
Pada akhirnya Ia menemukan kesimpulan.
Menghubungi Kenzo yang sedang berada di kantor untuk mencari tahu siapa Brigash dari Afrika yang mereka maksud.
***
Di tempat lain.
"Stela, Mr Jhose mengirimkan nama Brigash yang seperti nya sebuah klan mafia dari anggota Mike Halten sendiri."
Kenzo duduk menyandar menyilangkan kaki di dalam ruang meeting bersama tim anggota dari Jhose.
"Akan aku selidiki."
Stela melipat layar lipat nya menarik nafas nya panjang.
"Pekerjaan ini tentu tidak lah mudah."
Stela bangkit dari duduknya melangkah keluar ruangan menjauh disana.
"Ku harap penyamaran mu tidak akan ketahuan"
***
Di dalam Mansion.
Mike kembali pukul 2 dini hari. Melangkah memasuki mansion dengan langkah lebar nya tanpa sepatah kata pun menaiki tangga menuju kamar nya.
"Aku sudah putuskan berhenti dari organisasi ini kembali ke El Salvador dan menikah dengan Mia."
Masuk kedalam kamar setelah Sam membuka nya. Melepaskan Jas menyisakan kemeja kemudian duduk bersandar di sofa.
"Aku mengharapkan itu sejak dulu tuan. Hidup normal bersama orang yang anda cintai dan hidup bahagia."
Sam menimpali.
"Aku harus menghancurkan si penghianat itu. Seperti ini kah dia setelah aku menutupi kejahatan nya dengan nama Halten?!"
Brraakk!!
Mike memukul meja di hadapan nya.
"Brengs*k!!."
"Perketat penjagaan terhadap nona Jen dan Mia, Seperti nya dia menghancurkan mu melalui kelemahan mu."
"Kau benar."
Mike menarik nafas nya panjang.
"Kembali ke kamar mu Sam."
"Baiklah tuan."
Sam memutar tubuh nya.
Meraih handle pintu. Berhenti disana mengurungkan niat untuk keluar.
"Ada apa?."
Mike menoleh kearah Sam.
"Kau tidak ingin menyuruhku membangunkan Mia, Sepertinya dia tidur di kamar nya."
"Itu bukan urusan mu! Aku bisa membangunkan nya sendiri!."
"Hahaha, baiklah bos. Selamat Malam."
Sam membuka pintu keluar dari kamar Mike kemudian menutupnya kembali.
"Dasar Sam sialan!."
Mike bangkit dari duduknya, Menanggalkan kemeja yang terdapat percikan darah disana.
Sisa sebelum nya Ia membabi buta di dalam markas.
Bugh.. Bugh.. Bugh..
Hantam*n bertubi tubi mendarat di tubuh dua pria yang terikat dengan tangan menggantung Mulut mereka tersumpal, peluh bercampur darah pun menetes dari pelipisnya.
Mike melampiaskan kemarahannya disana membabi buta dengan kemarahan yang mencapai puncaknya. Sam pun tidak mampu untuk mencegah lagi.
Mereka pantas mendapatkan itu yang berusaha mencelakai Jen.
" Kalian Fikir bisa selamat dari ku?!."
Mike hilang kendali menod*ngkan revolver kearah dahi, Kemudian.
Dorr..!! Dorr!!
"Hentikan tuan!!."
Sam meninggikan suara, Namun semua terlambat dua pria itu sepertinya sudah tidak bernyawa.
"Seharusnya itu biar menjadi urusan ku, tidak perlu tangan anda kau kotori."
Sam melirihkan suaranya, sambil mengusap wajahnya kasar.
"Aku tidak mampu menahan nya lagi. Jen bagian dari hidup ku, kau tahu itu kan?! Aku pun tidak akan tahu apa yang akan aku lakukan jika terlambat sebentar saja tadi menolong Jen."
Ia melemparkan revolver ke lantai tepat di depan anak buah nya.
"Ini akibat jika kalian menghianati ku,!."
Mike berlalu keluar dari markas membuat para bodyguard menelan Silva.
Glek..
--------
Mike mengguyur tubuh atletisnya di bawah shower, menghilangkan sisa peluh akibat kejadian tadi.
