
Kini kebahagiaan di hidupku bertambah, dengan kehadiran mu dan juga seseorang yang memang aku tunggu tunggu, yaitu anakku.
-Johnson lei
Dengan perasaan campur aduk john masuk kedalam ruangan lia, di lihatnya lia sedang duduk di atas kasur sambil menatap john bingung, sedari tadi lia tersadar di tidak mendapat penjelasan dari dokter maupun suster yang menjaganya.
"Kamu sudah sadar? Sayang... " John langsung memeluk lia pelan john juga menyempatkan untuk mencium kening istrinya, wajah lia masih sedikit bingung dengan apa yang terjadi, seingatnya dia pingsan dan di bawa oleh mia kemari.
"Aku kenapa?" Tanya lia pada john sambil melepasakan pelukannya, lia mendongak kepalanya langsung mentapa guratan indah wajah john dengan rahang yang lancip juga hidung yang mancung terlihat begitu estetis untuk di pandang.
Yang di dapatkan lia hanya sebuah senyuman kecil dari wajah sempurna john, alis john yang sedikit tebal juga manik matanya yang berwarna hitam terang membuat siapapun yang menatapnya serasa sedang mengarungi luasnya galaxy, tidak ada satupun wanita yang tahan melihat indahnya ciptaan tuhan yang paling sempurna ini.
"Di mana mia?" Tanya lia lagi pada john, entah kenapa john jadi diam saat ini mungkin hatinya masih terlalu senang mendengar kabar kehamilan lia yang sangat ia nantikan.
"John!" Lia memukul dada john yang masih berdiri di hadapannya, sesungguhnya lia sudah sangat kesal pada john karena ucapannya dari tadi di hiraukan olehnya dan memilih asik dengan pemikirannya.
"Ahhh mia masih ada di luar, nanti akan ku panggil." Dan kali ini john juga kembali mencium kening lia sekilas membuat lia tambah bingung di buatnya.
"Sebenarnya ada apa ini? Tolong jawab!" Bentak lia pada john bukan apa apa lia sangat takut dia memiliki penyakit yang sangat serius sehingga john tiba tiba memanjakannya lebih dari biasanya.
"Kamu hamil anak ku... " Ucap john berkaca kaca dan kali ini juga di susul dengan kecupan di kening lia lagi, namun ekspresi lia berubah bibir tipis nya sedikit terkatup ke atas matanya membulat sempurna menatap john dengan tatapan tak menyangka.
"Aku hamil?" Tanya lia lagi memastikan, lalu john hanya mengangguk sambil tersenyum kecil dia menahan rasa senangnya di dalam hati.
"Aku hamil? Hahhhhh?" Lia menangis dalam pelukan john, bukan menangis karena tidak suka dirinya mengandung anak john, namun lia menangis terharu bahwa sebentar lagi dia akan menjadi seorang ibu.
"Jangan bersedih apa kamu tidak suka dengan kehamilan mu?" Tanya john yang masih berusaha menenangkan isakan lia. "Kamu bodoh ini bukan menangis bersedih tapi bahagia! Aku sebentar lagi akan menjadi seorang ibu... " John memukul lengan john, yang hanya di balas dengan senyuman bahagia.
'Aku akan selalu menjaga mu dan bayi yang sedang kamu kandung.' John beberapa kali mengecup dan mengusap usap pucuk kepala lia sebagai penyalur kasih sayangnya pada istri nya.
Setelah puas mencuimi kening lia, lia teringat pada mia orang yang membawa nya kesini. "John dimana mia?" Tanya lia pada john dan hanya di jawab dengan hembusan nafas panjang.
"Tidak.. Mia lah yang membawa ku kesini jika tidak ada mia, mungkin aku akan di culik oleh seseorang." Jawab lia, lalu john hanya bisa mengusap usap pucuk rambut lia, "Baiklah aku percaya padamu. Aku akan memanggil mia." John berjalan keluar dari ruang rawat lia, untuk memanggil mia.
Di lihat john mia masih duduk dengan tatapan murung, wajahnya sedikit pucat dan rambut pendek nya di biarkan berantakan.
