
Doooooooorrrrrrrr!!
"Jeeennn!!"
Pekik Mike saat melihat mobil Jen dihujadi amunisi.
"Aku takut..!!"
Olive menjerit histeris.
"Tenang lah Oliv, aku akan menyelamatkan mu."
Jen terus menginjak pedal gas melesatkan mobil nya di jalanan lurus dikelilingi lautan Padang pasir.
Sedikit bernafas lega saat terlihat dari kaca spion mobil Mike datang menyelamatkan.
"Kendalikan mobil nya!"
Pekik Jhose yang kemudian melompat keluar dari mobil sambil menem.bak mobil hitam dihadapan nya.
"Dorr!! Dorr!!"
Tepat sasaran, tangki minyak bocor.
Mereka tidak menyadari hingga membuat mobil berputar arah melaju hendak menabrak Jhose.
Jhose melangkah santai sedikit menarik ujung bibir nya. "Sampai jumpa di surga baby."
Jhose melesatkan amunisi saat mobil itu tepat di belakang nya hendak menabrak
"Doorr!!,"
mobil meledak terhembas degan api menguap berikut gumpalan asap yang mengudara.
"Titipkan salam ku untuk bidadari, Brengs*k!!"
Seringai kemenangan muncul disana sambil meniup revolver yang baru mengeluarkan asap.
Dia juga ahli menembak.
Mike bergumam dalam hati.
Ah, entahlah aku sedikit mencurigai
"Ciiiittttttt..!!"
Mike berputar arah melajukan mobilnya menuju Jhose.
"Naik lah!."
Jhose masuk kedalam mobil, menurunkan kaca ketika mobil telah berada pada posisi semula, Mengejar mobil hitam di depan nya dengan Mike melajukan mobil nya ber kecepatan tinggi.
"Dorr!!"
"Dorr!!"
Jhose terus menem-baki mobil di depan nya hingga bakutembak tidak terelakkan.
Jhose berusaha menghindari tembakan dari lawan kemudian membalas serangan dari lawan nya.
"Dorr!!"
Prrrraaaaaang!!
"Mati kau sialan!!"
Kaca mobil didepan nya pecah. Terlihat seorang berstelan jas membidik mereka.
"Dorr!!"
Jhose menemb*k lengan pria itu,
"Lakukan mobil nya cepat!."
Mike pun mengikuti menginjak pedal gas hingga speedometer berada pada batas maksimal.
"Tabrak mereka!!"
Pekik Jhose.
"Apa?! Apa kau sudah gila!."
"TABRAK SEKARANG!!"
"Kau benar benar ingin mati!."
Mike mengikuti ide gila Jhose melaju dengan kecepatan maksimum menabrak mobil di depan nya hingga mobil itu berguling guling terhempas keluar dari aspal menuju Padang pasir.
Ciiiittttttt..!!
"Oh God,, Mobil kesayangan ku."
Mike menginjak rem secepat kilat Jhose membuka pintu.
Brrrraaakkk!
Membanting pintu sesaat kemudian melangkah mendekati mobil hitam yang terbalik dengan dua orang berusaha keluar dari dalam mobil.
Jhose menyeret pria yang baru keluar dari dalam mobil, tatapan tajam penuh amarah dengan tangan mengepal membuat nyali menciut siapapun lawan nya.
"Bugh!! Bughh!! Bugghh!!"
Hantam*n bertubi tubi mengenai wajah dan perut dua orang yang tidak berdaya itu tidak mampu lagi melawan.
"Brengs*k!! Siapa yang menyuruhmu"
"Bugh,!! Bugh!!."
"Ampun tuan."
Lirih nya terbata saat kaki Jhose menginj*k dada pria itu.
Dua pria itu pun berhasil di lumpuhkan, dengan wajah memar darah pun mengalir dari bibir nya. Jhose kemudian mengikat dan menyeret nya memasuk kan kedalam bagasi.
"Mau kau apakan mereka?. Sebaiknya langsung kau habisi si brengs*k itu."
Mike berkata sambil melajukan mobilnya menuju arah Jen yang telah menjauh disana.
"Aku masih membutuhkan nya."
Balas Jhose.
"Aku tau siapa pelaku nya."
Menatap Jhose kemudian menatap jalanan lagi.
'Dan aku tidak akan tinggal diam, jika siapapun menyakitkan Jen."
Jhose melirik Mike yang mencengkram kemudi.
"Aku takut."
"Kau sudah aman Oliv. Tidak akan ada lagi yang menyakiti mu sayang."
Jen mengusap usap kepala Olive, Olive pun mengangguk merasa lebih tenang dan mulai berhenti menangis.
"Berterimakasih lah kepada orang yang menyelamatkan kita."
