
Janji pernikahan telah terucap, cincin pernikahan pun telah tersemat di jari manis Mike dan Mia, tiba saat nya berdansa di ikuti para tamu yang hadir.
Mike menikmati moment ini dan benar benar bahagia.
"Mulai malam ini kau adalah istri ku."
"Mulai malam ini kau milik ku, jangan pernah ada wanita wanita Menjijikkan yang datang pada mu ya!"
Mia mengalungkan tangannya di leher dengan tangan Mike berada di pinggang.
"Apakah itu ancaman?!."
Mike menyeringai.
"Iya, kurasa."
Mike tergelak, "Baik lah, Tuan putri."
"Tapi aku ingin segera membawamu ke kamar dan kau habis malam ini."
Berbisik di telinga.
"Apa sih!."
Memukul dada Mike.
Pasangan suami istri itu sedang sangat bahagia.
Sedangkan Jhose dibuat sibuk malam ini, Setelah pertengkaran nya dengan Jen di dalam lift Ia harus menghilangkan jejak dari rekaman cctv itu.
Ia juga memasang beberapa kamera super kecil yang Ia sembunyikan di tiap tiap vas bunga, meja bar hingga Krah salah satu pelayan yang melayani para pemimpin dari masing masing Klan anggota Mafia.
Malam semakin larut, Mike menuju lantai dua membawa Mia meletakkan tangan di pinggang Mia menandakan Mia adalah milik nya.
Mia telah mengganti gaun nya dengan dress panjang berwarna hitam terlihat gemerlap jika terkena sorotan lampu,
Dress yang melekat memperlihatkan lekuk tubuh nya dengan belahan dress yang memanjang hingga mengekspose paha dan terbuka di bagian punggung yang memperlihatkan betapa mulus nya tubuh indah nya itu.
Belahan dada terlihat indah begitu padat menonjol membuat pria yang menatap menelan silva.
Dipadu high heals yang senada dengan gaun itu.
Rambut bergelombang nya terurai semakin memukau yang melihatnya.
Sial!! Wanita itu cantik sekali.
umpat salah satu pria disana
Sorot mata tajam Sam mengintimidasi semua orang disana.
Namun entah kenapa sedikitpun Sam tidak mencurigai Jhose dan apa yang Ia lakukan.
***
Di dalam Kamar Jen.
Jhose menggeser tubuhnya perlahan, tidak ingin membangunkan Jen yang tidur sambil memeluk tubuh nya tanpa melepaskan dress yang Ia kenakan.
Tidak terjadi apapun di dalam kamar, Jhose hanya memeluk Jen hingga Ia memejam.
Meskipun tidak bisa di pungkiri naruri nya sebagai lelaki dewasa dan normal tidak mungkin untuk nya tidak bergetar ketika tadi Jen mendorong nya ambruk keatas ranjang.
"Kau belum mengajak ku berkencan kan?!
Kau tidak ingin melakukan nya malam ini,?."
Apa aku sudah gila, menawarkan diri?
"Kau sudah gila Jen?! Kau mabuk,!."
Jen tiba tiba menind*h tubuh Jhose tidak mengidahkan penolakan Jhose Ia justru ******* bibir pria yang aberada di bawah tubuh nya.
"Jhose, buatlah kenangan sebelum kau pergi. Aku tahu sebentar lagi kau akan pergi setelah misi mu selesai disini."
"Tidurlah Jen, Jangan berbuat yang tidak masuk akal."
Membalik kan tubuh Jen turun dari atas tubuh nya. Jhose sungguh harus menahan diri kali ini.
Menahan sesuatu yang sial nya di bawah sana merespon cepat.
"Kau akan pergi Jhose, Kau akan meninggalkan aku."
Jen menenggelamkan wajah nya di dada Jhose, tubuh nya bergetar menahan tangis.
Benar, air mata Jen membasahi kemeja Jhose yang setengah terbuka karena Jen lah yang melepaskan kancing nya tadi.
"Aku ingin kau meninggalkan kenangan untuk ku yang akan aku ingat kaulah yang pertama untuk ku. Ciuman pertama hingga hal hal yang pertama lain nya."
"Jen, Mengerti lah.Aku juga akan berusaha membawamu keluar dari sini dengan mendapatkan izin dari paman mu."
"Omong kosong, itu mustahil?!."
Jen memukul dada Jhose.
"Tapi aku akan berusaha, bersabarlah."
Jhose menjarak kan tubuh nya mengusap air mata Jen.
"Kecuali jika kau membuat aku mengandung anak mu."
Menatap Jhose Lekat.
"Kau sudah gila!."
