THE PERFECT HUSBAND: I want you!

THE PERFECT HUSBAND: I want you!
bertemu orang tua john part 2



"Selamat datang john." Ayah john memberikan ucapan salam pada anak lelakinya itu.



   "Terimakasih ayah." Jawab john sambil sedikit menundukan kepala menghormati ayahnya.



   "ohh jadi ini wanita yang kau nikahi dan meninggalkan rimelda?" Ibu john menatap lia, menunjukkan wajah jijik dan benci.



   "Sudah ibu... Anak kita baru saja datang, kita harus menyambutnya." Ayah john mencegah ke tegangan di antara mereka.



"Ayo masuk... Kami sudah menyiapkan banyak makanan untuk kalian." Ayah John mengajak john dan lia untuk masuk kedalam rumah yang sangat besar, besarnya hampir melebihi rumah john.



   "Aku merasa ibu john tidak menyukai ku? Apa karena status ku...?"



  Lia mengeluh di dalam hatinya, sesekali dia mentap john, menunjukan ekspresi tidak nyaman. Tapi john hanya memeluk pinggangnya dan mencoba menenangkan lia.



   Mereka ber empat, sekarang berada di ruang makan, ruang makan yang sangat besar dan indah, interior di ruangan ini begitu di perhatikan.



   "Silahkan duduk... Kami sudah menyiapkan makanan kesukaan mu john lihatlah.. " Ayah john menunjukan makanan yang begitu banyak tersaji di meja makan.



   "Kelihatannya sungguh nikmat.. " Jawab john, "Ayo duduk...silahkan duduk.. " Ayah John mempersilakan john dan lia untuk duduk, ibu john tidak banyak bicara tetapi tatapan matanya seakan mewakilkan kebencian dia kepada lia.



   "Makanlah habiskan... Habiskan.. " Ayah john sangat lah ramah, dia sangat senang dengan kedatangan john dan lia kerumahnya.



   "Sebelumnya ayah ingin tahu nama istri mu john, kenalkan dia pada kami" Ayah john penasaran dengan lia, "Baiklah.. ayo perkenalan dirimu." John memberikan isyarat untuk lia memperkenalkan diri kepada kedua orang tuannya.



   Lia berdiri dari dududknya dan memperkenalkan diri. "Namaku.. Annalia fanz." Suara lia pelan dia sangat benci dengan tatapan ibu john padanya.



  "Annalia fanz? Wanita yang di usir orang tuanya karena mempermalukan nama keluarga fanz? Dia juga pergi berkencan bersama om om! Apa kau gila john!" Ibu john sangat kaget saat mendengar nama lia dan ibu john teringat berita yang dia baca tentang keluarga fanz.



   "Ibu! Aku yang memilih lia! Dia tidak mempermalukan nama keluarganya! Dan dia tidak berkencan dengan om om! Orang yang bersama dengannya malam itu adalah orang suruhanku! Dan malam itu juga aku menikah dengan lia!" Tegas john pada ibunya yang sangat keras kepala ini.



   "Terus... Saja kau bela istri mu ini! Walau dia sangat cantik! Hatinya sangat busuk!" Ibu john menghina lia, lia diam dia sudah kebal dengan hinaan ini, bahkan sudah menjadi makannnya sehari hari.



   "Sudah bu! Kita di sini untuk menikmati makanan bukan bertengkar!" Ayah john mulai merasa istrinya ini sangat mengganggu. "Sudah.. lia kamu boleh duduk, makanlah yang banyak."



Ayah lia tersenyum ke arah lia, sepertinya dia sangat senang dengan sikap lia yang diam dan tidak melawan saat di hina.



   Suasana kembali lagi seperti awal, walau kadang ibu john memperhatikan lia dengan penuh kebencian.



    John mengambilkan nasi untuk lia, selayaknya seorang suami yang sangat peduli dengan istrinya.



"Kamu ingin makan apa?" Tanya john pada lia



"Aku... Ikan saja..." Jawab lia pelan, dia sangat menjaga ucapannya takut takut ibu john akan tersinggung dan semakin membenci lia.




   "Ibu! Sudah! Aku sendiri yang ingin memberikan makan untuk lia! Ibu tidak usah ikut campur!" John mulai kesal dengan ibunya, dengan segala komentar jeleknya pada lia.