Berkata sambil menepikan mobil nya kemudian melepas kan seat belt memeluk olive.
"Aku akan menjaga mu "
Olive mempererat pelukannya, Jen mengusap punggung Olive hingga Ia merasa lebih tenang pun tidak lama memejam.
Mike menepikan mobilnya, bergegas keluar mendekati mobil Jen kemudian membuka pintu
"Kau tidak apa apa Jen? Apa kau terluka? Bagian mana yang sakit?."
Jen keluar dari mobil . "Aku tidak apa apa. Terimakasih, Kau datang tepat waktu."
Jen memeluk Mike, Meringsut menggeser kepala nya menoleh pada Jhose yang berdiri di samping mobil itu.
"Aku takut."
Ucapan tanpa suara terlihat dari cara nya menatap Jhose.
Jhose mengangguk, Ia mengerti. "Maaf" batin Jhose, Ingin sekali Ia menggantikan posisi Mike memeluk Jen dan menenangkan nya, Pasti Jen sangat ketakutan tadi.
"Aku tidak akan memaafkan diri ku jika terjadi sesuatu pada mu.".
Ujar Mike mengusap rambut keponakan nya itu.
Tidak lama ponsel Mike berdering, Mike meraih ponsel yang ada di saku Jas nya, nama Sam muncul di layar ponsel nya.
"Tuan, biar aku yang mengantar nona Jen, anda bisa pergi ke markas dan memaksa mereka untuk buka mulut."
Jhose berkata sebelum Mike mengangkat ponselnya.
Mike menghela "Baiklah, aku mengandalkan mu. Jaga keponakan ku dengan baik, pastikan kau mengantar kan nya dengan selamat.."
Mike menepuk bahu Jhose kemudian.
"Baik tuan."
Jhose sedikit membungkuk disana.
"Siapa dia Jen?."
Mike melirik Olive yang tertidur di dalam mobil Jen.
Jen menceritakan semua tentang Olive pada Mike,dan memohon agar diizinkan tinggal bersama nya di mansion.
Mike menghela, "Aku akan putuskan mengizinkan atau tidak Setelah tau asal usulnya."
Mike berlalu setelah mengatakan itu masuk kedalam mobil nya menjauh dari sana.
"Jhose aku..."
"Sssstttt"
Jhose memeluk erat Jen, mendekapnya erat tubuh nya tidak memperdulikan mobil yang lalu lalang melewati mereka.
"Kita pulang ke mansion, tidak lama akan ada aparat kepolisian setempat untuk membereskan ini semua."
Jhose mengusap pipi Jen yang basah dengan tangan kekar nya.
"Hati hati nanti dia terbangun."
Berkata pada Jhose ketika Ia memindahkan olive di Jok belakang.
"Masuk lah."
Jen mengangguk pasrah, Jhose menutup pintu pun kembali ke tempat nya.
"Jhose"
Jhose menoleh kemudian menatap jalanan lagi.
"Aku mencintaimu, kau tau itu kan? Bawa aku pergi dari sini."
"Bodoh!."
"Apa sih,?! Berhenti mengatai ku begitu, Kau juga menyukai ku kan?!."
Jen meninggikan suara.
Jhose hanya diam, Ia terus melajukan mobil nya.
"Jawab, kenapa kau diam? Lalu kenapa kau ikut menyelamatkan aku, Jhose kau menyukai ku kan?!."
"Aku masih membutuhkan mu."
Jhose memejam sejenak, hati nya kelu membuka mata lagi semakin melajukan mobilnya.
"Kau Jahat Jhose! Kau membohongi dirimu sendiri!."
Jen memalingkan wajah nya menatap keluar, menyentuh kaca mobil. Seketika mengusap air mata yang menetes begitu saja.
Ciiiittttttt!!
Jhose menghentikan mobil nya tiba tiba-tiba.
Beruntung Olive tidak terbangun dan Jen terkesiap akan hal itu.
"Apa yang kau lakuka...."
Jhose menutup bibir Jen dengan bibir nya, membuat Jen membelalak sempurna.
Berusaha melepas Jhose namun Jhose menahan pinggang nya. ******* lembut bibir Jen pun Ahir nya Jen memejam membalas nya.
Ciuman terjadi beberapa saat mengaliri rasa cinta Jhose yang tidak Ia ungkap dengan kata kata. Tautan semakin dalam hingga beberapa mobil melewati mobil mereka yang masih menepi di sana, dibawah tamaram senja Jen mendapatkan ciuman pertama nya dari orang yang selalu Ia rindukan.
Jhose melepaskan ciumannya, mengusap bibir Jen yang basah tanpa sepatah kata.
"I love you Jhose."
Jhose menarik ujung bibir nya kembali melakukan mobil nya.
*love you too Jeniver!
-
-
Next*