Menarik tubuh Jen kedalam dekapannya.
"Tidurlah "
"Jhose..,"
Jen mendekatkan wajah nya menyentuh bibir Jhose dengan bibir nya.
menyesap membelikan lidah hingga waktu yang cukup lama
,"Good night Jhose, Aku mencintai mu."
Lirih Jen menenggelamkan wajahnya di dada Jhose dengan menjadi kan lengan Jhose sebagai bantal.
Hingga Jen pun terlelap.
Jhose merapikan pakaian nya mengenakan Jas nya keluar kembali ke pesta menggunakan lift , menuju Mike dan para anggota organisasi itu.
Mike duduk di sofa dengan Mia yang ia raih berasa di pangkuan nya.
"Ini istri ku Mia."
ujar Mike sambil meraih wine yang ada di tangan Mia kemudian menyesap nya.
"Kau dilarang minum sayang, bagaimana jika ada dia tumbuh di perut mu "
Meraih tangan lembut Mia dan mengecup nya.
Rekan Mike saling pandang.
Ternyata Mike benar benar mencintai nya*
Gumam salah satu anggota organisasi itu.
"Selamat bos, kami ikut bahagia bersama mu."
Mengangkat gelas wine kemudian diikuti rekan yang lain semua nya pun bersulang.
"Selamat bos!."
Menyesap wine kemudian.
"Ada yang aku ingin katakan pada kalian semua, Mulai malam ini aku mengundurkan diri dan keluar dari organisasi."
"Apa?!."
Para pemimpin Klan mafia itu tersentak tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
Uhuk..uhuk..
Bahkan diantara mereka ada yang tersendak minuman.
"Apa yang kau katakan bos,?! kau salah makan?."
balas rekan yang lain
"Aku ingin hidup normal bersama istri ku. Memiliki banyak anak dan hidup bahagia. Tidak kah kalian lelah dengan ini semua? "
Mike memutar gelas wine dan menyesap nya kembali, meletakkan gelas itu ketika telah habis.
"Aku serahkan kepemimpinan pada kalian semua, mulai malam ini aku resmi mengundurkan diri."
Mia bangkit dari pangkuan Mike kemudian Mike bangkit dan Berlalu membawa istri nya pergi.
" Nikmati malam ini, Sam akan mengaturnya ."
Ujar Mike sebelum berlalu pergi meninggalkan rekan nya menuju kamar utama.
Pintu kamar terbuka, aroma maskulin semerbak memenuhi ruangan.
"Ini kamar mu, kamar kita."
Mike merentangkan tangan dan Mia pun menghambur memeluk.
nya.
"I love you Mike,"
Mike mengecup dahi Mia, mulai turun ke bawah menuju kedua pipi hingga menempel kan bibir disana.
Berciuman dengan bibir bertaut sempurna, tangan Mike mulai menjelajah menahan pinggang Mia menurunkan resleting menanggalkan dress membiarkan dress itu terjatuh di lantai.
Bibir keduanya saling bertaut dengan tangan Mike yang mulai meraja Lela
Merema**si bukit indah itu, menyentuh kedua nya.
Mia menikmati setiap sentuhan Mike dengan suara suara laknat mendominasi ruangan.
Mike mulai membaringkan Mia di atas ranjang king size itu mulai menjelajahi setiap lekuk dengan lidah nya.
Mulai dari telinga hingga leher jenjang nya menuju dua bukit indah pun menyesap dengan Lid*h menciptakan tanda tanda.
"Mike...Ah...!!"
Suara suara mengudara meskipun telah berusaha Mia menahan nya.
De..sa..ha..n terus mengudara ketika lidah itu telah sampai pada inti di be..la .Han paha nya memainkan inti disana.
Seluruh tubuh Mia teraliri rasa nikmat mendominasi. kegilaan macam apa ini, sungguh rasa itu membuat nya tidak mampu menahan sesuatu yang ingin segera memenuhi inti nya.
Mia menarik Mike dan membantu menanggalkan pakaiannya menuntun milik Mike yang telah menegang untuk memasuki milik nya menyeruak kedalam sana.
"Mike..no..."
"Aaa...hhhh...."
Suara suara yang memenuhi ruangan beriringan dengan setiap hentakan yang mereka ciptakan.
Rasa nikmat yang mendominasi memicu semakin panas nya pergulatan di atas ranjang king size itu.
Mike terus memompa hingga Mia berkali kali mencapai puncak nya, pun Ahir nya Mike meledak menekan kan milik nya kedalam sana berharap secepat nya ada yang tumbuh di rahim wanita yang sangat Ia cintai.
-
-
Next