
Mohon maaf untuk para pembaca "The Police"
Ini bukan cerita drama religi atau semacam nya.
Bukan juga berfokus pada keyakinan(Agama)
Jadi mohon maaf jika banyak adegan ke..ke..Ra..san dan atau adegan DeWasa.
Mohon bijak dalam membaca.....
Maaf..Maaf..Maaf...
********************
Selamat membaca
"Mia, aku pergi dulu. Tetaplah dikamar ku, pelayan akan menyiapkan semua kebutuhan mu."
berbicara sambil merapikan kemeja nya menyelipkan revolver disana kemudian mengenakan Jas diluar nya.
"Mungkin aku kembali hingga larut malam ".
Muach..,!
Mike mengecup dahi Mia.
"I love you, Mia."
Lirih Mike kemudian meraih handle pintu dan membuka nya. Segera menutup kembali bergegas pergi meninggalkan Mia yang hanya mengintip dari balik selimut. Menutupi tubuh polos akibat sisa pergulatan dari semalam.
***
Lima Mobil melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi berpacu melesat di sekitar hamparan gurun pasir yang panas terik nya mrnyengat membakar kulit.
wuuussss... wuuussss... wuuussss...!!
Semakin melesat jauh kelima mobil tersebut dengan Mike berada di urutan terdepan sedangkan Jhose berada di urutan paling belakang.
"Tunjukan pada Big boss cara mengemudi mu Lexy"
ucap Senior yang duduk disamping Jhose yang berada di urutan mobil terahir.
"Dengan senang hati senior."
Jhose menginjak pedal gas melesat kan mobil nya dengan cepat. Hingga dalan beberapa detik telah mapu melewati mobil didepan nya.
"Wuuussss"
"Yeah..! Kau lebat Lexy"
Seringai kemenangan muncul disana.
"Siapa itu? Anak baru,?! Cepat juga Dia"
Ujar bodyguard yang mobil nya baru saja dilewati.
Jhose semakin menggila dan terus melesatkan mobil yang sedang Ia kendalikan. Menginjak pedal gas dan "Wuuussss"
tiiiii.nnnnnn..!!
Suara klakson mengudara sambil Melewati mobil didepan nya lagi.
Tiiii....nnnn...!!
"Kau sudah gila Lexy!!."
Pekik senior dengan wajah pucat pasi.
Mobil berikut nya berhasil dilewati hingga tersisa Mobil Big boss nya.
"Dia cepat juga Sam."
Melihat pada spion.
"Biar aku yang mengemudi Sam, kita lihat seberapa cepat dia hingga tiba di markas."
"Baik tuan."
Mike meraih kemudi menggantikan Sam bertukar tempat.
Mike menginjak pedal gas melesatkan mobil nya secepat mungkin.
Lexy melakukan hal yang sama tepat dibelakang Mike.
"Lexy hentikan sekarang juga! Kau benar benar sudah gila!!."
Hoek Hoek.
"Astaga aku mual lexy !!Hentikan sekarang juga!."
Jhose tidak mengindahkan teriakan senior nya.
Jhose terus berpacu melesatkan mobil nya mengejar mobil Mike yang sedikit lagi Ia kalah kan.
Ciiiittttttt....
Jhose menghimpit kan mobil nya dengan mobil milik Mike hingga tombol percikan api di sisi kanan.
Ciiiittttttt....!!Mike menginjak rem mendadak saat Jhose berhasil melewati Mike dan menghalangi bos nya didepan Markaz.
Seluruh penjaga menatap mobil itu dengan menganga.
Senior nya membuka pintu mobil lebih dahulu keluar dari sana.
Jhose keluar dari mobil menyusul senior mengulurkan tangan nya bermaksud berdamai dengan senior nya itu.
Namun, Senior keluar dari mobil Jhose tersungkur di tanah pasir.
"Ada apa dengan mu senior"
"Aku seperti mau mati."
lirih senior parau.
Hooeekk.. Hooeekk..!!
Para penjaga dan bodyguard yang baru saja datang terbahak bahak menertawakan senior mereka yang memuntahkan semua isi perut nya.
Mike keluar dari mobil. Seketika seluruh anak buah nya bungkam.
"Kau anak baru?."
"Benar tuan."
Jhose sedikit membungkuk disana.
"Selamat bergabung."
Mike mengulurkan tangannya pada Jhose.
"Terimakasih tuan."
"Aku akan menantang mu lain kali. persiapkan diri mu. Aku tidak akan kalah."¹
Ujar Mike menyungging kan bibir nya.
