
Mike dan Mia, pasangan yang sedang berbahagia dengan tangan saling menggenggam melambai pada Jen dan Olive sebelum pergi. Menaiki pesawat pribadi diikuti Sam sebagai pengawal.
" Tidakkah Sam akan mengganggu honeymoon Mereka?" Bicara sambil membalikkan badan setelah pesawat mengudara, melangkah santai dengan tangan ia masukkan kedalam kantong celana.
"Bukan kah bagus jika Sam ikut pergi, Aku bisa berbulan madu dengan mu?." Jen tertawa menggoda pria yang telah melangkah lebih dahulu di depan nya.
"Jhose tunggu..?!. Aku hanya bercanda."
Jen mengikuti Jhose masuk kedalam mobil.
Jhose belum juga melajukan mobil nya, sudah hampir lima menit hanya terdiam di dalam mobil.
"Semarah itu kah?." Jen menoleh pada Jhose yang hanya diam sejak tadi. Pria disamping nya membenturkan kepala diatas kemudi menarik nafasnya berat.
"Kita kembali ke mansion." Jhose menegakkan Kapala menatap jalanan melajukan mobilnya kemudian.
"Ada apa? Kau punya masalah? Katakan sesuatu?." Jen memberanikan diri mengusap kepala Pria tampan di samping nya.
Jhose hanya diam di sepanjang perjalanan, terus fokus menatap jalanan tanpa bicara apapun. Hingga mobil terus berjalan melewati teriknya matahari di tengah kota.
Mobil berhenti di tepi jalan tiba tiba. Jhose menghela kemudian melepaskan seat belt nya.
"Ada Apa?" Jen juga melakukan hal yang sama, melepas seat belt meraih Pintu mobil hendak keluar.
"Eh?."
Jen membeku ketika tiba tiba Jhose menarik tubuh nya. "Ada apa dengan nya?" Jhose mendekap nya erat. Beruntung Olive tertidur di kabin belakang sehingga tidak melihat yang sedang Jhose lakukan.
"Jhose?." Lirih Jen sambil mengusap kepala nya.
"Ada apa dengan mu?."
"Tugas ku disini hampir berahir, secepatnya aku kembali ke London." Jhose mempererat pelukannya.
"Aku.." belum selesai Jen bicara.
"Aku berharap kau ikut dengan ku, tapi-" Jhose menarik nafas nya berat. "Maafkan aku. Seperti nya aku tidak bisa membawa mu."
"Kau berniat meninggalkan aku?." Jen mendorong tubuh Jhose agar melepas pelukannya.
Namun Jhose semakin mendekap nya erat, terdiam sambil menghirup aroma wanita yang perlahan merasuki hati nya. "Kau lebih aman disini."
Rasanya ingin menangis ketika bibir lembut Jhose menempel di dahi nya. "Jaga diri mu naik baik."
"I love you Jhose." Jen menunduk, dada nya sesak. butiran bening menetes di pipi yang tidak mampu lagi Ia tahan.
"Sssttt jangan menangis" Jhose meletakkan jari telunjuk nya di bibir Jen.
"Aku akan merindukan mu" Mengalungkan tangan di leher Jhose memeluk nya erat.
"Sam akan kembali dalam tiga hari. Aku akan menyerahkan surat pengunduran diri setelah dia datang."Jhose mengusap air mata Jen.
"Bawa aku bersama mu, kumohon." Jen menatap wajah Jhose lekat.
"Pekerjaan ku sangat berbahaya, aku tidak ingin kau terlibat." Jhose Kembali ku posisi nya. Tangan nya menyentuh kemudi dan kepala Ia bentur kan disana.
"Aku akan menunggu mu hingga kau datang pada ku untuk membawaku bersama mu."
"Lupakan aku dan Hidup lah dengan baik."
Jhose kembali melakukan mobil nya hingga sampai di depan Gerbang tinggi dengan dua penjaga membuka gerbang itu. Kedua pengawal membungkuk hormat ketika mobil masuk ke dalam Mansion.
"Bibi Jen, aku masuk dulu. Paman Mike kata, aku harus bersekolah. Maka aku akan mulai belajar." Ujar Olive sambil melepaskan seat belt nya keluar dari mobil berlari masuk kedalam mansion.
