THE PERFECT HUSBAND: I want you!

THE PERFECT HUSBAND: I want you!
bulan madu



"Kita akan pergi ke mana?" Tanya lia pelan kepalanya masih di sandarkan di bahu john.


"Kita akan pergi ke tempat di mana kamu tidak akan di lukai dan di hina oleh semua orang." Jawab john sambil menarik tulang hidung lia yang mancung.


***


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam, mobil yang di supiri oleh andi berhenti di sebuah halaman rumah yang begitu besar.


John mengajak lia turun dari mobil, lia penasaran sebenarnya john membawanya kemana sehingga harus menempuh waktu yang cukup lama ini.


Lia keluar dari mobil, pandangannya tertuju pada sebuah rumah yang sangat besar, bukan rumah! Tapi seperti apartemen mewah.


"Mari masuk.. " John menarik tangan lia untuk mengajaknya masuk kedalam rumah itu.


Saat membuka pintu rumah yang besar itu, lia dikejutkan dengan pemandangan yang dia lihat sekarang, rumah itu memiliki kaca jendela yang sangat besar bahkan bisa di sebut dinding rumah itu terbuat dari kaca.


Lia langsung berlari, berdiri di depan kaca yang begitu bersih dan terawat.


Apa yang di lihatnya kini membuat senyumnya tiba tiba mengembang, sebuah pantai berwarna biru terhampar luas di hadapannya, suara desiran ombak terdengar seperti irama musik di telinganya.


Kicauan burung camar bagai nada nada indah yang menyejukan hati dan menenangkan jiwa.


Dari arah belakang john memeluk pinggang lia yang begitu ramping, menciumi rambut lia yang begitu wangi bunga persik.


"Kamu menyukainya?" Tanya john.


"Aku menyukainya!" Jawab lia berusaha memandang wajah john yang berada di belakangnya.


Lalu lia menarik tangan john, mengajakanya keluar tempat itu john hanya mengikuti keinginan lia, dia akan mengikuti seluruh keinginan lia yang penting baginya lia bahagia dan lia suka.


Ternyata lia mengajak john pergi kepinggir pantai, di pinggir pantai lia segera berlari kecil dan bermain air di sana.


Lia tidak peduli bahwa dirinya masih menggunakan gaun panjang, baginya sekarang dia ingin bersenang senang.


"Sini... " Lia menatap john yang hanya memperhatikan di pinggir pantai.


Lalu john menggelengkan kepalanya tanda tidak ingin mengikuti lia yang sedang asyik asyiknya main air.


Dari tempat lia berdiri dia menyipratkan air ke tubuh john hingga kini john sudah basah kuyup karena di siram lia.


"Ayo.. temenin...Kan udah basah juga.. " Lia menarik tangan john ke pinggir pantai, dengan berat hati john mengikuti lia untuk bermain air.


John dan lia tidak peduli dengan apa yang di gunakannya, john yang masih dengan setelan jas nya dan lia yang masih menggunakan gaunnya.


Mereka berdua tetap tertawa lepas bermain air bersama, meluapkan seluruh masalah yang di pikirkan lia.


Setelah selesai bermain air, kini john dengan lia sedang duduk di hamparan pasir pantai yang begitu putih.


Pakaian mereka sudah basah karena tersiram oleh air pantai.


Lia menyenderkan kepalanya di bahu john, menikmati indahnya sunset di pinggir pantai, lebih indah dari pada sunset di belakang rumah john.



"John?"


"Mm?"


"Apakah kita akan menginap disini?" Tanya lia sambil menatap john.


"Iya.. Memang kenapa?" John bertanya bingung, untuk apa dia jauh jauh membawa lia kesini kalau hanya untuk melihat sunset.


"Tapi? Bagaimana baju ku?"




"Heheheh itu semua sudah ku urus, andi sudah mempersiapkan seluruh kebutuhanmu." John mengusap usap pucuk rambut lia sambil tertawa kecil.


"Yukk masuk kedalam rumah, udah malem udara di sini juga udah cukup dingin, baju kita masih basah.. " John melihat lia yang sedang menutup matanya merasakan ketenangan yang sebelumnya belum pernah dia rasakan.



Lia tidak mengeluarkan sepatah katapun, dia hanya diam melihat dirinya di gendong oleh john.


Sepertinya lia tidak mood untuk bertengkar dengan john.


Sesampainya di vila, john meletakan tubuh lia di atas sofa john duduk di samping lia.


"Masih memikirkan hal yang tak perlu di pikirankan?" Tanya john menatap lia teduh, lia menunjukan ekspresi datarnya.


