal, dalam hatinya ia terus mengumpati pemilik apartemen ini, gadis itu tak tahu harus berterimakasih atau marah. ...