
Mia melihat arloji yang melingkar di tangan nya, sambil melangkah keluar mansion melewati para penjaga.
"Anda mau kemana nona?."
"Aku bosan di dalam, hanya ingin keluar untuk melihat lihat."
Penjaga tetap tidak mau menyingkir.
"Biarkan aku keluar sebentar. Tuan Mike tidak ada, aku sangat bosan berada di dalam."
Penjaga tetap tidak bergeming dari tempatnya.
Sial..!!
Mia berbalik melangkah gontai menuju lantai dua.
tok...tok..
"Jen, apa aku boleh masuk?."
"Masuklah Mia."
Jen menyahut dari dalam.
Cklek
Pintu kamar Jen terbuka. Jen sedang sibuk dengan layar lipat nya.
"Kau sedang apa Jen."
Melangkah mendekati Jen.
"Menulis."
"Kau seorang penulis?."
Mia meninggikan alisnya.
"Hanya berbagi ilmu dari pandangan pribadi."
Jen bergedik.
"Jen, apa kau tidak pernah keluar tanpa pengawasan?."
Pertanyaan lolos begitu saja, apa lagi kalau bukan penasaran.
Jen menghela, Menuju ranjang kemudian duduk di sana.
"Pernah, 1bulan. Hanya 1 bulan. Ketika paman Mike pergi ke El Salvador dan kembali dengan membawa mu."
Mia manggut-manggut.
"Ada sesuatu?."
Jeni berkerut dahi.
"Apa tuan Mike tidak berpesan pada mu jika akan ada orang baru yang akan bekerja menjadi bodyguard disini?."
"em em"
Jen menggelengkan kepala.
"Dia teman dari sepupu ku. Namanya Lexy. Dia tampan lho."
Mia tersenyum menggoda Jen.
"Aku tidak tertarik."
***
Jhose dijemput oleh seorang sopir.
"Hati hati, pergerakan mu jangan sampai mencolok. Jangan bawa namaku jika kau ketahuan. Karena Aku tidak bisa menolong mu jika sesuatu yang buruk terjadi bahkan jika kau tewas ditangan mereka."
Memperingatkan Jhose sepanjang perjalanan.
Mobil terus melaju membawa Jhose memasuki gerbang tinggi sebuah mansion dengan dua penjaga di depan pintu utama.
Ah, sial!! itu kan penjaga yang pernah melihatku saat menyusup kemari.
Penjaga saling pandang saat melihat wajah Jhose. Memperhatikan stelan jas hitam yang melekat di tubuh tinggi tegap itu.
Seperti nya aku pernah melihat nya, tapi dimana ya.
Penjaga bergumam dalam hati.
"Kau bodyguard yang baru?."
"Benar."
Jhose sedikit membungkuk, kemudian kembali ke posisi nya.
"Berikan tanda pengenal mu."
Jhose memberikan tanda pengenal mengeluarkan dari kantong jas nya.
"Lexy"
penjaga tiba tiba menghan..tam Jhose. Namun Jhose menangkap tangan itu dan..
Krek..
Meremas tangan penjaga.
Aaaa....
Pekik penjaga kesakitan. Jhose pun melepaskan nya.
"Aku hanya mengetes mu. Kenapa kau serius sekali."
Masih meringis kesakitan.
Mobil Limousine terparkir sempurna di depan pintu utama. Sam, Bodyguard paling setia membukakan pintu mobil.
"Silahkan tuan."
Disambut membungkuk dari para penjaga dan bodyguard disana. Tidak terkecuali Jhose pun melakukan hal yang sama.
"Kau pengawal ku yang baru?."
Mike berhenti di depan Jhose yang masih membungkuk.
Jhose menegak kan tubuh nya.
"Benar tuan."
"Jangan pernah berhianat."
Ucapan datar seperti mengancam terlihat dari lirikan tajam Mike. Membuat Jhose sedikit membungkuk tanda dia mengerti
"Jen?!."
Pekik Mike, yang memang selalu begitu ketika Ia datang.
"Paman Mike datang, ayo Mia"
Jen meraih tangan Mia keluar dari kamar. Bergegas menuruni anak tangga menyambut Mike dengan senyum yang sempurna.
"Kalian tidak menyambut kedatangan ku. Hm?."
Mia berkerut dahi.
Mengikuti langkah Mike yang mengendurkan dasi nya merebahkan diri di sofa.
Sedangkan Sam menuju ke belakang entah apa yang akan Ia lakukan.
Jen masih membelalak sempurna menatap Jhose yang berdiri tegap di sana
Sesekali mengucek ucek mata nya tidak percaya.
Dia pasti ingin menata matai keluarga ku
"Paman, apa dia bodyguard mu yang baru?."