Meraih bathrobe setelah menyelesaikan aktivitasnya, memakai sendal rumah keluar dari kamar menggunakan lift yang menghubungkan langsung dengan lantai bawah nya tidak jauh dari kamar Mia.
Memastikan apakah Mia baik baik saja setelah beberapa waktu lalu Ia meniduri nya.
Mike membuka pintu kamar Mia, terlihat Ia sedang tertidur memeluk gadis kecil yang Jen bawa.
Mike perlahan meraih Mia, menggendongnya membawa keluar dari kamar.
Memerintahkan pelayan yang kebetulan terbangun untuk menggantikan Mia menjaga gadis kecil itu dikamar.
"Baik tuan."
Pelayan mengerti meski hanya dengan Mike meliriknya.
"Bisa bisa nya kau tidak terbangun."
Berkata sambil menunduk mencium dahi nya kemudian masuk kedalam lift saat pintu kubaikel itu terbuka.
"Mike kau?!."
Mia kaget saat membuka mata telah berada di kamar Mike dan dia memeluk nya.
"Kau menggendong ku?"
Mengusap usap rambut Mike yang masih basah.
"Hmmm Tidurlah, aku hanya ingin memeluk mu."
Berkata dengan mata yang memejam menahan sesuatu dibawah sana yang sial nya yang malah menegang.
Tidurlah Jodi, ini bukan waktunya!
"Mike, apa kau baru pulang,? Jika kau lelah, aku bisa memijat mu."
Mia Menyentuh pipi Mike kemudian mengecup nya, meringsut meraih kepala Mike kemudian Ia benamkan di dada nya.
Sial,! Jika seperti ini aku tidak sanggup menahan nya.
Mike membuka mata, mengecup dahi Mia kedua pipi hingga menuju bibir nya, ******* menautkan nya dalam,hingga perlahan me..re..mas sesuatu yang besar menonjol yang masih tertutup piyama. Terus ******* bibir Mia sambil membuka kancing piyama itu satu persatu hingga tertanggal sempurna.
Bukit keny*l itu terekspose sempurna karena Mia selalu melepaskan ketika sedang tidur.
Membuat Mike keluasa me..re..mas dengan tangan kekar nya.
Lidah mulai meraja Lela, menyesap di atas bukit itu membuat suara suara laknat yang keluar meski Mia telah menahan nya.
Begitu lembut tangan kekar Mike memainkan di bawah sana dengan lidah yang menyesap bukit keny*l itu dengan menggebu.
Aliran listrik dengan Nafas yang menggebu Begitu nikm*t yang dirasakan Mia, Efek tagih yang tercipta membuat Mia menanggalkan sendiri piyama nya, menind*h Mike mengecup-i bibir hingga menjalar ke leher dengan tangan perlahan membuka bathrobe membuat beberapa tanda di dada kekar itu.
Mike tidak mampu lagi menahan nya saat Mia memainkan si Jodi di bawah sana dengan lidah nya. Suara De..sa..Han muncul dari bibir Mike ketika Mia semakin menggila.
Mike membaringkan tubuh Mia, dengan tanpa penutup sehelai pun me..mind*h nya mulai membelah perlahan.
Aaaahhh
Rintihan terdengar saat milik Mike terbenam sempurna, mulai memompa dengan ritme lembut yang membuat suara suara De..sa..Han memenuhi ruangan.
Mike mempercepat ritme nya me..mo..mpa di sana membuat Mia mencapai puncak cakrawala.
Terus memomp* menggebu pun Ahir nya Mike meledak disana. Menekankan milik nya agar ledakan itu menerobos dinding rahim.
Mike menundukkan kepala, mengecup perut Mia kemudian bergumam.
"Tumbuhlah disana, Daddy menunggu mu."
Seketika Mia mengharu, Mike benar benar mencintai nya. Ia tidak hanya sekedar pelayan pribadi yang melayani apapun termasuk di atas ranjang.
"Mike?"
"Kita akan menikah Mia, Aku mencintaimu."
Mike melepaskan milik nya, menarik selimut menutupi tubuh polos Mia kemudian mengecup dahi nya.
"Terimakasih kau hadir di dalam kehidupan ku. I love you Mia."
Mike meraih Mia masuk kedalam dekapannya, mengusap peluh di dahi akibat pergulatan tadi pengantar tidur nyenyak nya saat ini.
-
-
Next