The Police

The Police
Chapter 21



Suriah


Mia mengikuti Mike dan bodyguard yang melangkah memasuki mansion.


Disambut sedikit membungkuk dari para bodyguard yang berjaga disana.


Mata mereka tertuju pada Mia, wanita cantik yang Mike bawa kedalam mansion nya.


Mereka saling lirik ketika Mike telah berlalu menuju ke dalam.


Tidak pernah tuan Mike membawa seorang pun wanita kedalam mansion ini. Siapa dia,?


Para bodyguard bergumam dalam hati sambil menatap Mike yang baru saja masuk ke dalam.


"Dimana Jen?."


Mike melirik pada pelayan yang menyambut nya dengan sedikit membungkuk disana.


"Nona Jen sedang tidur dikamar nya tuan."


Pelayan membungkuk lagi kemudian mundur kebelakang.


"Jen!"


Pekik Mike menggema memenuhi ruangan.


"Jen kau tidak ingin menyambut paman mu,,?"


Jen duduk di depan meja rias nya memandang foto Jhose yang baru ia dapat entah dari mana asal nya.


"Aku merindukan mu Jhos."


Senyum senyum sendiri mengingat bibir nya mendarat di pipi Jhose kala itu.


"Baru kali ini aku berani terhadap seorang pria."


"Aa.. Jhose, aku rindu. Apa kau juga merindukan ku?."


"Eh?."


Lamunan Jen buyar saat nama nya dipanggil oleh suara yang Ia sangat kenal itu siapa.


"Paman Mike?!."


Jen bergegas membuka pintu kamar.


",Paman Mike"


Pekik Jen membuat orang orang di lantai satu menoleh ke arah nya. kemudian Jen menuruni tangga menghambur memeluk Mike disana.


"Aku merindukan mu paman."


"Aku juga. Kau sungguh merindukan ku? Tapi aku tidak yakin kau merindukanku Jen."


Mengusap rambut Jen disana.


Jen melepas pelukannya, hanya tersenyum memperlihatkan gigi giginya.


"Mengapa Paman tidak memberi tahu jika pulang hari ini?."


"Kau menikmati kebebasan mu. hm?."


Alih alih menjawab, malah balik bertanya sambil mencubit hidung Jen.


Jen mengangguk meng iya kan.


"Banyak tempat yang aku kunjungi."


"Apa begitu menyenangkan? Kau terlihat senang sekali."


Mike mengusap rambut Jen.


Mia menghagat melihat apa yang ada di hadapannya. Mafia kejam ternyata bisa bersikap sangat lembut. Dan itu Ia lihat langsung Dihadapan nya sedang tersenyum manis pada keponakan nya itu.


Jen terkesiap ketika mata nya menangkap sosok wanita cantik berdiri di samping bodyguard.


Hi, siapa dia?


"Hay, Kau datang bersama paman?Kau calon bibi ku kan? Seperti nya kita seumuran. Kau cantik sekali. Oh ya nama ku Jen. Aku sangat senang akhirnya paman membawa calon bibi ku kemari.."


Terus berbicara tanpa jeda membuat Mia kesulitan menjawab.


Hingga Jen mengulurkan tangannya pada Mia.


"Tidak, bukan, maksud ku,"


Bagai mana menjelaskan nya..


Mia kebingungan sambil menjabat tangan Jen dihadapan nya.


"Kau benar Jen, dia calon bibi mu. Nama nya Mia. Maka bersikap lah baik pada nya."


Mike mencium kepala Jen sambil melirik Mia yang membelalak sempurna.


kau ini bicara apa tuan,?!


"Paman dan bibi mu mau istirahat Jen. Kita akan bertemu saat makan malam."


Seringai kemenangan teruntas di bibir Mike yang melirik Mia tampak sangat kesal.


"Ayo Mia, kita ke kamar."


"Apa,!!."


Berkata sambil merangkul Mia yang terus mengumpat Mengutuki Mike dalam hati. Mike membawa nya menaiki anak tangga menuju kamar nya.


"Syukurlah, akhirnya."


Jen menatap Mike dan Mia yang berlalu menaiki tangga menghilang dibalik pintu.


"Bagaimana mereka bertemu Sam, Cerita kan pada ku."


***


Di dalam kamar.


"Apa maksud anda tuan Mike,?!."


Mia melepaskan rangkulan dari Mike.


