
Armada besi mengudara membawa pasangan yang akan meminta restu ibu nya bersama beberapa bodyguard juga Jen.
Olive dan Jhose tentu saja turut serta.
Sebenarnya Mia di telah memberitahukan perihal hubungan nya dengan Mike, tentu ibu nya Mia awal nya keberatan namun Ahir nya merestui.
Armada besi mendarat di salah satu Bandara negara El Salvador.
Telah menunggu orang orang Mike yang akan mengawal mereka selama di perjalanan.
Mobil Limousine membawa Mike dan Mia dengan Sam menjadi sopir.
Sedangkan Olive dan Jen satu mobil dengan Jhose sebagai pengemudi.
Mobil melaju dengan pengawalan yang ekstra ketat menuju mansion, yang telah menunggu tim perias terbaik di negara itu.
Begitupun dengan Ibu nya Mia yang sedari tadi mondar mandir gelisah putri nya tidak kunjung tiba.
mobil mobil terparkir di depan pintu utama, Bodyguard membukakan pintu mobil Limosin yang Mike dan Mia naiki.
"Mike, aku gugup."
Meremas tangan Mike yang menggenggam nya sejak tadi.
"Semua akan baik baik saja"
Kecup Mike di dahi Mia.
"Ayo."
Menggenggam tangan Mia memasuki Mansion disambut dekorasi indah menakjubkan dengan segala kemewahan disana.
Para bodyguard membungkuk hormat seperti biasanya menyambut kedatangan bos nya.
"Mia?!."
Ibu Mia menghampiri memeluk putri nya.
"Ibu merindukan mu."
Mia mempererat pelukannya.
"Aku juga Bu."
Air mata Mia menetes begitu saja, selain karena kerinduannya pada Ibu, Mia juga mengharu karena malam ini Ia akan menikah.
Menikah dengan pria dewasa yang Ia cintai.
"Jangan menangis Mia, bergembira lah karena ini hari bahagia mu."
Ibu Mia melepas pelukannya, kemudian menatap wajah Mike.
Hal yang belum pernah Ia lakukan selama bekerja disini adalah bertatapan dengan Mike secara langsung.
Mike sedikit menunduk menghormati Ibu nya Mia.
" Aku mencintai Mia, Aku memohon restu dari mu. Ibu."
Ibu nya Mia terkesiap dengan kata terahir yang Mike ucapan, masih diam tidak percaya Mike mengubah nama panggilan pada nya.
"Kami akan menikah malam ini. Restui kami Bu, Aku mohon."
Mike menundukkan kepala.
"Tuan, "
"Aku tidak pernah serius dengan wanita, mungkin kau tahu itu. Tidak pernah ada wanita yang aku cintai selain Ibu dan Jeniver. Semua datang dan pergi begitu saja Namun kali ini, Aku sungguh mencintai Mia. Terimalah aku untuk menikahi putri mu dan membuat nya bahagia. Menjadi satu satu nya wanitaku dan melahirkan anak anak ku, Aku akan tinggalkan organisasi itu dan Hidup dengan normal bersama Mia "
Mike mengangkat tangan Mia dan mengecupnya.
Mata Mia berkaca kaca, menyandarkan kepala di lengan Mike "Ibu tidak akan menolak nya kan? Lihat lah Bu, Aku beruntung dicintai pria seperti Dia."
Ibu Mia mengulas senyum, sambil menghapus air mata yang menetes di pipi.
"Menikah lah, meski pun aku melarangnya kalian akan menikah juga kan?!"
"Hiduplah dengan bahagia, Cintai Mia sepenuh hati mu"
Ibu Mia merentangkan tangan memeluk Mia juga Mike, tersendu ketika keharuan tidak mampu lagi Ia tahan.
"Jangan menangis Bu, ini hari bahagia ku."
Mia melepas pelukannya.
Seorang wanita datang menghampiri.
"Ikutlah dengan kami nona."
Wanita itu mengajak Mia, tentu Mia faham merek siapa, tanpa bertanya
segera mengikuti wanita yang akan mempersiapkan Mia untuk menjadi wanita tercantik malam ini.
Sedangkan Mike menuju kamar nya mempersiapkan diri diikuti Sam di belakang.
"Sam, apa kau sudah mempersiapkan semua nya?."
"Sudah tuan, petinggi dari masing masing klan akan hadir kecuali Brigazh si brengs*k itu."
