
Malam telah larut. Tanda tanya kehidupan telah menghilang. Hanya penjaga yang bertugas dimalam hari yang masih siaga dengan Laras panjang berasa di genggaman.
Mia masih tersenyum senyum sendiri sambil memeluk bantal. Hati nya sedang berbunga bunga. Tentu karena lamaran tiba tiba dari Mike membuat nya tidak bisa tidur.
Ketika tadi Mike memanggil seluruh penghuni Mansion untuk berkumpul di rumah utama. Tidak terkecuali para pelayan.
Mike meraih tangan Mia, membawa nya menaiki beberapa anak tangga agar terlihat semua orang disana.
Mike merendah kan tubuh nya. Mengeluarkan cincin dari kantong jas nya.
"Mia, Wil you marry me?."
Mia, menutup mulut nya seakan tidak percaya.
Secepat itu menetralkan diri dan mengangguk dengan pasti.
Hingga cincin itu tersemat di jari manis nya. Disambut tepuk tangan bahagia dari seluruh penghuni Mansion.
Hingga Jen pun menitikkan air mata penuh haru.
Mia menutupi wajah nya dengan bantal jika mengingat kejadian yang masih membekas di ingatan.
Ciuman dan bla..bla..bla..
"Dasar mesum, itu saja yang muncul di dalam otak."
Hehehe
Ponsel Mia berdering.
Secepat kilat Ia mengangkat nya ketika nama itu muncul disana.
" My boss"
Mike, menelpon malam malam begini,?
"Ya?."
"Kau belum tidur."
terdengar suara Mike di dalam ponsel nya.
Bagaimana aku menjawab nya
"Anda juga belum tidur tuan?."
Balik bertanya untuk menetralkan suasana.
"Itu karena aku merindukan dirimu."
"Apa?!."
Kenapa berterus terang sekali.
"Naik lah Mia, Gunakan lift khusus itu."
Tut..Tut..
"Tuan, tunggu?!."
Aa Kenapa dimatikan sih! Harus nya aku kan menolak.
Mia meraih Blazer untuk menutupi lingerie yang melekat di tubuh se..xy nya.
Kulit lembut exotic dengan dada besar menonjol terbalut lingerie warna merah membuat nya semakin mempesona.
Itu sebab nya Ia tutupi dengan Blazers warna hitam agar tidak begitu terlihat menggoda.
Mia melangkah keluar dari kamar nya.
Dengan ponsel Ia genggam kemudian memasuk kan nya kedalam kantong blazer.
Mia menekan tombol lift khusus yang hanya Mike dan bodyguard paling setia nya yang selalu menggunakan.
Pintu lift terbuka, Mia pun masuk kedalam dan pintu lift tertutup kembali.
Mia terkesiap ketika tiba tiba ada yang mendekap nya perlahan.
Mia tidak berteriak karena aroma itu telah Ia hafal bahkan menjadi candu tersendiri untuk nya.
"Tuan,"
Lirih Mia.
"Aku bukan lagi tuan mu. Tapi aku tunangan mu, calon suami mu. Kita akan menikah."
"Tapi aku belum mendapat restu dari ibu."
"Kita akan mendapatkan itu Minggu depan. Mia akan ke El Salvador."
Berkata sambil mengecup bahu Mia.
"Aku juga akan menepati janjiku, jika aku menikah dengan orang yang aku cintai, aku akan tinggalkan dunia hitam ini dan hidup normal bersama keluarga ku."
Manis nya
"Mengapa lift nya tidak bergerak sejak tadi."
Mia bingung sendiri.
Mike bergedik.Masih dengan posisi semula, mendekap Mia dari belakang.
"Apa kau yang menghentikan nya,?."
Mia berbalik menatap Mike
Alih alih menjawab, Mike malah menyentuh dagu Mia mendekatkan wajah nya. Dengan tangan kiri berada di pinggang Mia.
Hingga kedua bibir saling bertemu.
Berciuman hingga waktu yang cukup lama.
Meresapi cinta yang sedang berbunga di hati kedua nya.
Lidah Mike dan Mia saling membelit.
Hingga tubuh Mia Ia himpit kan di dinding.
Tangan Mike mulai me..Ra..ba dada besar yang tertutup lingerie.
Mia melepaskan tautan bibir nya.
Meraih tangan Mike yang masih berada di dada nya.
"Ini sudah malam, tidur lah."
Mia mengusap rambut Mike yang sedikit basah seperti nya Ia baru saja selesai mandi.
Mike mengangguk.
Mengecup dahi Mia.
Lift kembali normal, terbuka saat sampai di lantai dua.
"Selamat malam Mia"
Mike melambai dengan senyum yang cerah keluar hendak menuju kamar nya.
Meraih handle pintu dan membuka nya.
"Tunggu."
Mike terkesiap ketika Mia menahan pintu kamar nya untuk tertutup.
"Ada apa Mia, aku kira kau telah kembali ke kamar mu."
