
H-22 : ASSASSIN
By Ucu Irna Marhamah
Sinar bulan merah yang redup menerangi bumi yang gelap. Awan hitam bersatu menghalangi bulan.
Petir menyambar di langit membelah kesunyian malam. Perlahan rintikan hujan mulai turun membasahi tanah menimbulkan aroma yang khas.
Tak berselang lama, hujan berhenti.
"Tanggal 22... siapa selanjutnya?"
👓👓👓