"Berusahalah Oliv." Jen meninggikan suara saat Oliv berlari masuk kedalam Mansion.
Suasana canggung antara dia dan Jhose, berdua di dalam mobil.
"Jen masuklah!." Ujar Jhose enggan menuruti keinginan Jen.
"Haruskah aku memohon pada mu?." Jen keluar dari mobil melangkah kesal masuk kedalam mansion. Menaiki anak tangga masuk kedalam kamar nya.
"Mungkin aku bodoh, aku merendahkan diriku menawarkan diri." Jen bergumam sambil menenggelamkan kepalanya di atas bantal. Tapi aku mencintaimu dan tidak ingin aku kau lupakan.
Sedangkan Jhose Keluar dari dalam mobil melangkah masuk kedalam Mansion menuju kamar nya. Mengeluarkan barang pribadi nya memeriksa laporan yang Kenzo dapatkan di Afrika.
Setelah beberapa menit berlalu, Jhose membersihkan diri di kamar mandi.
Beberapa menit terlewat Jhose telah siap dengan stelan jas keluar dari kamar. Ini masih jam kerja, tetu Jhose tidak menanggalkan pakaian kerja nya.
"Lexi, kau melewatkan makan siang mu." Rekan sesama bodyguard menyentuh bahu.
"Aku tidak berselera, kau pergilah beristirahat. Aku akan menggantikan mu berjaga." Balas Jhose.
"Tidak bisa, kau ditugaskan menjaga Nona. Meski Tuan Mike tidak ada, aku tidak boleh lalai."
"Kau naiklah dulu. Nona Jen sedang tidur, kau bisa menjaga nya di luar kamar."
"Baik senior" Jawab Jhose sedikit membungkuk kemudian menaiki anak tangga.
***
"Kebiasaan buruk! Tidur tanpa mengunci pintu kamar." Jhose bergumam sambil membuka pintu.
Jeniver masih terlelap, Jhose memilih duduk di samping nya di tepian ranjang menyandar di sandaran. Membiarkan Jen terlelap dengan mimpi nya sambil mengeluarkan benda pipih memberikan laporan.
"Aku harus segera kembali. Hiduplah dengan baik disaat aku tidak ada, Aku akan menjemputmu saat misiku selesai nanti." Bergumam dalam hati sambil mengusap pipi Jen, Lembut.
"Jhose?!. Sejak kapan kau--" Belum selesai Jen bicara.
"Kebiasaan buruk! Tidur tanpa mengunci pintu."
"Kau menghawatirkan aku? Terimakasih" Jen meringsut berbaring dengan kepala di pangkuan Jhose."
Jhose membelai rambut Jen. "Bisakah kau berjanji untuk ku?." Jhose menatap Jen lekat.
"Apapun aku lakukan."
"Tunggu aku dalam enam bulan, aku akan menjemputmu dan kity akan menikah."
Jhose menghela nafas. "Namun, Jika aku tidy kembali dalam enam bulan, itu artinya aku gugur saat bertugas. Kau tidak perlu menungguku, Berbahagia lah meski tidak bersama ku.Sam pria yang baik, ku harap dia bisa menjaga mu."
Jen bangkit dari tidur nya. "Jahat!! Jahat!! " Jeniver Memukul dada Jhose. "Kau Fikir kau siapa berani memberi perintah pada ku,! Aku akan terus menunggu mu hingga kau datang. Jika pun kau tidak datang, aku akan mencari mu ke London. Jika kau mati, Aku akan menetap di London dan setiap hari mengunjungi makam mu,!!" Hik...Hik..
"Jhose Bodoh!! Jahat!! Menyebalkan!! Aku membencin mu !!" Jen menangis dan terus memukuli dada Jhose yang akhirnya mendekap nya erat.
"Aku mencintaimu Jeniver" Lirih Jhose sambil mengecup dahi nya.
-
-
Next...
PENGUMUMAN... Novel terbaru telah rilis ya kawan......
Berjudul " Tak Kusangka Bisa Mencintaimu"
Mohon dukungannya ya Kawan...
Terimakasih....