"Seenak nya saja kau menyuruh tunangan mu untuk tidur sendiri!. Setelah apa yang tadi kau lakukan pada ku di dalam lift."
Berkata sambil masuk kedalam kamar. Menutup pintu dan mengunci nya dengan tangan Mia sendiri.
"Tidurlah, Jika memang kau tidak ingin untuk melanjut kan."
Berkata sambil mendorong Mike membentur dinding.
Mia menanggalkan blazer nya hingga terjatuh dilantai. Menyisakan lingerie merah yang menutupi tubuh se..xy nya. Melangkah mendekati Mike yang sedikit memalingkan wajah nya.
Mia mengalungkan tangan nya di leher Mike meski sedikit menjinjit karena tubuh Mike yang tinggi tegap sempurna.
"I love you."
Lirih Mia sambil menatap Mike dengan tatapan yang dalam.
"Mia,"
Mike mendekatkan wajah nya, kembali mencium bibir Mia. Menautkan bibir kedua nya hingga terjadi ciuman yang cukup lama.
Ciuman semakin menggebu, saat seluruh penghuni Mansion terlelap dibawah alam bawah sadar mereka. Terus bertaut hingga lidah membelit sempurna.
Tangan Mike mulai menarik tali lingerie di belakang punggung Mia. Membelai lembut menanggalkan lingerie yang melekat di tubuh Mia. Menyisakan dalaman merah yang masih melekat sempurna.
Lidah Mike mulai bermain di telinga hingga lekuk leher disana. Tangan kekar itu mulai me..re..mas bukit keny..Al yang masih terbalut penutup nya.
"Tuan."
De..sa..Han mulai mendayu di telinga. Membuat Mike semakin menggila, melepas cup itu dan melempar kesembarang arah.
Mike Memeluk Mia sambil mengangkat tubuh nya, mem..ba..ring kan diatas ranjang.
Mike melanjutkan aksi nya.
Me..nin..dih Mia, me..re..mas bukit keny..Al yang menonjol sempurna.
Men..ji..la..t PU..Ting itu dengan lidah nya.
Menye..sap disana.
Dengan tangan kiri me..re..mas bukit di sebelah nya dan tangan kanan bergerilya menuju inti dibawah sana.
"Aa..hhhh.."
De..sa..Han demi de..sa...Han menggema di dalam ruangan.
Dengan tangan Mia yang terus meremas seprey saat lidah itu bermain di bawah sana.
Lidah itu menggelitik inti dibawah sana.
"Aa...hhhh"
Terasa begitu aneh karena ini baru pertama kali untuk Mia.
Nik..ma..t dan hangat bercampur efek geli dan malu menyeruak menjadi satu.
Mike mulai menanggalkan pakaiannya.
Me..nin..dih Mia dan mulai mengenalkan milik nya pada inti Mia dibawah sana.
Ge..se..kan aneh yang membuat Mia semakin menggila, men..de..sah dan berkali kali menggigit bibir bawah nya.
Mike mulai membenamkan milik nya.
Rin..ti..Han perih mulai terdengar ditelinga.
Mia menjerit kecil saat Mike menerobos masuk kedalam sana.
Mike memompa dengan lembut Hingga efek perih berubah menjadi sesuatu yang membuat Mia terlena. Pom..paan demi pom.pa an membuat keduanya men..de..sah nikmat.
"aa..hhh No."
Mike mempercepat ritme nya hingga Mia mencapai ledaka. sempurna.
Mike pun meledak setelah Mia mengeluarkan ke..ha..nga..Tan yang kedua kali nya.
*****
Pagi ini seluruh bodyguard bersiap dengan stelan jas hitam melekat sebagai seragam keprofesionalan mereka.
Bergerak sesuai koordinasi. Berbaris menunggu big boss di rumah utama.
Jen melangkah keluar dari kamar nya. Dengan stelan warna putih kebanggaan nya. Meski profesinya hanya sebagai perawat relawan di Rumah sakit. Namun dia bahagia bisa menolong sesama. Bukan uang yang Jen cari.
Uang bisa dengan mudah Ia dapatkan. Jiwa sosial nya memang bangkit dari dasar lupuk hati. Menggugah raga bersemangat menyongsong mentari.
Jen menuruni tangga. Terus melangkah disambut membungkuk dari para bodyguard.
Mata Jen hanya tertuju pada satu orang.
Siapa lagi kalau bukan Jhose. Yang ikut membungkuk bersama bodyguard yang lain.
Sedih sekali jika melihatmu dan hanya berpura pura tidak mengenal mu.
Jen masuk kedalam mobil. Mobil dengan merk sejuta umat untuk menutupi identitas yang sesungguhnya. Menutupi begitu mewah nya kehidupan yang sebenar nya.
Jen melaju kan mobil nya keluar dari gerbang Mansion. Terus melaju hingga menjauh.
Cit..
Mobil berdecit di jauh dari Mansion.
Jen mengetik pesan.
"Kau akan ke markas bukan?. Berhati hati lah."
-
Next ya kawan..