"Mia?" John dengan suara serak nya membuyarkan lamunan mia, dengan cepat mia mendongak dan menatap john walau masih dengan tatapan takut.
"A-ada apa?" Tanya mia lirih, baginya berhadapan dengan john sama saja dengan melawan malaikat pencabut nyawa karena salah sedikit berbicara hanya dengan menjertikan jarinya, john dapat membuat mia mati.
"Lia menunggu mu di dalam, temui dia." Perintah john pada mia yang masih duduk, dengan segera tanpa basa basi mia berdiri dan berjalan menuju ruang inap lia di ikuti oleh john yang berjalan di belakangnya.
Mia langsung berlari memeluk lia erat, tanpa di ketahui air mata mia menetes perasaan mia bercampur aduk antara takut dan senang.
"Maafkan aku lia maaf kan aku.... hiks." Mia menangis dalam pelukan lia yang masih bingung dengan apa yang terjadi.
"Hey kenapa menangis?" Lia menangkup kedua pipi mia yang sedikit tembem dengan kedua tangannya. "Tidak apa apa, hanya maafkan aku... hiksss" Mia hanya menjawab sambil menangis.
Lia tersenyum dia menatap john sebentar dengan tatapan yang memberi tahu 'Apakah kamu mengancamnya?' John hanya mengangkat kedua bahunya, lia hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
"Sudah aku memaafkan mu, lagi pula kamu tidak memiliki salah apa apa padaku.. " Mia melepasakan pelukannya Dari tubuh mungil lia, mata mia sembab karena menahan air mata sedari tadi.
"Apa john mengancam mu?" Tanya lia hanya di balas gelengan kepala dari mia.
"Jujur jangan takut, jika john mengancammu lagi beri tahu aku akan ku pukul dia!" ucap lia sambil tersenyum pada mia, john yang sedari tadi memperhatikan hanya diam dengan tatapan mengejutkan saat lia bilang akan memukulnya jika berani mengancam mia lagi.
'Kenapa harus aku yang di pukul!?' Tanya john dalam hatinya.
"Kamu masih punya hutang penjelasan tentang ini semua!" Ucap mia sambil menatap lia lalu menatap john.
"Ahhhh bagaimana yah... " Lia tersenyum canggung bingung akan menjelaskan ini semua pada mia.
"Ceritanya panjang mia.. " Jawab lia pelan, "Jawab saja berarti john adalah suami mu?" Tanya mia lagi membuat lia semakin terpojok.
"Jelaskan saja...Jika ada yang tahu tentang hubungan kita berarti dia lah yang membocorkan nya, aku akan membuatnya menyesal jika itu terjadi!" Ancam john membuat mia membeku sesaat, wajahnya kembali pucat matanya membulat menunjukan ketakutan yang teramat dalam.
"Baiklah, iya mia john adalah suamiku.. " Jawab lia, namun tidak ada reaksi yang di tunjukan oleh mia, dia masih mencerna ancaman yang di lontarkan oleh john untuknya.
"Mia?" Lia menarik tangan mia membuat mia tersadar. "Hah?" Mia kebingungan di saat melamun tadi dia tidak bisa mendengar apa yang di ucapkan oleh lia.
"Aishhh kamu kenapa? Sudah ku jelaskan bukan aku adalah istri dari johnshon lei dan john adalah suami ku." Kesal lia sambil mengulangi ucapannya.
"Bagus! Hahaha bagus.. Aku senang berita tentang dirimu berkencan dengan om om itu tidak benar, dan aku senang sekarang kamu sudah bahagia bersama dengan john." Jawab mia spontan, sedangkan john hanya bisa menghela nafas pelan kadang dia merasa bingung dengan obrolan para wanita ini, tidak ada habisnya.
"Sudahlah... Lia kamu harus istirahat, aku tidak mau sampai kamu dan bayi mu kenapa napa!" John menggeser tubuh mia dari lia, "Jangan kasar! Dia temanku!" Bela lia.
"Cihh teman apanya!" Ucapan john langsung mendapat respon tatapan tajam mata lia yang biru membuat sedikit rahang john menutup.
Mia hanya bisa menahan tawa melihat kedua pasangan ini.
'Bolehkan aku tertawa?'