"Tidak... Hanya saja... Kamu menggangu waktu tenangku!" Lia berdiri dari duduknya lalu pergi meninggalkan john.


John mengejar lia dari belakang hingga dia berhasil menggenggam tangan lia dan memberhentikan langkahnya.


"Jangan marah... Istriku... Aku kan kesini mengajak mu untuk bulan madu, masa kamu marah.." John merangkul pinggang lia dari belakang.


Wajah lia berubah matanya terbuka lebar dan mulutnya menganga.


'Bulan madu? Jadi dia mengajak ku kesini untuk bulan madu?' Pikir lia di dalam hatinya.


Lia langsung melepasakan tangan john dari pinggangnya dan kini dia berhadap hadapan dengan john.


"Jadi kamu jauh jauh bawa aku kesini cuma mau ngajak bulan madu!?" Lia menaruh kedua tangannya di pinggangnya menatap john tajam.


John yang menyadari lia sedang marah berusaha mencari alasan agar lia tidak menunjukan taringnya.


"Ahhh.. Enggak kok... Hehehe udah mandi sana.. " John mendorong tubuh lia masuk kedalam kamarnya.


Ternyata john seorang CEO yang dingin sangat takut jika sang istri sudah menunjukan taringnya, dengan cara apapun john berusaha agar lia tidak merusak rencana bulan madu ini.


Lia akhirnya masuk kedalam kamar *Brakkkk* Lia membanting pintu kamar dengan keras membuat john yang berada di depan pintu kamar hampir kena serangan jantung.


'Ampun... Galaknya istriku.... ' Keluh john di dalam hatinya sambil menepuk dahinya lalu pergi ke dapur.


Di vila itu hanya ada john dengan lia sementara andi dan kenzo sudah pulang, mereka berdua tidak ingin menjadi obat nyamuk di antara indahnya bulan madu bosnya, lagipula jika kenzo dan andi tetap berada di sana john pasti mengusirnya.


Sebelum itu terjadi andi dan kenzo mengambil ancang ancang terlebih dahulu yaitu pergi duluan sebelum di usir.


Lia masih berdiri di depan pintu kamar jantungnya berdetak begitu kencang dia sangat jengkel saat mendengar kata 'Bulan Madu' Itu membuat hatinya tidak tenang.


'Aku belum siap untuk itu... Untuk yang terakhir kalinya saja diriku sudah tidak Sanggup' Ucap lia lirih di dalam hatinya, dia menjatuhkan tubunya ke lantai seperti sudah kehabisan nyawa.


'Tapi aku adalah istri sahnya? Salahkah diriku?' Lia bertanya pada dirinya sendiri tentang keputusan yang dia ambil.


'Aku akan membicarakannya lagi dengan John' Lia berusaha berdiri dia pergi ke kamar mandi untuk membersikan dirinya.


Setelah selesai mandi, lia sudah yakin yang di katakan john itu benar bahwa seluruh barang barang milik lia sudah di pindahkan ke vila ini.


Dia melihat alat make upnya yang berjejer rapih di depan meja rias, dan baju bajunya sudah tergantung rapih di dalam lemari.


"Suami idaman tapi menjengkelkan!" Lia mendengus kesal, jika mengingat kelakuan john padanya membuat dirinya tidak tenang.


Lia keluar dari kamar dan sudah berdandan cantik menggunakan dress berwarna hitam dengan bagian paha dress yang sedikit terbelah juga hiasan bling bling di seluruh dress yang di gunakannya.


Lia mengikat rambutnya asal menurutnya untuk apa cantik cantik depan john, jika hanya ingin di rayu olehnya.


Lia berjalan mencari john, dia melihat john sedang memasak di dapur lia mendekati john dan memeluknya dari belakang.


"Aku baru tahu bahwa suamiku ini bisa memasak... " Lia menggoda john yang sedang memasak pasta.


"Jangan menggoda diriku, apa kamu mau melihat pasta ini gosong?" Jawab john masih tetap fokus memasak.


"Hahahah, sini aku bantuin.. "Lia mengambil tomat dan mulai memotongnya namun belum sampai pisau menempel di tomat, john menarik tangan lia dan menggenggamnya.


"Hari ini aku yang akan membuatkan mu makan... Kamu istirahat saja... Malam ini kita dinner romantis.." John mengambil pisau yang di pegang lia lalu mengecup kening lia.


'PERFECT HUSBAND' Lia tersenyum kecil saat melihat john mencium keningnya.