
El Salvador.
Mia jadi berdebar jika melihat Mike meski hanya mendengar suara nya.
Bekas ciuman itu masih membekas di ingatan.
Apalagi saat tangan kekar itu menyentuh dada nya membuat nya seperti tersengat aliran listrik di dalam darahnya.
Mia menaiki tangga hendak membersihkan kamar Mike, Sekalian berpamitan karena Ibu nya telah sembuh dan siap bekerja kembali
Walaupun sebenarnya Mia tau jika Mike tidak akan perduli.
Hanya saja Mia ingin memiliki alasan untuk bicara dengan nya.
Dalam hati nya ingin berteriak mengapa kau mencium ku seenak nya.
Ya mungkin karena pengaruh alkohol.
Tidak mungkin kan jika tuan Mike menyukai ku.
Sejenak Mia lupa jika Ia hanya anak dari pelayan disini.
"Tuan, Apa saya boleh masuk?."
Seperti biasa tidak ada jawaban.
Tidak menjawab, berarti diizinkan.
Mia masuk kedalam kamar.Ada seseorang yang tersenyum di dalam kamar tanpa Mia sadari
Mia membelalak seketika berbalik melihat Mike bertelanj*ng dada. Dengan hanya handuk melilit di pinggang nya.
"Kau sudah pernah melihat ku begini, kenapa sekarang jadi berbalik."
Menggoda seenak nya membuat Mia kesal terdengar dari cara nya bernafas.
Rencana awal ingin berteriak pada Mike mengapa Dia mencium ku sesuka hati seperti nya tidak dilakukan karena nyali sudah menciut.
Mia memberanikan diri berbalik dan melakukan aktifitas nya membersihkan kamar Mike.
Mike memeriksa ponsel nya dengan duduk di atas ranjang. Sesekali melirik Mia yang fokus dengan pekerjaan nya.
Entah kenapa Mia membuat nya sedikit tertarik.
Bisa membuat Mike tersenyum yang bahkan sudah jarang sekali Ia lakukan.
"Tuan."
Mia mendekat.
Mike melirik Mia, tanda Mia diizinkan bicara.
"Ibu sudah sembuh dan bisa kembali bekerja. Mulai besok saya tidak lagi bekerja di sini.
Maaf kan kesalahan saya selama saya berkerja disini tuan."
Membungkuk berbalik kemudian hendak pergi dari hadapan Mike.
"Kau pikir kesalahan mu sudah bisa di maaf kan semudah itu?."
"Eh?!"
Mia tersentak ketika ada yang meraih tangan nya.Menahan agar tidak pergi.
Apa yang aku lakukan.
Mike Mengutuki dirinya. Namun hati nya tetap tidak ingin berpisah dengan wanita ini.
"Kau memiliki hutang pada ku"
"Apa?."
"Kau pernah menerjang ku di bathub kan,?. Karena itu Aku harus menghukum mu."
"Apa?!."
Mia berbalik.
"Kau harus jadi pelayan pribadi ku. Dan ikut aku ke Suriah."
"Apa?"
"Yang benar saja. Anda yang menarik saya waktu itu!."
Pekik Mia membela diri.
" Kau ini benar benar ya."
Mike menarik tangan Mia membuat Mia ambruk kearah Mike.
"Kau mau menggoda ku lagi. Aku bisa memperpanjang masa hukumannya."
"Maaf maaf." Mia bangun dan kembali ke posisi semula saat tersadar jika tangan nya Menyentuh bahu di sana.
Menggoda kepala mu! Dasar Sialan!
Dia mempesona.
Mike memejam berusaha menahan diri.
Mengutuki dirinya yang terpesona dengan gadis seusia Jen.
Hati nya berdebar saat bersama Mia, berbeda dengan saat bersama wanita wanita yang Ia kencani.
Mia berusaha melepaskan tangannya yang Mike genggam. Sedikit membungkuk berbalik untuk pergi.
"Kita berangkat siang ini."
Senyum kemenangan mengembang di wajah Mike.
"Baik tuan"
Menyentuh handle pintu keluar dari sana.
"Dasar sialan,!"
Menggerutu sambil menuruni tangga.
Menolak pun percuma karena pria menyebalkan itu bisa melakukan apa saja.
Bahkan bisa menghabisi keluarga nya tanpa sisa.
Glek.
Mia menelan Silva.
***
"Kemana dia?."