Menyandarkan tubuhnya di sofa menyilang kan kaki disana.


Dasar sialan! Kau selalu menggunakan kekuasaan mu,!


"Kau sudah mengerti sekarang?"


Menatap lekat Mia, membuatnya berpaling.


Mike mengulas senyum samar.


Kau manis sekali.


"Baik lah aku ingin mandi."


Mike berlalu dari sana menuju depan pintu kamar mandi. Mia hanya diam kesal tidak beranjak dari tempat sebelumnya.


Apa peduliku!


"Apa kau tidak dengar!"


Mike masih berdiri di depan pintu.


Dasar menyebalkan! Apa peduliku jika kau mau mandi, mandi saja sana!!.


Mia mendekati Mike, membuka pintu kemudian masuk kedalam kamar mandi. Mengisi buthub dengan air hangat dan menuangkan aroma terapi disana.


Mike menanggalkan pakaiannya satu persatu.


Mengekspose tubuh kekar nya, Dengan hanya ce..la..na dalam melekat di tubuh nya.


Glek!


Mia menelan Silva, Segera melengos memaingkan wajah nya.


Tubuhnya kekar


Aa..Sialan!!!


Wajah Mia semakin memerah Ketika Mike telah polos tanpa sehelai benang pun kemudian masuk ke dalam bathtub.


"Pijat kepala ku Mia"


"Eh?"


Mia bergetar ketika nama nya disebut dengan lembut.Dan bodoh nya Mia secepat kilat mengambil shampo, merendah kan tubuh nya di belakang bathtub sambil memijat kepala Mike dengan lembut pula.


"Mia."


Deg..


Hai Mia kondisikan hati mu!


Mia berteriak di dalam hati. Dada nya berdebar tapi mulut nya pun tetap refleks menyahut.


"Ya Tuan."


Berkata sambil terus memijat kepala.


Mike tidak melanjutkan ucapannya, Mia pun diam sambil meraih shower membilas kepala Mike.


"Eh?"


Mia terkesiap ketika Mike Menyentuh lembut tangan nya.


Mendongak melihat wajah nya.


Mike menatap Mia lekat. Tatapan sendu terlihat. Rasa nya Mia terenyuh, Entah reflek apa, Mia mendekatkan wajah nya. Dada nya berdebar. Saat wajah nya semakin dekat dengan Mike. Mia memiringkan kepalanya. Mike merubah posisi menghadap Mia.


Wajah mereka semakin dekat.


Dan terjadilah di dalam kamar mandi yang hanya ada mereka berdua. Bibir mereka menyatu dengan lembut, Ciuman hangat terjadi di sana. Kali ini Mike dan Mia sama sama sadar. Tanpa pengaruh alkohol. Tidak pula karena terpaksa mereka melakukan itu.


Ada cinta disana. di hati Mike yang telah membeku hingga sedikit demi sedikit mencair.


Mia melepaskan tautan bibir nya.


Rasa nya ingin menangis, tidak ada pengaruh alkohol disini. Kau sadar begitupun dengan ku.


Apa kau melakukan nya pada setiap wanita?


Tapi mengapa aku begitu menikmati nya. Bagaimana jika aku serakah ingin memilki mu tuan.


Mike Menyentuh lembut pipi Mia. Mengulas senyum untuk Mia.


Hati Mia benar benar berdebar. Ia mendekatkan diri nya. Memiringkan wajahnya lagi hingga bibir mereka kembali menyatu.


Semakin dalam pula ciuman disana, hingga beberapa kali Mia melepaskan nya dan menyatukan bibir nya lagi.Seperti enggan untuk berakhir dan enggan untuk melepaskan.


***


"Hahaha"


Jen tergelak mendengar Sam bercerita tentang Mike dan Mia. Semua rinci sesuai yang Ia ketahui Tan terlewat sedikitpun.


"Mengapa anda tertawa nona."


"Kau tahu Sam, Paman ku jatuh cinta. Dia menyukainya. Aku yakin."


Berbicara kemudian melesap juice yang baru saja pelayan antar kan.


"Saya Juga berfikir begitu,"


Bodyguard mengangguk. Tapi tuan Mike masih enggan mengakui nya.


"Mike dan Mia. Manis nya.."


Senyum senyum sendiri.


jadi teringat Jhose kan.


JHose dan Jeniver.


Aa.. Manis nya...


Mohon Dukungan nya kawan...