Mike mengangguk.
"Ada apa? Tidak biasanya kau perduli dengan hal hal seperti ini."
"Tidak ada. Hanya bertanya saja "
Jen menggelengkan kepala.
"Masuklah ke kamar mu Jen. Aku akan memanggil mu ketika makan malam."
"Baik lah,"
Jen bergedik kemudian berlalu dari sana. Menaiki tangga sambil mengulas senyum samar melirik Jhose yang berdiri dengan sikap Sempurna.
"Mengapa anda mengusir Jen?."
Berkata sambil membantu Mike melepaskan jas nya.
"Cuaca panas sekali, aku ingin berenang."
Mike bangkit dari duduknya, kemudian berlalu diikuti Mia di belakang nya.
Sedangkan Sam memang telah berdiri tegap sempat di depan kulam renang.
Mike menanggalkan pakaian nya, menyisakan dalaman yang melekat disana.
Mia memalingkan wajahnya karena malu.
"Lihat, wajahmu me merah Mia. Kau sudah sering melihatku begini kan?! Kenapa masih malu."
Meraih pinggang Mia kemudian mencium pipi nya.
Byuuuurrrr...!!
Mike meluncur kedalam air.
Sedangkan Mia menunggu di pinggir kolam renang dengan kaki Ia masukkan kedalam air. Menggoyang goyangkan kaki sambil melihat Mike.
Pelayan datang membawa minuman untuk mereka berdua, sambil meletakkan bathrobe disana.
"Kemarilah Mia."
"Tidak tuan. Aku disini saja menunggu anda.,"
Mike datang menghampiri. Mengibaskan tangan agar seluruh pelayan dan bodyguard pergi.
Eh..!!Kenapa kau mengusir mereka
Grep.
Tubuh Mia membeku saat tangan itu menyentuh pinggang nya. Semakin terenyuh saat Kepala Mike Ia jatuhkan di paha. Membuat rok nya menjadi basah.
Mike mengalungkan tangannya di pinggang Mia. Semakin nyaman dengan posisi nya.
"Mia"
Mike sekarang lebih sering menyebut nama ku.
"Ya."
Mengusap usap rambut Mike yang basah.
"Tetaplah bersamaku."
"Eh?."
"Berjanjilah satu hal, Kau tidak akan pernah meninggalkan aku."
Berkata sambil mendongak kan kepala menatap Mia.
Mia manggut-manggut, Air mata nya mengalir.
Apa itu artinya kau menyukai ku?
Mike menarik tangan Mia.
Byuuuurrrr..,!!
"Tuan, Lihat pakaian ku basah kan?."
Memukul dada Mike namun tidak sakit.
Mike tergelak, dan benar benar tertawa.
"Bersama mu, aku jadi menikmati banyak hal."
Menyelipkan rambut di telinga kemudian mendekatkan wajah nya.
"Tuan.."
Mia mengalungkan tangannya di leher Mike. Dengan tangan Mike berada di pinggang Mia.
Mike semakin mendekatkan wajah nya.
Hingga bibir mereka pun bertemu. Berciuman hingga waktu yang cukup lama, dibawah tamaram menjelang malam.
Ciuman semakin dalam hingga Mike memainkan lidah nya membelit disana.
Tangan Mike mulai bergerak nakal membuka kancing kemeja Mia, dan mulai mere..mas bukit keny..Al besar yang menonjol sempurna.
Nafas Mia semakin tidak beraturan saat lidah Mike mulai menjelajahi telinga hingga le.her jenjang disana.
Sedangkan tangan kanan Mike semakin tidak terkendali memasuki rok Mia, menyentuh pa..ha hingga di area paling sensitif yang terbalut penutup berenda.
Tangan Kiri Mike masih terus me..re..mas bukit keny..Al itu.
De..sa..Han mulai terdengar di telinga saat lidah Mike menyesap bukit keny..Al disana.
Ini baru pertama kali nya untuk Mia, Merasakan seperti ada jutaan kupu kupu yang siap menerbangkan ke langit cakrawala menciptakan efek tagih yang semakin menggila saat tangan Mike semakin tidak terkendali dibawah sana.
Mia me..re.mas rambut Mike, saat Lidah terus bermain di atas bukit keny..Al itu. Denan tangan kiri me..re..mas di sebelahnya.
Mia pun menumpahkan nya, rasa hangat dan lega keluar dari bawah sana membuat Mia menjadi sangat malu pada Mike.
Mike tergelak menenggelamkan kepala Mia kedalam dekapannya.
"Tidak apa apa sayang."
Mike mengecup kepala Mia.
Mike memanggil ku sayang? Apa aku tidak salah dengar,?!
next