   "Kau berani melawan ibu hanya karena wanita ini! Apa hanya gara gara wanita ini kau membatalkan pernikahan mu dengan rimelda! Apa istimewanya wanita ini bahkan dia tidak lebih dari wanita biasa! Derajat rimelda lebih tinggi dari pada wanita ini! Kamu menolak pernikahan keluarga hanya demi wanita miskin ini?" Ibu john berteriak di depan ayah john, john dan lia.



  Lia yang mendengar perkataan ibu john, hanya terdiam perkataan ibu john sungguh membuat hatinya terluka.



  "Aku..? Aku? Hanya wanita miskin yang tidak punya apa apa? Tapi aku juga tidak meminta dan tidak pernah ingin menikah dengan john, aku... Aku.. Aku sungguh sangat terluka."



  Lia hanya bisa menyembunyikan rasa sakitnya di dalam hatinya, dia tidak ingin sampai john mengkhawatirkan nya.



    "Ibu! Perkataan ibu sungguh tidak tahu sopan santun! Aku tekankan mau ibu tidak setuju dengan pernikahan aku dengan lia! Aku tidak peduli! Ibu hanya mementingkan harta dari pada kebahagiaan anaknya sendiri, mari lia kita pergi ini terakhir kalinya aku akan mengunjungi rumah ini."



John dengan tegas mengucapkan ancaman dan peringatan untuk ibunya sendiri, karena kata kata ibunya ini sungguh sangat memalukan.



    John menarik lia, dia memeluk lia dari samping, ayah lia berusaha membujuk john agar tidak terlalu memasukan membawa perkataan ibunya itu kedalam hati, namun john sudah mengambil keputusan.



    John bersama lia pergi dari rumah orang tua john.



    "Apakah aku hanya di jadikan pelarian? Apakah aku adalah tempat dimana john berlari dari kenyataan saat dia harus menikah dengan wanita yang sudah di jodohkan oleh orang tuanya. Apakah john hanya ingin membatalkan pernikahan nya dengan wanita itu... Jika memang benar? Itu sangat keterlaluan."



   Lia memikirkan hal yang di ucapkan oleh ibu john, dia bilang karena lia john tidak jadi menikah dengan wanita yang di pilikan keluarga?



   John mengajak lia masuk kedalam mobil, dia terlihat bingung dengan ekspresi lia yang sedari tadi tidak menunjukkan rasa kaget, sedih atau apapun, tapi kemudian setetes air mata jatuh dari pipi lia.



    "Kau jangan menangis ibuku memang sangat egois." John mengusap air mata lia, lia dengan cepat menepis tangan john.



"Aku ingin bertanya padamu? Apakah aku hanya di jadikan pelarian oleh mu! Apakah aku hanya menjadi alasan supaya kau tidak menikah dengan wanita pilihan keluargamu?! Apakah aku hanya dianggap sebagai penggagal rencana pernikahan mu?! Apakah aku hanya di jadikan wanita sementara dan setelah kau bosan kau akan meninggalkan ku!?"



Lia berteriak di hadapan john sambil menangis dia menarik narik kerah baju john dan memukul mukul dada john.



"Jawab!!! Aku butuh jawaban!" Lia terus meronta ronta dia mulai tidak bisa mengendalikan dirinya, john hanya terdiam dia tidak bisa menjawab pertanyaan lia.



    "Jika memang benar kenapa kau memilihku? kau bisa mendapat wanita yang lebih baik dari ku? kenapa!? Kau tahu gara gara kau seluruh hidupku hancur! Aku bisa gila! Karena mu aku tidak punya keluarga! Karena mu kaririku hancur! Aku benci kau john."



Lia berteriak histeris dia sudah tak tahan dengan semua ini. Dia semakin keras memukul john, john hanya menggenggam bahu lia sambil berusaha menenangkannya.



    "Jawab john! Jawab!" Teriakan lia semakin lama semakin kecil dia seperti sudah tidak bertenaga, pandangan lia mulai kabur.. Dan setelah itu dia tidak melihat apa apa, kecuali john yang berteriak memohon pertolongan.