Jhose menjawab dengan membungkuk dihadapan Mike.
Mike diikuti para bodyguard memasuki sebuah ruangan yang dari luar tampak seperti sebuah casino. Terus masuk kedalam melewati lorong-lorong mirip seperti ruang bawah tanah, hingga menuju sebuah pintu yang berdiri dua orang penjaga.
"Tuan."
Penjaga membungkuk disana kemudian membuka pintu.
Sebuah ruangan besar, rumah kedua bagi Mike yang terdapat beberapa kamar. Mike terus masuk kedalam menuruni tangga.
Terdapat ruangan dengan penerangan remang remang. dengan dinding bebatuan yang basah dan beberapa lemari kaca berisi berbagai jenis senjata api juga terdapat dua samurai.
Mike duduk di kursi kebesaran nya.
Seluruh penjaga juga bodyguard mengikuti.
"Berikan laporan mu."
Bodyguard menyeret seseorang kemudian mendorongnya nya memaksa untuk berlutut.
"Ampun tuan.'
"Mengapa kau menghianati ku?."
Mike meraih tongkat kayu milik nya. Meraih tongkat menyentuhkan ujung tongkat itu dengan dagu nya. Menekan hingga pria itu mendongak ke langit langit.
"Ampun tuan."
Ujar pria yang pernah menjadi bodyguard nya selama bertahun tahun namun diam diam menghianati nya membocorkan semua yang Mike Halten lakukan.
"Siapa yang menyuruhmu!"
Pria itu benar benar bergetar. Bibirnya dan lidah nya terasa kelu untuk bicara. Ia masih menyayangi nyawa keluarga nya di kampung halaman.
"Seperti nya kau enggan untuk buka mulut."
Mike mengeluarkan revolver. Bangkit dari duduknya seketika memalingkan wajah yang mengeras. Seperti nya Ia begitu sangat Murka.
"Doorr!!'
Amunisi mendarat ada lengan kiri pria itu.
"Aaaa..!!"
Pria itu memekik.
"Ampun tuan."
Pria itu menunduk sambil menahan lengan kiri nya terus mengeluarkan darah.
"Anggota Klan anda sendiri yang memberi perintah."
Berkata dengan bergetar ketakutan.
Mike merendahkan tubuh nya. Mencengkram leher nya kuat.
"Brigash dari Afrika. Apa aku salah?!"
"Be_Benar tuan."
Jawab pria itu dengan bergetar.
"Katakan pada nya. Aku sudah tidak tertarik dengan penyelundupan. Aku tidak lagi peduli dengan apapun itu..!!"
Memperkuat cengkraman tangan nya kemudian melepaskan.
"Baik tuan"
Secepat kilat dia mundur kebelakang.
Wajahnya mulai mendongak menatap para anak buah Mike dengan tatapan kebencian terhadap dirinya Seperti sebentar lagi memangsa.
"Pergi kau dari sini,!!."
Pekik Mike memenuhi ruangan.
"Ba-Baik tuan. Terimakasih banyak."
Membungkuk dan membungkuk lagi.
Kemudian bergegas berlalu dari sana dengan para bodyguard menyingkir memberi jalan.
Pria itu berlari bergegas hendak pergi menaiki tangga meninggalkan markas sebelum Mike berubah fikiran.
Namun sorot mata tajam dari Sam menghadang yang memang menunggu nya sejak tadi di atas tangga.
"tu- tuan Sam."
Pria itu lebih bergetar dari pada di dalam ruangan tadi saat menatap mata Sam yang menatap nya dengan tatapan sangat benci.
Bugh!! Bugh!! Bugh!!
Hantaman bertubi tubi mengenai wajah dan perut pria itu.
Bugh!!
Hantaman terahir membuat pria itu oleng melewati tralis pegangan tangga kemudian..
"Bruuaakkkggghhht!!"
Penghianat itu terjatuh melompati tralis pegangan di pinggir tangga.
Terjatuh hingga lantai bawah.
Pria itu jatuh terjun tersungkur di lantai. Kepala nya berdarah. sepertinya pecah dan Ia tewas mengenaskan.
"Bereskan ma_yat itu. Beri kompensasi pada keluarga nya. Dan katakan maaf dari keluarga Halten khusus nya aku."
Sam berkata pada penjaga yang lain.
"Baik tuan."
Jawab para pengawal serempak.
Mengerti apa yang harus mereka lakukan.
-
-
Next