Mike melihat arloji sambil menuruni anak tangga.
Pakaian formal yang Ia kenakan menambah nilai ketampanan Mike disana. Meski usia nya telah matang Sempurna, namun Ia belum juga berfikir untuk menikah.
"Apa anda benar ingin membawa nya tuan?."
Bodyguard menyahut dari belakang punggung Mike.
Tidak ada jawaban dari lawan bicara, Mata Mike tertuju pada Mia yang menarik travel bag dengan mengenakan pakaian formal dan rok diatas lutut.
Rambut pirang dibuat bergelombang menambah aura kecantikan nya.
Celetuk Bodyguard sambil berlalu melewati Mike yang masih diam terpaku.
"Kau lama sekali."
Mike berlalu begitu saja menuju mobil.
Mia menarik nafas panjang. Ibu Mia mengantar sampai depan pintu. Mengulas senyum bahagia karena berhasil Mia bohongi.
Bohong?
Mia mengatakan pada Ibu nya jika Mike mengangkat nya menjadi asisten pribadi.
Itu mengapa Mia berpakaian formal hari ini untuk meyakinkan Ibu nya
Mia berpelukan dan melambai pada Ibu nya.
Juga melambai pada para pelayan sahabat nya.
"Masuklah nona."
Bodyguard membuka pintu belakang.
"Nona?."
Mia berkerut dahi.
"MASUK!."
Mike memekik.
Mia pun pasrah masuk kedalam mobil. Duduk di samping Mike sambil memajukan bibirnya.
Cih! Kejam sekali.
Mobil melesat menjauh dari Mansion, terus melesat menuju landasan pesawat pribadi milik Mike.
Mike menaiki pesawat diikuti Mia dan bodyguard.
Mike menuju kamar yang ada di dalam pesawat.
Sedangkan Mia duduk diam menyandar di sandaran.
Armada besi menerbangkan mereka meninggi mengudara.
"Nona Mia, Tuan memanggil anda."
"Aku?. Mau apa dia."
Mia melangkah menuju ke kamar tempat Mike berbaring.
"Kepala ku sakit."
Berkata sambil memejam.
"Biar saya ambilkan obat."
Ujar Mia.
"Bodoh!."
"Apa?"
"Tuan ingin anda memijat kepalanya nona."
Senyum samar tampak di bibir bodyguard.
"Ya?."
Memijat?! Orang ini pasti sudah gila!
Mia menghela, menuju kearah Mike melepas alas kaki dan naik ke atas ranjang.
Mia terperanjat ketika bodyguard menutup pintu kamar.
Mia mulai menyentuh kepala Mike dan memijat perlahan.
Ada debaran di hati kedua nya. Meski usia yang terpaut cukup jauh.
Kau memang tampan Mike.
Mike menikmati sentuhan tangan Mia di kepala nya. Kenangan tentang Ciuman kala itu terbuka kembali. Debaran di hati Mia semakin bertalu.
Saat memandang bibir Mike disana.
Sadar Mia! apa yang kau fikirkan!.
Mike membuka mata, Bangkit dari tidur nya.
"Ada apa tuan? Apa pijatan saya kurang nyaman?."
Mike tidak menjawab. Mata nya menatap Mia.
*Aku jadi ingin mencium mu lagi kan.
Glek*
Mike menelan Silva.
Keluar lah, aku sudah membaik.
Mia hendak beranjak dari sana.
"Eh?."
Tertegun saat tiba tiba tangan itu menyentuh kepala nya.
"Terimakasih."
Mia tersenyum. Hati nya tersentuh," Pria arogant yang di takuti banyak orang berterimakasih pada ku."
Gumam nya dalam hati.
Muach..!
Kecupan mendarat di dahi Mike.
"Selamat malam tuan."
Mia melompat dari ranjang keluar menutup pintu kemudian. Meninggalkan pria yang tersenyum samar sambil menyentuh dahi nya.
Sekejap ingatan saat dahi nya di kecup sang Ibu semasa kecil.
"Kau membuatku terpesona Mia."
Membenturkan kepala di sandaran nya.
Apa yang sudah aku lakukan?
Bergumam dan bersandar di balik pintu kamar.
"Kuharap ada cinta tumbuh di hati kalian."
Ujar bodyguard sambil melesap minuman yang baru saja pramugari berikan.
Armada besi menerbangkan mereka hingga sampai di Negara Suriah.
Next