Sam terdengar Mendes*h kesal.
"Perintahkan untuk ku menghancurkan nya tuan "
"Tidak perlu, kau akan mengotori tangan mu juga nama ku. Mereka cukup kuat dan licik, lebih baik berhati hati."
Berhenti ketika di depan pintu, dan Sam seketika membuka nya.
"Lagipula jika kau mati kau akan menyesal karena tidak pernah tahu rasanya jatuh cinta dan menikah."
Seringai mengejek muncul di sana.
ya...ya... meski Kau ada benarnya juga bos.
Mike masuk ke dalam kamar diikuti Sam,
"Perketat penjagaan untuk Mia juga Jeni,
Aku memiliki firasat buruk, Sepertinya ada yang sedang mereka incar."
"Baik tuan."
Mike memasuki kamar mandi, membiarkan Sam yang masih di dalam di kamar nya, menanggalkan pakaian masuk kedalam bathtub.
Sam Tidak ingin mengulur waktu lagi semua Ia persiapkan dengan sempurna.
Wedding Organizer bekerja dengan sangat profesional, semua telah tertata dengan indah di dalam Mansion itu.
Semua telah Sam persiapan hingga siapa siapa yang akan hadir di acara pernikahan Mike dan Mia malam ini.
Ia duduk di sofa masih di dalam kamar Mike menghubungi seseorang untuk berjaga.
***
Seluruh penghuni Mansion tampak sibuk mempersiapkan diri.
Para bodyguard yang telah siap sesuai perintah menyiapkan senjata yang mereka selipkan di dalam masing masing Jas hitam yang mereka kenakan.
Sedangkan penjagaan semakin diperketat di sekitar mansion.
Seperti nya Sam mengerahkan orang orang Mike untuk berjaga di khususkan di tempat ini.
Tentu saja Jhose mendapatkan perintah langsung untuk menjaga Jen dan Olive.
Sam telah mempercayai Jhose terlihat dari kemampuan bertarung nya kala itu.
"Olive, ayo pilih gaun yang kau suka. kau akan sangat cantik malam ini."
"Pergilah Olive, malam ini hari bahagia untuk bibi Mia, Buatlah bibi Mia semakin bahagia sayang."
Sentuh Jen pada kepala Olive.
"Baiklah, ayo kita pilih gaun nya."
Tarik Olive tangan pria gemulai di hadapan nya.
Saat Olive dibawa salah satu pria gemulai untuk memilih gaun yang cocok untuk nya, Segera Jen menarik tangan Jhose membawa nya masuk kedalam lift.
"Apa yang kau lakukan?!."
Jhose mengangkat tangan nya ketika tiba tiba Jen menyentuh pinggang nya.
Dorr!!
Jen meraih revolver yang terselip di pinggang Jhose menembak kamera cctv di dalam lift.
"Aku mulai pintar kan?!."
Jen meniup revolver mendekat pada Jhose meraih pinggang nya menyelipkan kembali revolver di sana.
"Bukan hanya Mia, Aku juga ingin menikah dengan mu Jhose."
Mendongak menatap Jhose dengan tangan Jen sambil bergerak menyelipkan revolver di pinggan Jhose perlahan.
Sial!!
Apa yang kau lakukan !!
Umpat Jhose dalam hati. Sambil memalingkan
wajah menahan diri.
"Hentikan Jen.". Lirih Jhose ketika tangan Jen mulai mengalungkan di leher nya sambil menjinjit mendekatkan wajah nya.
Wajah Jen semakin mendekat, namun Jhose tetap di posisi semula memalingkan wajah.
Wajah Jen semakin mendekat, Mengusap pipi Jhose dengan lembut.
Tiba tiba..
Ting..
Pintu lift terbuka,
Kenapa Sudah terbuka!.
Kesal Jen dalam hati.
Namun seketika Jen langsung membuat pintu lift tertutup kembali, menoleh pada Jhose yang masih diposisi semula.
"Kau ini benar benar ya?!."
Muach,!!
Jhose terkesiap ketika Jen mencium bibir nya.
"Aku mencintaimu."
lirih Jen kemudian melesat keluar dari dalam lift menuju kamar nya, sempat menoleh ke belakang sebelum pintu lift tertutup kembali.
Sedangkan Jhose sedikit menarik ujung bibir nya samar.
-
.
-Next